Profil Abu Janda, Relawan Politik yang Diusir dari Acara Talkshow TV
Abu Janda kini menjadi sorotan setelah diusir dari acara Talkshow TV saat sedang menghadapi debat panas. Nama aslinya kini terungkap, dan sosoknya mulai dikenal oleh banyak orang.
Siapa Sebenarnya Abu Janda?
Abu Janda adalah seorang relawan politik yang dikenal sebagai pegiat media sosial. Nama panggungnya, Abu Janda, diciptakan pada Desember 2014 sebagai parodi terhadap teroris ISIS asal Indonesia bernama Abu Jandal Al Indonesi. Permadi Arya, nama asli dari Abu Janda, mempermainkan kata “Jandal” menjadi “Janda” dan “Al-Indonesi” menjadi “Al-Bollywoodi” untuk melawan radikalisme dengan menggunakan humor. Dengan demikian, ia menggunakan nama Abu Janda Al-Bollyiwoodi.
Permadi Arya lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973. Saat ini, ia berusia 52 tahun. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang cukup menjanjikan. Pada April 1997, ia menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School Singapura. Kemudian, ia melanjutkan studinya hingga meraih gelar Sarjana Business & Finance di University of Wolverhampton, Inggris, pada tahun 1999.
Sebelum menjadi pegiat media sosial, Permadi Arya pernah bekerja sebagai karyawan di berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta hingga tambang batu bara. Setelah itu, ia memasuki dunia relawan politik, terutama dalam Pilpres.
Perjalanan Karier sebagai Relawan Politik
Pada Pilpres 2019, Permadi Arya bergabung sebagai pegiat media sosial dan influencer tim sukses Joko Widodo. Sementara pada Pilpres 2024, ia menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto. Ia bergabung ke dalam Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.
Permadi Arya juga memiliki akun Instagram terverifikasi dengan nama @permadiaktivis2 dan memiliki hampir 800 ribu pengikut. Dalam bio akunnya, ia menulis: “MENTERI AGAMA (unofficial), RESEARCHER (Peneliti) sejarah Israel Palestina.”
Pada April 2025 lalu, media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya poster yang menyebutkan bahwa Permadi Arya diangkat sebagai Komisaris PT Jasamarga Tollroad Operator atau JMTO. Namun, kabar tersebut dibantah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Debat Panas di Acara Talkshow TV
Baru-baru ini, Permadi Arya hadir sebagai salah satu narasumber dalam sebuah acara Talkshow TV. Pada awal diskusi, ia beberapa kali terlibat perdebatan dengan narasumber lainnya. Ia bahkan sempat melontarkan kata-kata kasar serta umpatan selama berlangsungnya acara.
Situasi semakin memanas ketika pakar hukum tata negara, Feri Amsari, menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia memiliki utang moral yang besar kepada bangsa Palestina terkait dukungan terhadap pengakuan kemerdekaan Indonesia. Namun, sebelum Feri menuntaskan penjelasannya, Permadi Arya lebih dulu menyela pembicaraan dan menolak pernyataan yang disampaikan tersebut.
“Enggak ada utang sama bangsa Palestina, utang apaan? Jangan ngaco, enggak ada utang,” seru Permadi Arya, dikutip dari YouTube iNews TV.
Perdebatan antara Permadi Arya dan Feri Amsari terus berlanjut hingga Feri menilai bahwa Permadi seharusnya keluar dari ruang dialog yang merupakan ruang publik. Mendengar pernyataan tersebut, Permadi Arya langsung berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Feri Amsari yang berada di sisi lain sambil menyatakan bahwa ia akan pergi tanpa perlu diminta.
Feri kemudian menanggapi dengan melontarkan komentar yang bernada sindiran. Ucapan itu pun dibalas oleh Permadi Arya dengan kata-kata kasar sehingga suasana semakin memanas.
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, pembawa acara Aiman Witjaksono segera menegur Permadi Arya agar menjaga ketertiban dalam diskusi, namun teguran tersebut tidak dihiraukan.
“Hei, tidak boleh. Saya peringatkan Anda, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar! Silakan keluar!” ungkap Aiman dengan nada tinggi.











