Aksi Kemanusian Ferry Irwandi untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
Ferry Irwandi, seorang kreator konten dan aktivis sosial, menunjukkan kepeduliannya terhadap korban banjir di Aceh Tamiang dengan menangis saat menyapa warga yang telah terisolasi selama 10 hari. Ia mengatakan bahwa derita warga Aceh Tamiang turut dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. “Ada banyak doa dan dukungan. Bertahan ya, Bapak Ibu semua,” ujarnya.
Aksi penggalangan dana yang dilakukan Ferry Irwandi berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 10,3 miliar hanya dalam waktu 24 jam. Donasi ini berasal dari 87 ribu orang yang berpartisipasi melalui live streaming. Penggalangan dana ini merupakan inisiatif Malaka Project, sebuah platform edukasi digital yang ia dirikan bersama delapan orang lainnya. Malaka Project membahas isu sosial, politik, ekonomi, hingga filsafat.
Donasi tersebut kini sedang dalam proses penyaluran. Ferry Irwandi turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Dalam video yang diunggah di media sosial, Ferry tampak bertemu langsung dengan para warga korban banjir. Ia juga menunjukkan rasa empatinya terhadap kondisi yang dialami warga Aceh Tamiang.
Penyaluran Bantuan Logistik
Bantuan logistik yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak seperti bahan pokok, makanan bergizi siap santap, perlengkapan bayi dan ibu menyusui, serta peralatan kebersihan dan sanitasi. Ferry menjelaskan bahwa distribusi logistik dipusatkan ke daerah pedesaan yang aksesnya sulit dan minim bantuan.
Pada Kamis (4/12/2025), bantuan tahap awal seberat 2,6 ton tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam unggahan berikutnya, Ferry menunjukkan bahwa pengiriman logistik kembali dilakukan pada Jumat (5/12/2025), sehingga total bantuan mencapai 5,2 ton dalam dua hari.
“5,2 ton total bantuan masyarakat Indonesia sudah kita berangkatkan ke Sumatra. Pengiriman akan terus dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” tulis Ferry di Instagram.
Krisis Air Bersih dan Infrastruktur Rusak
Dalam postingan berikutnya, Ferry menginformasikan krisis air bersih di lokasi bencana. Ditambah lagi putusnya aliran listrik hingga runtuhnya jembatan semakin memperburuk keadaan. Ferry memastikan akan memberikan bantuan air bersih secara berkala.
“Sore ini kami masuk lebih dalam di wilayah Tamiang, dan keadaannya semakin buruk. Masyarakat krisis air bersih, hilang listrik dan pencahyaan, infrastruktrur, tiang listrik, jalan, jembatan runtuh, semuanya hancur. Kita salurkan bantuan dan air bersih dan terus akan kita lakukan berkala, besok kita akan coba untuk terus masuk ke daerah-daerah yang belum terjangkau,” papar Ferry.
Profil Ferry Irwandi
Ferry Irwandi lahir di Jambi, 16 Desember 1991. Ia dikenal luas karena pemikirannya yang kritis, lugas, dan sering membahas topik-topik “berat” dengan cara yang relevan bagi anak muda. Dalam kehidupan pribadinya, Ferry Irwandi telah menikah dengan Muthia Nadhira pada 2015.
Lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) itu memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Keuangan selama sekitar 10 tahun. Ia bekerja sebagai videografer di instansi tersebut sebelum akhirnya mengundurkan diri pada tahun 2022.
Ayah dua anak itu kemudian mulai aktif di platform YouTube pada 2010 dengan membuat konten edukasi, termasuk politik, keuangan, filsafat stoikisme, dan isu sosial. Ferry juga berhasil menamatkan gelar Magister di Universitas Central Queensland, Australia.
Pada 2023, Ferry bersama sejumlah konten kreator seperti Jerome Polin dan Coki Pardede merilis Malaka Project di Djakarta Theater. Platform ini mengedepankan logika, data, dan pendekatan ilmiah dalam melihat isu sosial, politik, dan ekonomi untuk meningkatkan kualitas berpikir masyarakat, khususnya generasi muda.
Stoikisme dan Kritik Sosial
Ferry didapuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) platform tersebut. Pria berusia 34 tahun itu dikenal vokal terhadap isu sosial, seperti bahaya judi online (judol), kebijakan pemerintah yang kontroversial, hingga etika pejabat publik. Ia sering membongkar modus penipuan berkedok trading atau investasi bodong, serta mengkritik influencer lain yang mempromosikan situs judi.
Selain itu, Ferry juga menjadi salah satu orang yang mempopulerkan ajaran Stoikisme di kalangan anak muda Indonesia sebagai cara untuk mengelola emosi dan menjalani hidup yang tangguh. Stoikisme adalah filsafat kuno yang mengajarkan pengendalian diri dan ketenangan batin untuk mencapai kebahagiaan dengan hidup selaras dengan alam dan akal.
Gerakan Kemanusiaan Terbesar
Aksi ini menjadi salah satu gerakan kemanusian terbesar yang dipimpin figur publik pada tahun tersebut. Bantuan juga akan disalurkan ke wilayah lain seperti Tapanuli, Aceh Utara, Aceh Tengah, Sibolga, Kabupaten Agam, dan Palembayan. Ferry berterima kasih kepada para donatur dan memastikan penyaluran dilakukan secepat mungkin.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."









