Iran Tetapkan Syarat Sebelum Perundingan Dimulai
Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) akan berlangsung di Islamabad, Pakistan. Namun, sebelum perundingan dimulai, Iran menetapkan dua prasyarat yang harus dipenuhi. Kedua syarat tersebut adalah gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang dibekukan. Jika kedua hal ini tidak terpenuhi, perundingan dapat batal.
Prasyarat yang Harus Dipenuhi
Mohammad Bagher Ghalibaf, Pemimpin Parlemen Iran, mengungkapkan bahwa dua langkah yang disepakati bersama belum dilaksanakan. Ia menyebutkan bahwa gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang diblokir harus dipenuhi sebelum negosiasi dimulai. Hal ini ditegaskan melalui cuitan di media sosial X, yang dikutip dari CNBC, via kompas.tv.
“Dua dari langkah-langkah yang disepakati bersama antara kedua pihak belum dilaksanakan, gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang diblokir sebelum dimulainya negosiasi,” kata Ghalibaf.
AS Siap Bernegosiasi Tapi Beri Peringatan Keras
Meski AS terbuka untuk negosiasi, mereka memberikan peringatan keras kepada Iran. Wakil Presiden AS JD Vance, yang menjadi pemimpin delegasi AS, menyatakan bahwa negosiasi akan positif jika Iran beritikad baik. Namun, ia juga memperingatkan bahwa AS tidak akan bersikap lunak jika Iran dianggap bermain-main dalam perundingan.
“Kami menentukan negosiasi ini. Seperti yang dikatakan presiden AS (Donald Trump), jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu bersedia menjulurkan tangan terbuka,” katanya.
“Tetapi jika mereka mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan mendapat tim negosiasi tak akan begitu responsif,” tambah Vance.
Trump Ancam Iran Jika Perundingan Damai Gagal
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran jika perundingan damai di Pakistan gagal. Ia menyatakan bahwa kapal perang AS telah diisi amunisi terbaik untuk melanjutkan serangan ke Iran. Pernyataan ini diungkapkan Trump setelah Wakil Presiden JD Vance melakukan perjalanan ke Islamabad sebagai pemimpin delegasi perundingan.
JD Vance akan bergabung dengan Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner.
“Kita akan mengetahuinya dalam waktu sekitar 24 jam. Kita akan segera tahu,” ujar Trump dikutip dari New York Post, via kompas.tv.
“Kami sedang melakukan pengaturan ulang. Kami sedang mempersiapkan kapal-kapal dengan amunisi terbaik, senjata terbaik yang pernah dibuat. Bahkan lebih baik dari yang kami lakukan sebelumnya, dan kami telah menghancurkan mereka,” ucapnya.
Trump bahkan menegaskan bahwa amunisi yang disiapkannya merupakan senjata terbaik yang pernah dibuat.
“Bahkan pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang biasa kami gunakan untuk melakukan pemusnahan total,” tutur Trump.
“Jika kami tak mencapai kesepakatan, kami akan menggunakannya, dan melakukannya secara efektif,” ucapnya.
Delegasi yang Terlibat dalam Perundingan
Pada perundingan di Pakistan, Iran akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, dan pemimpin parlemen, Mohammad Bagher Ghalibaf. Trump mengaku tidak tahu bagaimana reaksi yang akan diberikan negosiator Iran dalam perundingan tersebut. Ia meragukan kejujuran dari pihak Iran pada negosiasi nanti.
“Anda berurusan dengan orang-orang yang kita tidak tahu apakah mereka mengatakan yang sebenarnya atau tidak,” ucapnya.
“Di depan kita, mereka menyingkirkan semua senjata nuklir, semuanya hilang. Dan kemudian mereka keluar ke pers dan mengatakan, ‘Tidak, kami ingin memperkaya uranium.’ Jadi kita akan mengetahuinya,” ucapnya.











