"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Panglima TNI: Pasukan UNIFIL Dirotasi Mei

Rotasi Personel TNI di Misi UNIFIL akan Berlangsung pada Mei 2026

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memastikan bahwa rotasi personel TNI yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan berlangsung pada bulan Mei mendatang. Menurut data dari Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, sebanyak 753 prajurit akan kembali dari Lebanon. Sebelumnya, rencana awalnya adalah mengirimkan 756 pasukan. Namun, tiga prajurit TNI gugur selama bertugas di misi UNIFIL.

“Mei, memang sudah habis (waktu masa tugasnya). Jadi, Mei kembali,” ujar Agus di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Rabu (15/4/2026) malam. Selain itu, ia juga menyebut ada satu prajurit TNI yang terluka dan akan dipulangkan untuk menjalani perawatan lebih lanjut di Jakarta. Pemerintah sedang mencari tiket pesawat bagi prajurit tersebut.

“Ada (personel) yang sudah membaik, alhamdulillah. Segera dikembalikan ke Jakarta untuk perawatan. Satu orang. Saat ini sedang dicarikan tiketnya (pesawat) untuk kembali,” ujar Jenderal bintang empat itu.

Pemerintah Tetap Kirim Pasukan TNI untuk Misi UNIFIL

Meski beberapa pihak mengkritik karena tiga prajurit TNI gugur dalam misi UNIFIL, pemerintah tetap memutuskan untuk melanjutkan penugasan prajurit TNI dalam misi perdamaian tersebut. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menarik semua personel dari Lebanon. Pengiriman pasukan tetap dilakukan sambil menjalankan evaluasi secara berkala baik ke dalam maupun ke luar.

“Oh, tidak ada untuk ke situ (menarik pasukan TNI dari UNIFIL),” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat (10/4/2026). Ia menambahkan, sikap pemerintah terkait penugasan pasukan di luar negeri telah ditegaskan oleh Panglima TNI dan Menteri Luar Negeri. Mereka menekankan komitmen terhadap peran prajurit Indonesia di dalam maupun luar negeri.

Menurut dia, pengiriman pasukan TNI ke UNIFIL merupakan bagian dari amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya dalam upaya menjaga ketertiban dunia.

“Jadi, saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai undang-undang pembukaan alinea empat, menertibkan, ketertiban dunia. Jadi, kami mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada,” imbuhnya.

Panglima TNI Minta Pasukan TNI Masuk ke Dalam Bunker untuk Berlindung

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan panggilan video kepada Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, Kolonel Inf Raja Gunung Nasution, usai markas UNIFIL Indonesia diserang militer Israel yang menewaskan tiga prajurit TNI. Dalam percakapan tersebut, Agus menekankan pentingnya perwira menengah menjaga moril prajurit yang bertugas di misi UNIFIL dan meningkatkan keamanan.

“Jaga moril prajurit yang bertugas di sana. Tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan lagi ke luar,” ujarnya seperti dikutip dari akun media sosial pada Sabtu (4/4/2026). “Tetap jaga moril prajurit ya agar tetap semangat. Selamat bertugas,” lanjutnya.

Kolonel Raja yang mendengar instruksi itu langsung merespons dengan kata siap. Ia pun juga menjanjikan menyampaikan instruksi itu kepada pasukan yang dipimpinnya di Lebanon.

“Siap, dilaksanakan, Panglima. Terima kasih atas arahannya. Kami sampaikan salam Panglima kepada seluruh prajurit. Garuda Prima!” kata Raja di dalam panggilan video itu.

TNI Akan Kembali Kirim 756 Pasukan ke Lebanon pada 22 Mei

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan, pihaknya tetap akan memberangkatkan 756 prajurit TNI untuk rotasi pasukan perdamaian di misi UNIFIL. Rencananya, ratusan prajurit TNI itu akan diberangkatkan pada akhir Mei 2026.

“Tanggal 22 Mei ini rencana rotasi akan segera dilaksanakan sesuai dengan waktu penugasan satu tahun. Kan sudah satu tahun lebih pasukan yang sebelumnya berada di sana,” ujar Iwan di Cimahi, Bandung pada Kamis (2/4/2026).

Keputusan untuk tetap mengirim pasukan ke misi UNIFIL menjadi tanda tanya bagi publik, sebab tiga prajurit TNI gugur akibat serangan militer Israel. Tiga prajurit itu gugur dalam dua insiden berbeda. Sedangkan lima prajurit TNI lainnya terluka dan masih mendapat perawatan di rumah sakit.





Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *