Penanganan Kebakaran Kapal Tongkang di Kotim Terus Berlangsung
Kebakaran kapal tongkang yang terjadi di kawasan dermaga PT Nusantara Docking Sejahtera (NDS), Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi perhatian utama pihak berwenang. Setelah sebelumnya muncul berbagai spekulasi mengenai jumlah korban, kini aparat kepolisian mulai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden tersebut.
Jajaran Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalteng turun langsung ke lokasi kejadian pada Senin (30/3/2026). Sejumlah petugas terlihat menyisir area dermaga, memeriksa sisa-sisa kebakaran, serta memasang garis polisi guna mengamankan lokasi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan mendalam terhadap kebakaran yang terjadi Sabtu (28/3/2026) lalu, yang disertai ledakan dan menelan korban jiwa.
Menurut Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra melalui Kabagbinops Ditpolairud, Kompol Masharsono, hingga kini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang dilaporkan hilang. “Dalam kejadian ini, kami menemukan satu orang jenazah dan satu lainnya masih dilaporkan hilang. Sampai sekarang, pencarian masih terus kami lakukan,” ujar Masharsono.
Ia menambahkan bahwa korban meninggal dunia yang telah ditemukan saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim berwenang. Kondisi jenazah yang mengalami luka bakar cukup parah menjadi kendala dalam proses pengenalan identitas. “Untuk jenazah masih dalam proses identifikasi karena kondisinya terbakar dan belum dapat dikenali,” ungkapnya.
Seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian juga mengaku sempat mendengar suara ledakan keras sebelum api membesar. “Awalnya kami kira petir, ternyata ledakan dari arah tongkang, apinya langsung besar,” ujar MR, warga Kelurahan Tanah Mas.
Sementara itu, terkait informasi sebelumnya yang sempat berkembang mengenai adanya korban yang diduga tercebur ke sungai, pihak berwenang masih terus melakukan pendalaman. Hal ini sejalan dengan pernyataan BPBD Kotim yang sebelumnya mengaku belum menerima laporan resmi terkait adanya korban tenggelam, sehingga pencarian sempat belum dapat dilakukan secara maksimal.
Kini, dengan keterlibatan kepolisian dan tim gabungan, proses pencarian terhadap korban yang hilang mulai dilakukan secara lebih terkoordinasi. Selain fokus pada pencarian korban, polisi juga tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mendalami penyebab kebakaran.
“Penyebab kebakaran masih kami dalami, termasuk meminta keterangan saksi-saksi di lokasi,” tambah Masharsono.
Sejumlah dugaan sempat muncul, mulai dari aktivitas pengisian bahan bakar hingga kemungkinan adanya sambaran petir yang memicu ledakan di tongkang. Namun hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Peristiwa kebakaran tongkang ini sebelumnya terjadi menjelang petang dan sempat membuat panik warga sekitar akibat kobaran api besar dan suara ledakan yang terdengar beberapa kali. Insiden tersebut juga mengakibatkan satu orang mengalami luka-luka, satu orang meninggal dunia, dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Hingga kini, aparat gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, baik di area dermaga maupun perairan sekitar, guna memastikan keberadaan korban yang belum ditemukan.
Proses Identifikasi Korban yang Terbakar
Proses identifikasi korban yang terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi tim berwenang. Kondisi jenazah yang mengalami luka bakar parah menyulitkan pengenalan identitas. Untuk itu, tim forensik dan dokter medis sedang bekerja sama untuk mengidentifikasi korban.
- Proses identifikasi melibatkan pemeriksaan fisik dan analisis DNA.
- Dokumen identitas seperti KTP atau surat keterangan lahir juga digunakan untuk memperkuat identifikasi.
- Tim medis dan polisi bekerja sama untuk memastikan proses identifikasi berjalan efisien dan akurat.
Keterlibatan Warga dalam Penyelidikan
Warga sekitar juga berperan penting dalam penyelidikan kebakaran ini. Mereka memberikan informasi tentang kejadian yang mereka saksikan, termasuk suara ledakan dan penyebaran api.
- Beberapa warga menyampaikan pengamatan mereka kepada polisi.
- Informasi ini membantu penyidik dalam membangun gambaran lengkap tentang kejadian.
- Warga juga diminta untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika ada hal yang mencurigakan.
Upaya Pencarian Korban yang Hilang
Pencarian terhadap korban yang masih hilang dilakukan secara terkoordinasi oleh aparat gabungan. Proses ini melibatkan tim penyelam dan petugas pemadam kebakaran.
- Area dermaga dan perairan sekitar terus disisir.
- Teknologi seperti drone digunakan untuk mempercepat pencarian.
- Kolaborasi antara polisi, BPBD, dan masyarakat sangat penting dalam proses pencarian ini.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











