"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Kiai Widadi Rahim, Tokoh Muda PCNU Sumenep dengan Pikiran Progresif

Pemilihan Ketua PCNU Sumenep 2025–2030: Harapan Baru untuk Organisasi Nahdliyin

Pemilihan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep periode 2025–2030 telah selesai dilaksanakan dalam Konferensi Cabang NU 2025 di Pondok Pesantren Annuqayah Latee. Dalam proses pemilihan ini, KH Md Widadi Rahim resmi terpilih sebagai ketua baru dengan perolehan 12 suara dari total 24 dukungan yang tersedia. Ia berhasil mengungguli dua kandidat lainnya yang tidak memenuhi syarat minimal dukungan, yaitu KH Abdul Wasid dan KH M Bahrul Widad.

Kehadiran KH Widadi Rahim dinilai menjadi angin segar bagi organisasi Nahdliyin di Sumenep. Sebagai kiai muda yang memiliki jejaring kuat di kalangan pesantren, ia dikenal sebagai sosok progresif dan komunikatif. Banyak warga Nahdliyin berharap kepemimpinannya dapat membawa perubahan arah organisasi, terutama dalam penguatan kaderisasi, peran sosial, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Kiprah KH Widadi Rahim sebagai Tokoh Progresif

Siswadi, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kecamatan Dasuk, menyatakan bahwa terpilihnya KH Widadi Rahim bukan hanya sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi momentum penting untuk perubahan arah organisasi. Menurutnya, NU Sumenep membutuhkan kepemimpinan yang responsif terhadap isu-isu sosial-keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat.

KH Widadi Rahim dikenal sebagai sosok yang tenang namun tegas, dengan kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok di lingkungan NU. Karakter tersebut dinilai penting untuk mengonsolidasikan potensi besar NU Sumenep, yang selama ini belum sepenuhnya tergarap secara maksimal, khususnya di kalangan kader muda NU.

“Harapannya, kepemimpinan beliau lebih terbuka, partisipatif, dan mampu memberi ruang seluas-luasnya bagi anak muda NU untuk terlibat aktif,” ujarnya.

Regenerasi sebagai Bentuk Perubahan

Menurut Siswadi, regenerasi bukan hanya soal usia, tetapi juga tentang cara pandang dan keberanian menghadirkan inovasi di tubuh organisasi. Ia berharap di bawah kepemimpinan KH Widadi Rahim, NU Sumenep dapat tampil lebih progresif dalam menjalankan peran sosialnya. Mulai dari penguatan dakwah yang membumi, pengembangan literasi keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“NU tidak boleh hanya hadir dalam forum-forum seremonial. Harus hadir nyata di tengah problem sosial umat,” tegasnya.

Proses Pemilihan dan Struktur Baru

Konferensi Cabang NU 2025 di Annuqayah Latee tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi gagasan dan komitmen baru organisasi. Dengan nahkoda baru yang dinilai visioner, para kader dan warga Nahdliyin berharap NU Sumenep mampu bergerak lebih cepat, lebih adaptif terhadap perubahan zaman, serta semakin relevan dalam menjawab kebutuhan umat dan daerah.

Proses pemilihan ini berlangsung dalam Sidang Pleno IV yang dipimpin oleh jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. Keputusan terpilihnya KH Md Widadi Rahim ditetapkan setelah mendapatkan 12 suara dari total 24 dukungan MWCNU se-Sumenep. Dengan demikian, ia dianggap sah sebagai calon Ketua PCNU Sumenep.

Tim Formatur yang Diangkat

Setelah pemilihan selesai, pimpinan sidang melanjutkan dengan pembentukan tim formatur. Berikut struktur tim formatur yang disepakati:

  1. Ketua: Rais Terpilih (KH Ahmad Washil Hasyim).
  2. Sekretaris: Ketua Terpilih (KH Md Widadi Rahim).
  3. Anggota: KH Abdul Wasid (Pengurus Lama).
  4. Anggota: Ketua MWCNU Gapura (wilayah timur).
  5. Anggota: Ketua MWCNU Ganding (wilayah barat).
  6. Anggota: Ketua MWCNU Batuputih (wilayah utara).
  7. Anggota: Ketua MWCNU Giliraja (wilayah selatan).

Dengan pembentukan tim formatur ini, gelaran Konfercab NU Sumenep tahun 2025 dinyatakan telah usai. Kini, fokus beralih pada implementasi visi dan misi yang telah disampaikan oleh Ketua Terpilih, KH Md Widadi Rahim.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *