"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Profil Usman Husin, Anggota DPR yang Kritik Menhut soal Hutan

Profil Usman Husin, Anggota DPR RI yang Kritik Menteri Kehutanan

Usman Husin kini menjadi sorotan setelah memberikan kritikan tajam terhadap Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia menilai bahwa sang menteri tidak memiliki empati terhadap bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Usman Husin adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia duduk di Komisi IV DPR RI yang menangani bidang pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, serta sektor kelautan dan perikanan. Usman juga merupakan wakil dari daerah pemilihan NTT II, yang mencakup Pulau Sumba dan Pulau Timor.

Latar Belakang Pendidikan dan Karier

Usman lahir di Rote, Nusa Tenggara Timur. Ia menghabiskan masa kecilnya di sana dan menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Baa pada tahun 1973. Setelah lulus, ia melanjutkan studinya di Sekolah Teknik Negeri 1 Kupang dan Sekolah Sinar Pancasila Kupang.

Ia kemudian mengambil studi Ilmu Ekonomi di Universitas Muhammadiyah Kupang dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1998. Selain itu, Usman juga pernah mengikuti pendidikan Ahli Nautika Tingkat Dasar di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran dengan jurusan Ilmu Pelayaran.

Sebelum terjun ke dunia politik, Usman pernah bekerja sebagai Kepala Syahbandar di Pelabuhan Baa Rote dan Labuan Bajo. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur di beberapa perusahaan seperti PT Sinar Samudera Selatan dan PT Cahaya Lintas Pacific.

Selain itu, Usman pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal GAPENSI, Ketua DPW ISAA NTT, serta Wakil Ketua DPW PKB NTT sejak 2020.

Harta Kekayaan Usman Husin

Pada 31 Desember 2024, Usman Husin melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di awal masa jabatannya sebagai anggota DPR RI. Dalam laporan tersebut, total nilai kekayaannya mencapai Rp14.229.133.548. Sebagian besar kekayaannya berasal dari delapan aset tanah dan bangunan di Kupang dan Tangerang dengan total nilai lebih dari Rp8 miliar. Ia juga memiliki harta lainnya senilai sekitar Rp4,5 miliar.

Kritik Terhadap Menteri Kehutanan

Baru-baru ini, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dinilai tidak memiliki empati di tengah bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah. Penilaian tajam tersebut disampaikan oleh Usman Husin dalam rapat bersama Menhut di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (4/11/2025).

Usman juga mengkritik tindakan Raja Juli saat melakukan kunjungan ke Gunung Mutis di Pulau Timor, di mana ia memilih menggunakan kapal pesiar menuju Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Usman, perilaku tersebut tidak menunjukkan sikap seorang Menhut yang seharusnya bertanggung jawab.

“Kalau saya lihat, Pak Menteri nggak punya hati nurani. Kenapa kayak gitu? Saya ikuti perjalanan Pak Menteri waktu ke NTT. Saya minta Pak Menteri aja ke (Gunung) Mutis.”

“(Di) Pulau (Timor) itu bakal terjadi (bencana) seperti Sumatra. Pak Menteri pilih (naik) pesiar ke Rote. Apa-apaan ini?” kritik Usman.

Lebih jauh, Usman juga mengingatkan agar Raja Juli tidak menyalahkan menteri sebelumnya atas bencana di Sumatra. Ia bahkan meminta Raja Juli untuk mengundurkan diri dari jabatan Menhut apabila tidak mampu mengatasi persoalan bencana di wilayah tersebut. Menurutnya, Raja Juli tidak memahami dengan baik bidang kehutanan.

“Mohon izin teman-teman Komisi IV, mungkin saya keras karena saya paling hatinya kasih. Sehingga kalau Pak Menteri tidak mampu, mundur saja,” tegas Usman.

“Pak Menteri tidak paham soal kehutanan. Kenapa saya katakan gitu? Saya contoh di Tapanuli Selatan. Bulan Oktober, Pak Menteri keluhkan izin. Bupati sudah katakan, ‘syukur-syukur’ izin ditutup.”

“Ternyata Oktober 30 November, izinnya keluar, sehingga seolah-olahnya kita bisa diakal-akalin semua,” imbuhnya.

Harini Umar

Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *