Perjalanan Karier Rusdi Masse: Dari Buruh Hingga Tokoh Politik
Rusdi Masse, yang dikenal dengan singkatan RMS, memiliki kisah perjalanan karier yang sangat menarik. Dari seorang buruh di Tanjung Priok Jakarta hingga menjadi tokoh politik ternama di Sulawesi Selatan, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Awal Kehidupan dan Pendidikan
Rusdi Masse lahir pada 3 Maret 1973 di Rappang, Kabupaten Sidrap. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SD 05 Rappang (1981–1986), ia melanjutkan studi ke SMP Negeri 1 Rappang (1986–1989) dan SMA Karya 2 Ujung Pandang (1989–1992). Setelah lulus SMA, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan bekerja sebagai buruh di Tanjung Priok. Meski berasal dari latar belakang sederhana, ia tidak pernah menganggap dirinya berbeda dari orang lain. Justru, hal ini menjadi motivasi baginya untuk meraih kesuksesan.
Perjalanan Karier dalam Dunia Politik
Pada tahun 2004, Rusdi Masse kembali ke kampung halamannya, Sidrap. Ia terpilih sebagai anggota DPRD Sidrap melalui Partai Bintang Reformasi (PBR). Sejak saat itu, ia mulai menunjukkan kemampuannya dalam berpolitik. Pada Pilkada Sidrap 2008, ia berhasil terpilih sebagai Bupati Sidrap bersama Dollah Mando dengan perolehan suara sebesar 35,83 persen. Pemilu ini menjadi awal dari kariernya sebagai pemimpin daerah.
Selama dua periode menjabat sebagai Bupati Sidrap (2008–2018), Rusdi Masse melakukan berbagai pembangunan penting, seperti membangun arena balap dan kompleks gedung pemerintahan. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi politik, termasuk Partai Golkar dan Partai Nasdem.
Peran dalam Partai Nasdem
Pada tahun 2016, Rusdi Masse menjadi Ketua DPW Partai Nasdem Sulsel. Ia juga aktif sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem. Selama masa jabatannya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Pada tahun 2019, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan membawa kemenangan partai di enam kabupaten/kota, termasuk Kota Makassar.
Namun, pada Januari 2026, Rusdi Masse memutuskan untuk mundur dari Partai Nasdem. Surat pengunduran dirinya sudah sampai ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem. Keputusan ini disampaikan oleh Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, yang mengatakan bahwa surat tersebut telah diterima oleh DPP.
Kiprah dalam Berbagai Partai
Sebelum bergabung dengan Partai Nasdem, Rusdi Masse pernah menjadi anggota Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Golkar. Di PBR, ia pernah menjadi ketua dan sekretaris DPW Sulsel. Di Partai Golkar, ia menjabat sebagai ketua DPD Sidrap dari tahun 2009 hingga 2016.
Saat ini, Rusdi Masse dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihaknya.
Prestasi dan Penghargaan
Selama kariernya, Rusdi Masse mendapatkan berbagai penghargaan, antara lain:
– Penghargaan LITERASI terbaik di Indonesia Urutan Ke-4 Tahun 2017
– Piagam Penghargaan Anugra Parahita Eka Praya (APE) dari Presiden Republik Indonesia Tahun 2016
– Penghargaan sebagai Kota Sehat, Tahun 2015
– Trophy Adipura Kepada Bupati dari Presiden RI Tahun 2014
– Penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Indonesia RI, Tahun 2013
Kesimpulan
Perjalanan karier Rusdi Masse adalah bukti bahwa kesuksesan bisa diraih siapa saja, asalkan memiliki semangat dan komitmen. Dari seorang buruh hingga tokoh politik, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Meskipun kini ia meninggalkan Partai Nasdem, harapan besar tetap diberikan kepada dirinya untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











