Pengawasan Ketat di Sekitar Kantor Perusahaan Pemenang Tender Motor Listrik MBG
Puluhan anggota polisi terliyang berjaga di sekitar kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang disebut menjadi pemenang tender pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keberadaan mereka menimbulkan banyak tanda tanya, terutama mengenai alasan pengamanan tersebut. Lokasi kantor yang berada di Jalan Indraloka II Nomor 1850, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tampak sangat tertutup dan tidak menunjukkan tanda-tanda kegiatan bisnis yang biasa.
Kehadiran Polisi di Sekitar Kantor
Pantauan di lokasi menunjukkan aparat kepolisian, termasuk anggota Babinsa, mulai berjaga sejak pukul 13.00 WIB. Sebagian dari mereka berseragam melakukan apel dipimpin oleh seorang perwira berpangkat AKP, sementara yang lain ditempatkan di sekitar area perusahaan. Setelah apel, mereka kembali ke sekitar perusahaan tersebut, khususnya di dekat sebuah warung kelontong.
Seorang perwira polisi bernama AKP Madi mengatakan bahwa kehadiran mereka adalah untuk “pengamanan.” Meski begitu, hingga akhirnya, para anggota polisi tersebut satu per satu mulai meninggalkan lokasi sekira pukul 15.42 WIB hingga menyisakan beberapa orang saja.
Tribunnews.com telah mencoba menghubungi Kapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolsek Grogol Petamburan, tetapi hingga saat ini belum ada respons yang jelas mengenai alasan banyaknya anggota polisi yang berjaga di depan perusahaan tersebut.
Perusahaan yang Tertutup
PT Yasa Artha Trimanunggal terlihat sangat tertutup, hanya saja beberapa kali sejumlah orang keluar masuk. Diketahui bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa logistik, pengadaan, alat kesehatan, serta ekspor-impor sejak tahun 2016 dan berdomisili di Jakarta. Belakangan nama perusahaan itu pun disorot lantaran viralnya video yang menampilkan puluhan ribu sepeda motor berlogo BGN di media sosial.
Adapun hasil penelusuran, motor listrik dengan merek Emmo itu diketahui terdapat dua tipe yakni Emmo-JVX GT dan Emmo-JVH Max. Berdasarkan data pengadaan nasional, motor listrik yang dimaksud adalah tipe Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp 49,95 juta per unit. Meski sudah termasuk pajak, harga tersebut masih berstatus off the road.
Pengadaan Motor Listrik
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pengadaan ribuan motor listrik untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bukan program dadakan. Ia menjelaskan bahwa prosesnya transparan dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menyebut bahwa pengadaan motor listrik sudah direncanakan dalam anggaran tahun 2025. “Pengadaan motor listrik itu jadi bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025, bukan program baru yang muncul secara tiba-tiba,” tegas dia di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) sehingga anggarannya masuk dalam RPATA atau Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran. Mekanisme ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap: termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit.
Hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan. “Sisa dana yang telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA bersamaan dengan pembayaran tahap 2,” ujarnya.
Proses Distribusi dan Administrasi
Realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.801 unit dari rencana awal 25.644 unit. Seluruh unit motor yang diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen. Produksi dilakukan di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.
Saat ini, seluruh kendaraan tersebut masih dalam tahap penyelesaian administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum didistribusikan. Pendistribusian akan dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan operasional di masing-masing wilayah.
“Motor listrik ini belum didistribusikan. Kami memastikan seluruh proses administrasi, termasuk pencatatan sebagai BMN, diselesaikan terlebih dahulu agar penggunaannya tertib, transparan, dan akuntabel,” tegas Dadan.
Kantor Tanpa Plang Nama
Lalu lalang kendaraan di salah satu jalan kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tampak padat pada Jumat (10/4/2026) siang. Di tengah kepadatan itu berdiri sebuah bangunan menyerupai rumah tinggal dengan pagar kayu cokelat dan besi hitam. Bangunan dua lantai tersebut diketahui sebagai rumah milik bos PT Yasa Artha Trimanunggal, induk perusahaan dari PT Adlas Sarana Elektrik yang disebut-sebut menjadi pemenang tender motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bangunan itu tampak tertutup rapat. Dari pantauan di lokasi, hanya sesekali terlihat orang keluar-masuk setelah menekan tombol di samping pagar. Akses yang terbatas menambah kesan eksklusif. Dari luar, bangunan modern itu terlihat mewah dengan pohon pinus di pot di lantai dua, sementara bagian dalam tak terlihat karena pagar tinggi hampir menyentuh tembok pembatas antar lantai.











