"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Pengaduan Pendukung Jokowi Soal Ijazah Palsu, Rismon Sianipar: Saya Akan Tanggapi

Laporan Terhadap Rismon Hasiholan Sianipar atas Dugaan Ijazah Palsu

Seorang ahli forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar, dilaporkan oleh sejumlah elemen pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke Polda Metro Jaya terkait dugaan ijazah palsu. Laporan ini disampaikan pada Jumat, 13 Februari 2026, dan telah teregistrasi dengan nomor LP/B/1210/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Tuduhan Ijazah yang Tidak Sah

Pelapor menuduh bahwa ijazah S2 dan S3 atas nama Rismon dari Universitas Yamaguchi tidak sah dan tidak pernah diterbitkan oleh kampus tersebut. Menurut Taufik Bilhaki, pelapor utama, pihaknya telah memperoleh konfirmasi dari kampus Yamaguchi Jepang bahwa identitas ijazah yang dimaksud tidak pernah diterbitkan.

“Kami mendapatkan informasi dari kampus Yamaguchi Jepang, yang bersangkutan identitas ijazahnya tidak pernah diterbitkan oleh kampus tersebut,” ujar Bilhaki.

Proses Hukum yang Dilalui

Rismon dilaporkan dengan Pasal 391 dan 392 juncto 272 KUHP Baru terkait dugaan penggunaan ijazah dan gelar akademik palsu, serta Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kuasa hukum Bilhaki, Lechumanan, menyatakan bahwa saat ini sudah ada tiga laporan terhadap Rismon. Dua laporan sebelumnya telah didaftarkan di Polres Jakarta Selatan.

Lechumanan meminta kepolisian segera menindaklanjuti dan melimpahkan berkas perkara sesuai prosedur hukum. “Ya, saya minta secara subjektif, objektif, lakukan hukum!” tegas Lechumanan.

Respons Rismon Hasiholan Sianipar

Secara terpisah, Rismon merespons laporan tersebut dengan menyatakan akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Ia juga menyatakan bahwa akan menempuh langkah hukum apabila tuduhan tersebut tidak terbukti.

“Saya menghargai hak hukum mereka. Saya akan ladeni. Tapi ada konsekuensi, akan saya laporkan balik kalau tidak terbukti,” ucap Rismon.

Penelitian Rony Teguh

Belum lama ini, Peneliti Sistem Informasi dari Hokaido Jepang, Rony Teguh, menemukan fakta terkait riwayat pendidikan Rismon Sianipar. Menurut Rony, ijazah Rismon Sianipar yang diklaim dari universitas di Jepang tidak ditemukan.

Rony menjelaskan bahwa biasanya mahasiswa yang mendapat beasiswa di Jepang mengajukan program study B1, Master, dan Doctoral. Nantinya, kata dia, pihak universitas di Jepang akan menguji mahasiswa tersebut, apakah mampu atau tidak dalam menempuh pendidikan.

“Biasanya kalau ada ketidakmampuan, maka grade kita diturunkan, kita masuk dulu ke riset student,” kata Rony.

Temuan Terkait Prosiding dan Tesis

Menurut Rony Teguh, ia mendapat temuan terkait prosiding milik Rismon Sianipar yang ditulis tahun 2006. Prosiding merupakan kumpulan makalah atau artikel dari seminar, konferensi, atau pertemuan ilmiah lainnya.

“Orang ini atau penuduh ini memiliki hanya satu prosiding. Prosiding itu tingkat kasta terendah dalam sebuah penelitian karena dia hanya menampilkan data baru yang belum bisa dijadikan paper utama,” jelasnya.

Selain itu, Rismon Sianipar juga menjadi penulis nomor empat dalam paper. “Biasanya penulis ke 4 itu penulis pembantu. Hanya bantu, kadang ngedit, yang menjadi penulis utama The First Outers itu penulis utamanya. Dia bekerja dari analisis, menulis, memverifikasi sampai disodorkan ke profesornya,” katanya.

Pemeriksaan Tesis dan Ijazah

Rony Teguh mengaku telah mengecek tesis milik Rismon Sianipar. Dan hasilnya, tidak ditemukan di Yamaguchi University. “Saya juga melihat ini ada kecurigaan, bukan hanya curiga tapi sudah dipastikan 100 persen. Saya cek ke Yamadai, Yamaguchi Daigaku universitas di Yamaguchi. Saya tulis dalam bahasa Jepang bahwa yang bersangkutan tesis dengan master yang tertulis di CV itu tidak ada,” katanya.

Perbedaan Ijazah dan Transkrip Nilai

Rismon Sianipar memang sudah menunjukkan ijazah Jepang lewat live di kanal Youtube Balige Academy. Saat itu dia mengklaim ijazah miliknya asli karena dicap basah. “Dicap basah katanya kemarin, cuma kertasnya warna putih. Kertas di Yamaguchi itu warna kuning,” katanya.

Rismon juga sempat menunjukkan transkrip nilai yang ia peroleh. “Transkrip yang asli untuk seluruh universitas itu biasanya ada kolomnya. Ada nama, tempat tanggal lahir, nomor mahasiswanya, ada sabujek kornya yang diambil. Sebelahnya tahun yang diambil, di sebelahnya ada nilainya. Baru dicap di bawah,” katanya.

Namun, menurut Rony, transkrip nilai milik Rismon terlihat aneh. “Nah yang kemarin itu agak aneh sedikit saya melihat karena tidak sama dengan transkrip nilai biasa kami gunakan. Nah itu yang tahun dulu juga sama formatnya,” katanya.

Langkah Hukum dan Penantangan

Rismon Sianipar mengatakan telah melaporkan tuduhan dari Josua M Sinambela dan Rony Teguh pada pihak pengacara. “Latar belakang pendidikan sudah saya laporkan ke pengacara tapi kita hemat energi, setelah ini baru kita laporkan pencemaran nama baik,” kata Rismon di Youtube Mosato Doc.

Ia menekankan sudah menunjukkan ijazahnya. “Sudah saya tunjukan sertifikat saya dan transkrip nilai bahwa saya memiliki 7 mata kuliah. Kalau gak salah S-nya 3 atau 4, IPK saya 4. Itu syarat dari pendidikan saya,” katanya.

Di lain kesempatan saat di Youtube Sentana, Rismon menantang Josua dan Rudy untuk bertemu bertatap muka saling menguji ijazah Jokowi. “Mentalitas orang kalau di online seolah hebat, kalau face to face itu masalah mental lho. Saya sudah sering berhadapan dengan orang di online itu seolah ngomong selangit. Contoh Silfester, kemarin ketemu juga jaga sikap. Jadi jangan apa,” katanya.

“Datang ke sini ayo bawa program mu, saya bawa program saya, komputer saya,” tambah Rismon Sianipar.

Ia bahkan menawarkan membantu mencari sponsor untuk akomodasi. “Bilang kalau minta gratis, biar saya cari sponsor,” katanya.

Reaksi Roy Suryo

Sementara itu, Roy Suryo meledek Josua M Sinambela. “Dia mungkin bisanya nyanyi diobok-obok aja itu,” kata Roy Suryo.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *