JAKARTA – Pagi ini, kami hadirkan berita terpopuler sepanjang hari Sabtu (21/2) yang mencakup berbagai isu penting. Mulai dari permasalahan tunjangan guru PPPK yang belum cair, hingga perubahan struktur Polri yang dinilai rawan menimbulkan masalah baru. Berikut adalah rangkuman lengkapnya.
1. Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Belum Terima TPG, Setahun Diterima 14 Kali
Gaji yang diterima oleh guru PPPK paruh waktu yang sudah menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) berbeda dengan yang belum menerima tunjangan tersebut. Kebijakan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
TPG sendiri merupakan singkatan dari Tunjangan Profesi Guru, yang besarnya setara dengan satu kali gaji pokok. Namun, untuk guru PPPK penuh waktu, TPG tidak selalu diberikan secara berkala.
Baca Selengkapnya di Bawah:
Sebegini Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Belum Terima TPG, Setahun 14 Kali
2. Ketum PP Muhammadiyah Menilai Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru
Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, memberikan tanggapan terhadap wacana perubahan struktur Polri dari bawahan presiden menjadi bawahan kementerian.
Menurut Haedar, posisi Polri dan TNI setelah Reformasi 1998 berada langsung di bawah presiden, yang merupakan hasil dari pertimbangan matang. Ia menilai bahwa ketika itu, seluruh proses dan institusi kenegaraan mengalami perubahan, termasuk penempatan Polri dan TNI langsung di bawah presiden.
Baca Selengkapnya di Bawah:
Ketum PP Muhammadiyah Menilai Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru
3. Guru PPPK Gelisah: Jungkir Balik Mengabdi Tetapi TPG Belum Cair, Info GTK Sulit Diakses
Para guru PPPK saat ini merasa gelisah karena tunjangan profesi guru (TPG) yang mereka harapkan belum juga cair hingga bulan ini. Mereka semakin khawatir setelah informasi tentang sertifikasi guru (Info GTK) milik Direktorat Jenderal Guru Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen GTKPG Kemendikdasmen) tidak bisa diakses sejak Jumat (20/2).
“Info GTK Sertifikasi dari kemarin hingga kini tidak bisa diakses. Kepala mendadak pusing ini,” kata Herlina, seorang guru PPPK di DKI Jakarta, kepada JPNN, Sabtu (21/2).
Baca Selengkapnya di Bawah:
Guru PPPK Gelisah: Jungkir Balik Mengabdi tetapi TPG Belum Cair, Info GTK Sulit Diakses
4. KKB Serang Pos PT Kristalin Nabire, Dua Orang Tewas Dibakar, 100 Pendulang Emas Dievakuasi
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT. Kristalin di Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada hari Sabtu (21/2). Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dalam kondisi mengenaskan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menyampaikan bahwa kedua korban tewas setelah dibakar oleh pelaku. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan autopsi untuk mengidentifikasi identitas korban.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban itu warga sipil atau aparat keamanan karena kondisi jenazah yang sudah tidak utuh,” ujar Kapolres, Sabtu.
Baca Selengkapnya di Bawah:
KKB Serang Pos PT Kristalin Nabire, Dua Orang Tewas Dibakar, 100 Pendulang Emas Dievakuasi
5. Irma Suryani DPR: THR Paling Lambat Harus Dibayarkan 2 Minggu Sebelum Hari Raya
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, menyatakan bahwa pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerja sektor swasta harus dilakukan paling lambat dua minggu sebelum Hari Raya Idulfitri.
Menurut Irma, ketentuan ini telah dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan sudah dikomunikasikan kepada Komisi IX DPR RI. “Kalau regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan sudah dikomunikasikan kepada Komisi IX DPR, THR paling lambat harus dibayarkan dua minggu sebelum hari raya. Ini yang harus ditegaskan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Siapa yang melanggar harus diberikan sanksi,” kata Irma dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (21/1).
Baca Selengkapnya di Bawah:
Irma Suryani DPR: THR Paling Lambat Harus Dibayarkan 2 Minggu Sebelum Hari Raya
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











