"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Mayat Lansia Tanpa Kepala Ditemukan di Kali Konteng, Polisi: Korban Meninggal Lebih dari 8 Jam Lalu

Identitas Mayat Tanpa Kepala di Jembatan Kali Konteng Terungkap

Identitas mayat yang ditemukan tanpa kepala di Jembatan Kali Konteng, Dusun Pereng Kembang, Balecatur, Gamping Kabupaten Sleman akhirnya terungkap. Korban diduga adalah seorang laki-laki lanjut usia berinisial NR, dengan usia sekitar 70 tahun. Korban merupakan warga Sidoarum, Godean, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban meninggal lebih dari 8 jam sebelum ditemukan. Informasi ini disampaikan oleh Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, yang menjelaskan bahwa petugas Polsek Gamping telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan bersama Tim Inafis Polresta Sleman serta Petugas Medis dari Puskesmas Gamping.

Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan ciri khusus pada tubuh korban, yaitu adanya bekas luka penyakit pada bagian atas mata kaki kanan. Berdasarkan kondisi tersebut, mereka menyimpulkan bahwa korban sudah meninggal lebih dari 8 jam sebelum ditemukan. Setelah dilakukan pemeriksaan, mayat korban dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Gamping untuk proses lebih lanjut.

Penemuan Mayat Saat Kerja Bakti

Penemuan mayat ini bermula saat warga Dusun Pereng Kembang bekerja sama dengan pihak Kelurahan Balecatur melakukan kerjabakti membersihkan Kali Konteng di seputar lokasi kejadian. Kali Konteng tertutup oleh berbagai macam sampah dan ranting pohon maupun bambu yang terbawa arus banjir sehari sebelumnya.

Kerja bakti menggunakan alat berat excavator untuk mengeruk sampah-sampah yang menutup aliran sungai. Pada saat pengerukan dilakukan, sekitar pukul 10.00 WIB, warga dan sopir alat berat melihat ada tangan manusia di antara tumpukan sampah. Setelah memastikan kebenarannya, warga langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek Gamping.

Korban Sudah Pikun

Selama proses evakuasi, tiga orang datang dan meyakini bahwa mayat tersebut adalah orang tuanya. Mereka mengenali ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban, bentuk kaki korban, serta luka penyakit kulit pada bagian atas mata kaki kanan.

Menurut keluarga, korban sudah mengalami pikun dan seringkali hilang atau pergi dari rumah tanpa bisa kembali pulang. Korban terakhir kali terlihat meninggalkan rumah atau tidak terlihat di rumah pada hari Jumat, 10 April 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.

Pada hari Sabtu, 11 April 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, keluarga korban datang ke Polsek Godean untuk melaporkan kejadian orang hilang. Namun, petugas memberi informasi bahwa ada penemuan mayat laki-laki di Kali Konteng. Setelah itu, keluarga datang ke tempat kejadian dan meyakini bahwa mayat yang ditemukan adalah orang tua mereka.

Keluarga Menerima Kejadian

Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan siap menerima kondisi korban apa adanya. Mereka juga menyatakan tidak akan menuntut secara hukum terkait kejadian ini.

Proses Penanganan dan Investigasi

Petugas kepolisian masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban dan apakah ada indikasi tindak pidana. Selain itu, pihak keluarga juga diminta untuk memberikan data lebih lengkap mengenai riwayat kesehatan dan kebiasaan korban sebelum hilang.




Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *