"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Sebaliknya dengan Menteri, Dicky Wijaya Tak Berani Sanksi ASL Batam

Kecelakaan Kerja di PT ASL Shipyard Indonesia

Pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan lima kru kapal menjadi korban. Kejadian tersebut terjadi saat tug boat Mega memandu kapal kargo Kyparissia berbendera Malta masuk docking. Satu kru dinyatakan selamat, sedangkan empat lainnya meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian.

Korban yang meninggal dunia adalah Abdul Rahman sebagai kapten, Guntur Pardede sebagai chief, Jhonson Bertuahman Damanik sebagai KKM, dan Yusuf Tankin yang merupakan second engineer. Sementara M. Habib Ansyari selaku ABK berhasil diselamatkan.

Penanganan oleh Disnakertrans Kepri

Hingga saat ini, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri belum memberikan komentar mengenai sanksi yang akan diberikan kepada PT ASL Shipyard Indonesia atas kecelakaan tersebut. Kepala Disnakertrans Kepri, Dicky Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam proses pemeriksaan.

“Kita pelajari dulu, karena kasus kecelakaan ini kondisinya di laut. Apakah ada hubungannya dengan PT ASL,” ujar Dicky.

Ia menjelaskan bahwa untuk kasus yang terjadi di laut, Disnakertrans Kepri tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi. “Ini lebih kepada Dinas Perhubungan dan juga instansi yang berhubungan dengan laut,” tambahnya.

Dicky menekankan bahwa Disnakertrans lebih fokus pada pengawasan hak-hak pekerja. “Jadi saat ini kita memastikan seluruh pekerja tertangani haknya sesuai dengan aturan perundang-undangan,” ujarnya.

Rentetan Kecelakaan di PT ASL Shipyard Indonesia

PT ASL Shipyard Indonesia telah menjadi sorotan publik akibat rentetan kecelakaan kerja yang terjadi sepanjang 2025 hingga awal 2026. Dalam kurun waktu kurang dari setahun, terjadi empat insiden yang tiga di antaranya berujung fatal. Total 20 pekerja kehilangan nyawa.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi jika manajemen PT ASL mengabaikan tujuh rekomendasi perbaikan yang telah diberikan.

“Ada tujuh rekomendasi yang harus diikuti oleh PT ASL Shipyard. Beberapa sudah diperbaiki, tapi masih banyak risiko kecelakaan kerja. Jika tidak di-follow up, kami tidak segan-segan memberikan sanksi,” tegasnya saat meninjau langsung lokasi di Batam, Selasa.

Deretan Insiden Mematikan

Tragedi pertama terjadi pada 24 Juni 2025 saat kebakaran melanda kapal MT Federal II. Empat pekerja meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka. Belum pulih dari duka, insiden kembali terjadi pada 15 Oktober 2025 di kapal yang sama. Kali ini 14 pekerja tewas dan 17 lainnya mengalami luka.

Selanjutnya, pada 29 Desember 2025 dua pekerja meninggal akibat tersengat listrik saat pengecatan kapal. Kebakaran kembali terjadi pada 25 Januari 2026, meski tanpa korban jiwa.

Tujuh Rekomendasi Wajib

Kepala Disnakertrans Kepri Diky Wijaya mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengeluarkan tujuh rekomendasi wajib sejak November 2025. Berikut adalah tujuh rekomendasi tersebut:

  • Pertama, manajemen diminta menunda sementara pekerjaan di Kapal Federal II.
  • Kedua, seluruh ruang dan tangki yang memiliki akses udara ke area kerja wajib dibersihkan dari bahan mudah terbakar.
  • Ketiga, perusahaan wajib menunjuk Ahli K3 bidang lingkungan kerja serta teknisi K3 untuk deteksi gas dan pekerjaan ruang terbatas, sesuai Permenaker Nomor 11 Tahun 2023 dan Permenaker Nomor 9 Tahun 2016.
  • Keempat, penyediaan sarana prasarana K3 ruang terbatas seperti blower, exhaust, dan personal gas detector bagi pekerja.
  • Kelima, pemberian peringatan tegas kepada HSE Manager dan Ship Repair Manager atas dugaan kelalaian pelaksanaan K3.
  • Keenam, setiap perbaikan kapal bermuatan minyak mentah atau kimia wajib mengikuti prosedur dan syarat kerja ketat.
  • Ketujuh, sebagai kontraktor utama, PT ASL wajib memastikan seluruh subkontraktor mematuhi regulasi K3.

“Seluruh rekomendasi ini wajib dilaksanakan. Jika tidak, sanksi bisa diberikan,” tegas Diky.

Keselamatan Pekerja Menjadi Prioritas Utama

Kini, perhatian publik tertuju pada komitmen perusahaan menjalankan pembenahan. Di balik aktivitas galangan kapal yang padat dan berisiko tinggi, keselamatan pekerja menjadi harga yang tidak boleh lagi dibayar dengan nyawa.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *