Pejabat Pemkab Tulungagung Dibawa ke Jakarta Setelah Diperiksa KPK
Sejumlah pejabat dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung dibawa meninggalkan Polres Tulungagung setelah menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka diduga terlibat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Rombongan tersebut berangkat menggunakan bus milik PO Harapan Jaya dari halaman Polres Tulungagung pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.25 WIB.
Bus dengan pelat nomor AG 7064 US ini dikawal oleh kendaraan dari Satuan Lalu Lintas. Seluruh tirai atau kelambu bus ditutup rapat sehingga tidak terlihat siapa saja yang berada di dalamnya. Sebelumnya, para pejabat tersebut menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK hingga malam hari di Polres Tulungagung.
Perjalanan ke Surabaya dan Jakarta
Rombongan pejabat tersebut terlebih dahulu dibawa ke Surabaya sebelum selanjutnya diterbangkan menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK. Langkah ini merupakan prosedur awal dalam penanganan kasus OTT yang sedang didalami oleh penyidik KPK.
Total ada 12 orang yang ikut dalam rombongan menuju Surabaya sebelum dibawa ke Jakarta. Mayoritas mereka merupakan pejabat setingkat Kabag dan Kepala Dinas. Namun juga ada staf, ajudan, bahkan adik kandung Bupati Gatut. Beberapa nama yang tercatat antara lain:
- Kabag Pemerintahan: Arif Effendi
- Adik Bupati: Jatmiko Dwijo Seputro
- Staf Bagian Umum: Oki
- Kabag Kesra: Makrus Mannan
- Kepala Dinas Pertanian: Suyanto
- Kepala Satpol PP: Hartono
- Kabag Umum: Yulius Rama Isworo
- Kepala Dinas PUPR: Erwin Novianto
- Kabag Prokopim: Aris Wahyudiono
- Kepala Bakesbangpol: Agus Prijanto Utomo
- Ajudan Bupati: Yoga Dwi Ambal
- Kepala BPKAD: Dwi Hari Subagyo
Pejabat yang Tidak Ikut dalam Rombongan
Tidak semua pejabat yang sebelumnya terlihat di Polres Tulungagung ikut dalam rombongan bus tersebut. Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Tulungagung, Soeroto, tidak terlihat ikut berangkat bersama rombongan. Selain itu, tiga pejabat perempuan juga tidak ikut dalam perjalanan tersebut, yakni:
- Kepala Dinas Kesehatan: Desi Lusiana Wardani
- Direktur RSUD dr Iskak: Zuhrotul Aini
- Kepala Dinas Sosial: Reni Prasetyawati
Nama Reni sebelumnya tidak diketahui wartawan karena kedatangannya ke Polres tidak terlihat. Intan, yang merupakan staf Tata Pemerintahan, juga tidak ikut rombongan. Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan, ia datang ke Polres hanya untuk mengantarkan barang milik Kepala Bagian Pemerintahan, Arif Effendi.
Penanganan Kasus OTT oleh KPK
KPK hingga kini masih melakukan pendalaman terkait pihak-pihak yang diduga terlibat dalam OTT tersebut. Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, saat dihubungi awak media, pada Jumat malam, membenarkan adanya OTT KPK di Tulungagung. “Benar (OTT KPK Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo),” ujarnya singkat, Jumat (10/4/2026) malam.











