Kadin Indonesia dan Kadin Arab Saudi Bentuk Satgas Bersama untuk Percepat Investasi
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama dengan Kadin Arab Saudi telah membentuk Joint Task Force atau Satuan Tugas Bersama. Tujuan utama dari pembentukan satgas ini adalah untuk mempercepat realisasi investasi antara kedua negara tanpa harus menunggu momentum kunjungan kenegaraan.
Menurut Ketua Komite Bilateral Arab Saudi, Kadin Indonesia Mohamad Bawazeer, langkah ini dilakukan agar kerja sama perdagangan dan investasi bisa berjalan lebih cepat. Ia menjelaskan bahwa Joint Task Force ini sudah dibentuk sekitar setahun yang lalu dan telah menggelar beberapa kali pertemuan.
Fokus pada Sektor Prioritas
Bawazeer menyebutkan bahwa pembentukan satgas ini mendapat dukungan penuh dari otoritas kedua negara, yaitu Kementerian Investasi Arab Saudi dan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia.
Sektor prioritas yang menjadi fokus Joint Task Force antara lain:
- Properti: Pengembangan kawasan di sekitar Masjidil Haram, Makkah.
- Ekonomi Digital: Kolaborasi teknologi dan platform digital.
- Agrobisnis: Kerja sama ketahanan pangan dan hasil bumi.
- Manufaktur: Penguatan sektor industri pengolahan.
- Olahraga: Kerja sama di bidang sepak bola, termasuk antara Persija Jakarta dengan klub Saudi, Al-Wahda.
Bawazeer menambahkan bahwa salah satu poin menarik dalam kerja sama ini adalah fokus pada sektor properti, di mana pihak Arab Saudi menawarkan peluang investasi di wilayah strategis. Mereka menawarkan investasi baik itu inbound maupun outbound investment, bahkan beberapa daerah yang lokasinya dekat dengan Masjidil Haram.
Menjalin Kerja Sama di Sektor Riil
Selain sektor properti, Kadin Indonesia juga tengah gencar mendorong penguatan sektor riil, terutama dalam memfasilitasi ekspor bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ke Arab Saudi. Dengan adanya Joint Task Force ini, diharapkan dapat membuka jalan lebih lebar bagi pelaku usaha Indonesia untuk merambah pasar Arab Saudi, sekaligus menarik minat investor Saudi untuk menanamkan modalnya di tanah air di berbagai sektor potensial.
Tidak Ada Pembahasan Konflik Timur Tengah
Pada saat ditanya apakah ada pembahasan terkait jalan keluar dalam menyikapi konflik Timur Tengah antara Indonesia dengan Arab Saudi, Bawazeer menyatakan bahwa belum ada pembahasan tersebut. Dia menegaskan bahwa pembentukan joint task force ini murni berkaitan dengan mempercepat realisasi perdagangan dan investasi.
“Jadi diharapkan lebih konkrit, mempercepat realisasi itu, terus kalau ada masalah kita bisa menyampaikan kepada pemerintah, ini ada masalah ini bagaimana,” ujar Bawazeer.
Keuntungan dari Kolaborasi
Dengan adanya Joint Task Force ini, diharapkan kerja sama antara Kadin Indonesia dan Kadin Arab Saudi akan semakin kuat. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para pelaku usaha tetapi juga meningkatkan hubungan bilateral antara dua negara. Selain itu, kolaborasi ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai isu yang muncul dalam proses investasi dan perdagangan.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











