"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Profil Airlangga Hartarto, Otak Kebijakan Ekonomi RI



Indonesia akan kembali menyelenggarakan Indonesia Data and Economic (IDE) Future Forum 2026 pada 15 April 2026 di The Ballroom, Djakarta Theater. Dengan tema “Adapting to What Comes Next”, acara ini menjadi forum strategis yang mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk membahas arah kebijakan, ekonomi, dan inovasi berbasis data di Indonesia.

IDE Future Forum 2026 juga akan menjadi ruang diskusi penting untuk memahami tantangan dan peluang di masa depan serta menyiapkan langkah strategis menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Salah satu pembicara utama dalam acara ini adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang akan memberikan pidato dengan topik “Empowering Indonesia’s Middle Class: Fiscal Innovation for Resilient Growth”.

Airlangga Hartarto adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia periode 2024-2029 dalam Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo-Gibran. Sebelumnya, ia juga menjabat posisi yang sama pada periode 2019-2024 dalam Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo-K.H Ma’ruf Amin.

Karier politik Airlangga dimulai ketika ia masuk ke DPR pada tahun 2004. Selama tiga periode, ia menjadi anggota DPR, yaitu pada 2004-2009, 2009-2014, dan 2014-2019. Pada periode 2009-2014, ia bertugas sebagai Ketua Komisi VI DPR-RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, dan BUMN. Sedangkan pada periode 2014-2019, ia menjabat di Komisi VII yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan riset teknologi.

Sebelum resmi mengundurkan diri, Airlangga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode 2017-2024. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Bendahara DPP Golkar pada tahun 2004-2009. Selain itu, Airlangga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada tahun 2016-2019 selama masa pemerintahan Jokowi.

Selain aktif dalam dunia politik, Airlangga juga pernah menjabat beberapa posisi penting di berbagai organisasi. Contohnya, ia pernah menjadi Ketua Dewan Insinyur PII, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Ketua Umum Pengurus Besar Wushu, hingga Ketua Dewan Pertimbangan Bapera. Meski telah mundur dari kursi Ketua Umum Partai Golkar, karier dan pengaruhnya tetap terasa di berbagai bidang.

Airlangga Hartarto lahir pada 1 Oktober 1962 di Surabaya, Jawa Timur. Ia dikenal sebagai tokoh politikus sekaligus pengusaha asal Indonesia. Anak dari Hartarto Sastrosoenarto dan Hartini Hartarto ini menyelesaikan pendidikannya di SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1981, kemudian meraih gelar di jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada tahun 1987.

Selama masa kuliah, Airlangga aktif sebagai Wakil Ketua OSIS di SMA Kanisius dan terpilih sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Ia juga menjabat sebagai Ketua Barisan Muda KOSGORO 1957. Setelah lulus, ia melanjutkan studi di AMP Wharton School, Universitas Pennsylvania, dan lulus pada tahun 1993. Selanjutnya, ia meraih gelar MBA dari Universitas Monash, Australia, pada tahun 1996, dan Master of Management Technology (MMT) dari Universitas Melbourne, Australia, pada tahun 1997.

Pada 2019, Airlangga dianugerahi gelar Doktor Kehormatan dalam Kebijakan Pembangunan dari The Korea Development Institute (KDI) School of Public Policy and Management di Korea Selatan. Tahun 2020, ia mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa di bidang Manajemen Olahraga dari Universitas Negeri Semarang. Airlangga menikah dengan Yanti K. Isfandiary dan memiliki enam anak, yaitu Adanti, Ravindra, Audi, Dines, Bianda, Latascha, Maisara, dan Natalie.

Mengutip dari berbagai sumber, Airlangga mengagumi ajaran Mahatma Gandhi tentang tujuh hal yang harus dihindari, yakni kaya tanpa bekerja, kesenangan tanpa kesadaran, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moral, ilmu tanpa kemanusiaan, penghargaan tanpa pengorbanan, dan politik tanpa prinsip.

Airlangga Hartarto juga menulis buku berjudul “Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia” (terbitan Andi Offset, Yogyakarta, 2004). Ia adalah putra dari Ir. Hartarto yang pernah menjabat Menteri Perindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993), serta Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

Demikian informasi mengenai profil Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang akan menjadi salah satu narasumber dalam IDE Future Forum 2026.

Faiqa Amalia

Jurnalis yang fokus pada isu pendidikan, karier, dan pengembangan diri. Ia suka membaca buku motivasi, mengikuti seminar online, dan menulis rangkuman belajar. Hobinya adalah minum teh sambil menenangkan pikiran. Motto: “Pengetahuan harus dibagikan, bukan disimpan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *