"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

AS akan tangkap kapal Iran di perairan internasional

Penyitaan Kapal Iran oleh Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan akan melakukan penyitaan terhadap kapal dagang Iran yang berlayar di laut internasional. Selain itu, AS juga akan menyita kapal-kapal yang berupaya memasok barang ke Iran. Langkah ini disebut sebagai bagian dari operasi Economic Furry yang bertujuan untuk menghancurkan ekonomi Iran agar negara tersebut tidak bisa mengembangkan program nuklir dan melakukan perlawanan terhadap AS.

Operasi Economic Furry sebagai Strategi Ekonomi

Menurut pernyataan Kepala Staf Gabungan Militer AS, Dan Caine, penyitaan kapal ini dilakukan sebagai bagian dari operasi Economic Furry. Operasi ini merupakan upaya AS untuk menghancurkan ekonomi Iran dengan cara mengejar setiap kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang berupaya memberikan dukungan material kepada Iran. Hal ini termasuk kapal-kapal armada gelap yang membawa minyak Iran.

Caine menjelaskan bahwa salah satu cara untuk melakukan operasi Economic Furry adalah dengan menyita kapal Iran dan kapal-kapal ilegal yang berupaya memasok barang ke Iran. Kapal-kapal tersebut menjadi sumber pendapatan utama Iran untuk mendanai perang mereka. Namun, kapal-kapal tersebut sering kali berlayar secara ilegal.

“Seperti yang sebagian besar dari Anda ketahui, kapal-kapal armada gelap adalah kapal-kapal terlarang atau ilegal yang menghindari peraturan internasional, sanksi, atau persyaratan asuransi,” lanjut Caine.

Peningkatan Tekanan terhadap Iran

Operasi Economic Furry menunjukkan bahwa AS kini semakin menekan Iran dari segala aspek, termasuk dari aspek ekonomi. Dari aspek militer, AS sudah melakukan operasi Epic Furry, yang terwujud dalam serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu. Namun, segala bentuk serangan AS dan Israel ke Iran kini sudah mereda. Sebab, AS telah menyepakati gencatan senjata dengan Iran pada 7 April lalu. Gencatan senjata tersebut dikabarkan bakal rampung pada 22 April mendatang.

Blokade Pelabuhan Iran

Saat ini, AS masih memblokade semua pelabuhan milik Iran. Upaya ini praktis membuat kapal-kapal dari seluruh dunia tidak bisa masuk dan keluar dari pelabuhan yang ada di negara mayoritas Islam Syiah tersebut. Menurut keterangan Pusat Komando Militer AS (CENTCOM), blokade ini dilakukan untuk menekan Iran agar segera menyepakati perdamaian dengan AS. Sebab, negosiasi perdamaian yang dilakukan AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada pekan lalu berakhir nihil tanpa kesepakatan berarti.

Imbasnya, Iran kini kembali menutup Selat Hormuz. Padahal, mereka sebelumnya sudah bersedia membuka selat tersebut secara penuh. Pembukaan tersebut baru dimulai pada Jumat (17/4/2026).

Tindakan Lanjutan oleh AS

Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran usai AS Terapkan Blokade Laut

AS Serang 20 Kapal Iran di Dekat Sri Lanka, Dianggap Ancaman

Iran Buka Selat Hormuz, Trump: Blokade Militer AS Tetap Dilakukan

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *