"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"
Budaya  

Meski Panas, Puluhan Ribu Remaja GMIM Semangat Rayakan Paskah di Bitung

Puluhan Ribu Remaja dan Pembina GMIM Memeriahkan Selebrasi Paskah di Bitung

Puluhan ribu remaja dan pembina remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) berkumpul di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), pada Sabtu (11/4/2026). Mereka berasal dari tujuh kabupaten dan kota di wilayah rayon pelayanan GMIM. Acara ini menjadi momen penting dalam rangkaian selebrasi Paskah Remaja Sinode GMIM tahun 2026.

Sejak pagi hari, para peserta tiba di Lapangan Kelurahan Madidir Weru, Kecamatan Madidir, Kota Bitung. Lokasi ini menjadi tempat ibadah agung sekaligus garis start pawai selebrasi. Peserta datang dengan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil roda empat, bus, angkot, hingga sepeda motor. Mereka juga membawa atribut jemaat seperti panji-panji berbagai ukuran, baliho besar bertuliskan nama jemaat atau wilayahnya, serta alat musik drum band dan marching band yang mengiringi perjalanan pawai.

Para peserta terlihat antusias, meskipun cuaca terik menyengat. Mereka bernyanyi, bersorak, dan menunjukkan kegembiraan sepanjang rute selebrasi. Di tengah perjalanan, hujan turun, namun hal itu tidak mengurangi semangat mereka. Bahkan, beberapa peserta melompat-lompat kegirangan saat hujan turun.

Ada juga peserta yang menampilkan pawai alegori. Salah satu yang menarik perhatian adalah peserta dari Remaja GMIM Jemaat Baitlahim Kauneran Wilayah Sonder 1, yang memperagakan tiga ekor kuda. Tampilan ini sebelumnya juga pernah muncul dalam acara Selebrasi Paskah Pemuda Sinode GMIM dan HUT ke 100 tahun pada Senin (6/4/2026).

Di akhir rute, para peserta yang mengikuti lomba pawai kreatif memberikan yel-yel yang penuh semangat. Dalam pawai alegori, mereka memperagakan kisah Yesus Kristus, mulai dari penganiayaan, penyaliban, hingga kebangkitannya. Selain itu, ada representasi Adam dan Hawa di taman Eden, serta sosok Yesus yang terluka akibat cambukan, memakai mahkota duri, dan memikul salib.

Pemukulan alat tradisional Tetengkoren menjadi tanda dimulainya lomba pawai kreatif, alegori, dan peserta terbanyak. Upacara pemukulan dilakukan oleh beberapa tokoh penting, seperti Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Adolf Wenas, Komisi Pelayanan Remaja Sinode (KPRS) GMIM Penatua (Pnt) dr Michaela Elsiana Paruntu (MEP), Kadispora Provinsi Sulut Audy Pangemanan, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Walikota Randito Maringka, Ketua Umum Panitia Pelaksana Rudy Theno, serta Forkopimda Bitung.

Beberapa peserta mengungkapkan bahwa persiapan untuk acara ini sudah dilakukan sejak subuh. Mereka juga menyampaikan rasa bangga atas partisipasi mereka dalam acara ini. “Bitung panas, tapi kami remaja GMIM tetap semangat dalam berselebrasi,” ujar sekelompok peserta ketika diwawancarai oleh jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang pawai, tetapi juga menjadi wadah untuk menunjukkan kekayaan budaya dan iman para remaja GMIM. Dengan semangat dan kreativitas yang tinggi, mereka berhasil menciptakan momen yang tak terlupakan dalam rangkaian selebrasi Paskah Remaja Sinode GMIM tahun 2026.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *