Razia Balap Liar di Kabupaten Pringsewu, Puluhan Remaja Diamankan
Di malam hari, beberapa ruas jalan di Kabupaten Pringsewu sering menjadi tempat yang ramai bagi sejumlah remaja. Namun, bukan untuk kegiatan positif. Malam itu justru menjadi ajang balap liar yang mengundang banyak perhatian dari warga sekitar.
Balap liar ini sering kali dilakukan di lokasi-lokasi tertentu yang dianggap aman oleh para pelaku. Suara knalpot yang meraung dan kecepatan tinggi membuat suasana malam terasa lebih hidup. Namun, aksi ini juga menyebabkan kekhawatiran bagi warga setempat karena dinilai membahayakan keselamatan.
Pada akhir pekan lalu, razia besar-besaran dilakukan oleh pihak kepolisian. Operasi ini berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) malam hingga Minggu (12/4/2026) dini hari. Tim gabungan dari Polres Pringsewu melakukan penindakan terhadap para pelaku balap liar.
Dalam operasi tersebut, puluhan remaja berhasil diamankan, sementara 14 unit sepeda motor disita sebagai barang bukti. Razia ini dilakukan di beberapa titik yang selama ini diketahui sebagai lokasi rawan balap liar.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran antara lain:
- Jalan Lintas Barat Sumatera, khususnya di areal persawahan Pekon Wates dan Pekon Blokarto, Kecamatan Gadingrejo.
- Kawasan komplek perkantoran Pemerintah Daerah Pringsewu.
- Jalan Raya Sukoharjo.
Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Priyono menjelaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan bahwa aktivitas balap liar tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
Menurut Priyono, beberapa lokasi tersebut sebelumnya sudah beberapa kali dibubarkan secara persuasif oleh petugas. Namun, karena aksi balap liar masih terus berulang, polisi akhirnya mengambil langkah penindakan melalui razia dan penyitaan kendaraan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menekan pelanggaran lalu lintas serta menciptakan situasi yang aman dan tertib di jalan raya. Sebanyak 14 unit sepeda motor yang digunakan untuk balap liar kini diamankan di kantor polisi.
Sementara para pemilik kendaraan setelah dilakukan pendataan dan pembinaan diperbolehkan pulang, namun kendaraan tetap ditahan sebagai bagian dari proses penindakan.
Lebih lanjut, Priyono mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak terlibat dalam aktivitas negatif seperti balap liar. “Selain membahayakan diri sendiri, juga berpotensi mencelakai orang lain. Kami harap generasi muda dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga meminta peran aktif orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama pada malam hari. Langkah ini dinilai penting agar para remaja tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat merusak masa depan maupun berpotensi melanggar hukum.
Penindakan Tegas untuk Mencegah Kembali Terjadinya Balap Liar
Operasi yang dilakukan oleh Polres Pringsewu ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam menangani masalah balap liar. Selain memberikan efek jera kepada pelaku, operasi ini juga bertujuan untuk memberi pesan kepada masyarakat bahwa balap liar tidak bisa dibiarkan terus berlangsung.
Dengan adanya razia dan penyitaan kendaraan, diharapkan para remaja akan lebih sadar akan bahaya dari aktivitas tersebut. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya.
Polisi juga menyarankan agar para remaja menggunakan waktu luang mereka untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti olahraga atau belajar. Dengan begitu, potensi untuk terlibat dalam aktivitas ilegal dapat diminimalkan.
Orang tua juga diminta untuk lebih aktif dalam mengawasi anak-anaknya. Dengan keterlibatan orang tua, diharapkan dapat mencegah anak-anak terjerumus dalam perilaku yang tidak sesuai dengan norma masyarakat.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











