"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Pemda Sumbar Diminta Percepat Pendataan Banjir Sebelum Masa Darurat Berakhir

Percepatan Pendataan Dampak Bencana Banjir di Sumatra Barat

Pemerintah kabupaten dan kota di Sumatra Barat diminta segera mempercepat proses pendataan dampak bencana banjir. Proses ini harus diselesaikan sebelum masa tanggap darurat berakhir pada 8 Desember 2025. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Alex Indra Lukman, menegaskan bahwa kementerian dan lembaga tingkat pusat akan berperan aktif dalam membantu daerah terdampak.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca, iklim, dan air. Contohnya hujan ekstrem, angin kencang, atau kenaikan permukaan air. Menurut Alex Indra, pendataan kerusakan yang lengkap serta rencana aksi pemulihan yang jelas menjadi kunci agar pemerintah pusat dapat memberikan dukungan optimal.

Alex menegaskan bahwa bantuan telah dikirim oleh Presiden Prabowo menggunakan 4 pesawat. Ini merupakan sinyal kepedulian yang perlu ditangkap dengan baik oleh kepala daerah di daerah terdampak bencana. Hal ini disampaikan Alex sebagai respons terhadap isu penetapan status bencana, apakah bersifat daerah atau nasional, setelah bencana hidrometeorologi melanda 7 dari 19 kabupaten/kota di Sumatra Barat.

Sebagian besar daerah di Sumbar memiliki kapasitas keuangan yang sangat terbatas, termasuk wilayah-wilayah yang kini terdampak. Kondisi ini semakin berat karena kebijakan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh Kementerian Keuangan yang mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah.

“Presiden Prabowo telah memberikan sinyal kuat, tak membiarkan daerah sendirian menghadapi bencana. Indikatornya, langsung mengirimkan bantuan dengan 4 pesawat itu plus 2 unit helikopter. Sekarang, tinggal daerah meresponnya seperti apa,” ucap Alex.

Sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sumatra Barat I, Alex mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan sejumlah mitra kerja Komisi IV, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Bulog, Bapanas, serta Kementerian Kehutanan. Komunikasi dengan Dirjen Holtikultura Kementrian Pertanian telah mendapatkan komitmen kesediaan memberikan bantuan bibit untuk petani kita yang terdampak banjir dan longsor.

Alex menambahkan bahwa pemberian bantuan bibit harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sebab itu, pemerintah daerah diharapkan segera merampungkan assessment sambil tetap memprioritaskan penanganan korban.

“Agar bibit yang akan diberikan itu sesuai kebutuhan, tentunya membutuhkan data dari pemerintah daerah. Kita berharap, assessment bisa segera dirampungkan seiring dengan upaya pertolongan terhadap korban yang terus diupayakan seluruh elemen masyarakat di Sumbar,” katanya.

Lebih lanjut, Alex menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas respons cepat yang diberikan dalam masa tanggap darurat. Dia juga memberikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian dan penyelamatan korban, termasuk TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.

Pengiriman Bantuan oleh Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto mengirimkan bantuan penanganan banjir dan longsor di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pada Jumat (28/11/2025) pagi. Presiden Prabowo sejak hari pertama bencana telah memerintahkan seluruh jajaran untuk bergerak cepat mengirim bantuan ke lapangan.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan pengiriman bantuan terbaru dilakukan pada pukul 07.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. “Jadi pagi ini sekitar pukul 07.30 pagi, telah diberangkatkan, atas instruksi langsung Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait, untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat: tiga pesawat Hercules, kemudian satu pesawat A400 yang awal bulan ini tiba di Tanah Air untuk terbang ke tiga provinsi yang terdampak bencana,” ujar Teddy.

Pesawat tersebut nantinya akan membawa bantuan menuju bandara terdekat dari lokasi terdampak. “Jadi akan ke Padang, Sumatra Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke bandara Silangit, Sumatra Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak,” katanya.

Seskab Teddy menegaskan bantuan ini bukan pengiriman pertama. Sejak awal bencana, Presiden Prabowo telah memberikan arahan tegas agar seluruh bantuan dikirimkan tanpa jeda. “Sejak hari pertama tanggal 25 November, Bapak Presiden sudah langsung menginstruksikan kepada Bapak Menko PMK untuk mengkoordinir secara langsung terkait penanganan bencana,” kata Seskab Teddy.

Dalam beberapa hari terakhir, alur bantuan terus berlangsung melalui pesawat TNI maupun maskapai sipil. Seluruh kebutuhan yang dikirim disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan, berdasarkan komunikasi langsung pemerintah pusat dengan para kepala daerah. Untuk memastikan akurasi kebutuhan, Presiden Prabowo dan jajaran terkait telah berkomunikasi langsung dengan pemerintah daerah. Seskab Teddy menyampaikan pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi dan berkomunikasi terkait penanganan bencana tersebut.

Hartono Hamid

Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *