"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Cara Gus Yahya Bubarin Banser di KPK via Telepon, Amarah Gus Yaqut Diamankan

Penahanan Gus Yaqut dan Reaksi Keras dari Simpatisannya

Penahanan terhadap Gus Yaqut atas dugaan korupsi kuota haji senilai Rp 622 miliar memicu reaksi keras dari para simpatisannya. Massa Banser yang datang dari berbagai penjuru bahkan sempat berbuka puasa di aspal jalan dan menutup akses lalu lintas sebagai bentuk protes.

Namun, aksi tersebut mencapai titik antiklimaks ketika asisten Gus Yahya menyambungkan telepon ke orator aksi. Gus Yahya meminta seluruh kader untuk bersikap tawakal dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Allah.

Suasana di Depan Gedung Merah Putih KPK

Suasana panas di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendadak hening pada Kamis (12/3/2026) malam. Ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang sempat beringas memprotes penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut), akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Ketegangan yang memuncak berhasil dipadamkan hanya melalui sebuah instruksi “dawuh” yang disampaikan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), melalui sambungan telepon.

Penahanan Terhadap Gus Yaqut

Pada Kamis (12/3/2026) malam, sekira pukul 18.45 WIB, Gus Yaqut resmi keluar dengan balutan rompi tahanan oranye bernomor dada 129. Berdasarkan pantauan di lokasi, Gus Yaqut turun didampingi sejumlah penyidik dengan langkah terjaga.

Sambil menggenggam erat sebuah map bermotif batik, Yaqut sempat memberikan pembelaan terakhirnya. “Saya tidak pernah menerima sepeser pun. Saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah,” tegas Gus Yaqut, sebelum memasuki mobil tahanan menuju rutan.

Penahanan terhadap Yaqut merupakan babak baru penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024. Semasa menjabat Menteri Agama RI, Gus Yaqut diduga secara sepihak membagi 20.000 kuota tambahan dengan porsi 50:50, yang dinilai menabrak aturan prioritas jemaah reguler.

Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), praktik ini diduga merugikan negara hingga Rp622 miliar.

Aksi Massa Banser Memanas di Depan Gedung KPK

Sementara itu, kondisi di luar gedung Merah Putih KPK sudah membara sejak Kamis sore. Ratusan anggota Banser yang datang dengan tujuh unit bus menunjukkan militansi luar biasa. Saat azan Magrib berkumandang, massa bahkan berbuka puasa bersama di atas aspal hingga menutup setengah jalur jalan raya.

Solidaritas tanpa batas ini bukan tanpa alasan. Hal ini berakar dari posisi strategis Gus Yaqut sebagai Ketua Umum PP GP Ansor periode 2015–2024. Bagi Banser, Gus Yaqut bukan sekadar mantan pejabat negara, melainkan sosok pemimpin yang telah menakhodai organisasi mereka selama hampir satu dekade.

Kedekatan emosional dan ideologis sebagai mantan panglima tertinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) inilah yang memicu gelombang perlawanan di depan gedung lembaga antirasuah tersebut.

Ketegangan memuncak saat Gus Yaqut dipastikan ditahan. Teriakan “KPK Zalim” menggema dibarengi aksi massa menggoyangkan pagar besi Gedung KPK dengan keras. Di sudut lain, seorang anggota Banser melepas seragamnya dan membakar sebuah kaos hitam bertuliskan “KPK” hingga hangus sebagai simbol mosi tidak percaya.

“Kalau sahabat Yaqut disakiti, maka mendidih darah kami! Kami tidak akan bubar sebelum sahabat Yaqut pulang!” teriak salah satu orator dari atas mobil komando. Di tengah aksi, mereka juga sempat “mengetuk pintu hati” Presiden Prabowo Subianto agar memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi Gus Yaqut.

Cara Gus Yahya Redam Amarah dan Bubarkan Banser

Situasi massa yang panas mencapai titik antiklimaks sekira pukul 19.40 WIB. Sebuah instruksi muncul dari balik sambungan telepon Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, yang tersambung melalui ponsel asisten pribadinya di lokasi.

“Gus Yahya ingin dawuh (berpesan) kepada kita semua, sebagai orang tua kita,” ujar sang orator yang langsung disambut kesunyian khidmat oleh massa. Dalam sambungan telepon itu, Gus Yahya meminta massa untuk bersikap tawakal.

“Aspirasi sahabat-sahabat sudah disampaikan, dan sekarang kita pasrahkan, kita meminta kepada Allah agar dibukakan hati semua orang,” ucap Gus Yahya. Gus Yahya pun meminta massa menyabarkan hati dan kembali ke rumah masing-masing dengan tertib.

Mendengar perintah tersebut, massa yang tadinya beringas perlahan merapikan barisan dan membubarkan diri.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *