Klarifikasi Video yang Menghebohkan Media Sosial
Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan seorang pria diseret oleh sekelompok petugas keamanan. Postingan tersebut mengklaim bahwa video itu menampilkan duta besar Iran di Beirut yang sedang diusir dari negara tersebut. Namun, fakta yang terungkap menunjukkan bahwa video tersebut tidak terkait dengan peristiwa terkini, melainkan berasal dari tahun 2022.
Video tersebut diunggah di Facebook pada 30 Maret 2026 dengan keterangan: “Duta Besar Iran diseret hendak diusir dari Beirut, Libanon.” Klaim ini juga disertai dengan informasi bahwa Hizbullah, kelompok militer yang didukung Iran, telah menciptakan kekacauan di Lebanon dengan menjadikannya sebagai medan tempur setelah terlibat dalam konflik Timur Tengah.
- Video menampilkan seorang pria yang diseret dan dikelilingi oleh petugas keamanan serta beberapa tentara.
- Postingan serupa juga muncul di Instagram dan TikTok.

Penarikan Akreditasi Duta Besar Iran
Perlu diketahui bahwa klaim video ini muncul setelah Lebanon mengumumkan pada 24 Maret bahwa mereka telah menarik akreditasi duta besar Iran, Mohammad Reza Sheibani, dan memerintahkan dia untuk meninggalkan negara tersebut. Keputusan ini dilakukan karena dugaan keterlibatan Iran dalam konflik regional.
Hizbullah menyebut keputusan ini sebagai sebuah “dosa” dan meminta pemerintah Lebanon untuk “segera membatalkan” langkah tersebut. Sementara itu, sumber diplomatik Iran mengatakan bahwa sang duta besar tidak akan meninggalkan Lebanon meskipun statusnya telah dinyatakan persona non grata.
Lebanon dalam Konflik Regional
Lebanon terlibat dalam konflik di Timur Tengah ketika Hizbullah menembakkan roket ke arah Israel pada 2 Maret sebagai balasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, yang tewas dalam serangan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel pada akhir Februari lalu.
Namun, video yang beredar tersebut tidak terkait dengan kejadian tersebut. Faktanya, video itu menunjukkan insiden yang terjadi pada tahun 2022, yaitu seorang warga yang ditahan karena menghina presiden Lebanon saat itu, Michel Aoun.
Verifikasi Informasi
Melalui pencarian gambar terbalik menggunakan Verifikasi Plugin (InVID-WeVerify), ditemukan bahwa video yang sama pernah diunggah oleh kanal televisi Lebanon, Al Jadeed News, di X pada 15 Mei 2022. Keterangan postingan mengidentifikasi pria dalam video sebagai warga yang ditahan karena menghina presiden Lebanon.
Laporan dari Lebanese Center for Human Rights (CLDH) juga menyebutkan insiden ini dalam laporan tentang pemilu Lebanon tahun 2022. Di dalam laporan tersebut, CLDH menyebut bahwa pengawal Aoun “menyerang dan menyeret” seorang pria karena menghina presiden. Laporan ini juga mencantumkan tautan ke video yang menunjukkan adegan yang sama.
Kesimpulan
Meski video tersebut sempat menimbulkan kontroversi dan dituduh terkait dengan situasi politik saat ini, fakta menunjukkan bahwa video tersebut adalah rekaman lama yang tidak relevan dengan isu terkini. Hal ini menjadi penting untuk memastikan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak menyebarkan misinformasi atau kesalahpahaman.











