Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025: Kondisi Integritas Pemerintahan Daerah di Sulsel
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025, yang menunjukkan bahwa tingkat integritas pemerintah daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih berada di bawah rata-rata nasional. Skor SPI untuk Pemprov Sulsel mencapai 66,55, jauh di bawah skor nasional sebesar 72,32. Hal ini menunjukkan bahwa banyak daerah di Sulsel menghadapi tantangan dalam menjaga transparansi dan pengawasan internal.
Kategori Skor SPI
Survei ini membagi skor menjadi tiga kategori: rentan (di bawah 73), waspada (73–78), dan terjaga (di atas 78). Dari data yang diperoleh, hanya satu daerah di Sulsel yang masuk kategori terjaga, yaitu Kabupaten Soppeng dengan skor 80,48. Sementara itu, beberapa kabupaten seperti Luwu Utara (65,18), Gowa (66,21), Makassar (67,98), dan Parepare (68,37) memiliki skor yang termasuk dalam kategori rentan.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ishaq Iskandar, menyebutkan bahwa hasil SPI 2025 menjadi dasar evaluasi dan penguatan zona integritas melalui WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Ia menekankan pentingnya peningkatan sistem manajemen, SDM, pengawasan, serta akuntabilitas kinerja sebagai langkah awal menuju WBK dan WBBM.
Daerah dengan Skor Rendah
Beberapa daerah di Sulsel mencatatkan skor rendah dalam SPI 2025. Luwu Utara menjadi daerah dengan skor terendah, yakni 65,18. Disusul oleh Gowa (66,21), Makassar (67,98), Parepare (68,37), Pangkep (69,19), dan Jeneponto (69,02). Skor-skor ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah terkait lemahnya transparansi dan pengawasan internal.
Di sisi lain, Soppeng menjadi satu-satunya daerah di Sulsel yang masuk kategori terjaga dengan skor 80,48. Daerah-daerah seperti Bulukumba (78,15), Sidrap (77,79), Barru (76,57), Selayar (76,46), Luwu (76,44), dan Toraja Utara (75,95) juga dinilai relatif stabil dalam pencegahan korupsi.
Kategori Menengah dan Tantangan
Daerah dengan skor menengah seperti Sinjai (73,46), Wajo (74,07), Palopo (74,01), Pinrang (71,24), Maros (70,26), dan Enrekang (73,68) menunjukkan kinerja yang masih standar namun perlu peningkatan. Skor ini menunjukkan bahwa ada ruang untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan sistem pengawasan.
Plt Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, menyatakan bahwa SPI 2025 dilakukan selama periode 1 Agustus hingga 31 Oktober 2025. Survei ini melibatkan 657 instansi dan 837.693 responden, baik dari unsur internal maupun eksternal. Meskipun terdapat kenaikan tipis dari tahun sebelumnya, skor nasional masih berada di kategori rentan.
Peran Inspektorat dan Edukasi Anti-Korupsi
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa skor SPI bukan sekadar angka, tetapi cerminan nyata bahwa perilaku korupsi masih terjadi di berbagai instansi. Ia mengingatkan inspektorat untuk segera berkoordinasi dengan KPK guna membedah titik rawan korupsi, mulai dari gratifikasi hingga suap. Ia juga mengingatkan adanya praktik manipulasi survei yang pernah ditemukan KPK di tahun-tahun sebelumnya.
Pemkab Gowa dan Maros
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyebut penurunan skor SPI terjadi di tengah masa transisi pemerintahan. Ia menargetkan skor Gowa dapat kembali berada di atas rata-rata nasional. Pemkab Gowa akan memperkuat peran Inspektorat untuk memastikan pengawasan internal berjalan lebih ketat, baik terhadap program maupun ASN.
Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam, menyebut capaian SPI 2025 menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa partisipasi responden eksternal rendah karena banyak yang ragu menjawab pertanyaan survei. Kepala Inspektorat Maros, Takdir, menambahkan bahwa partisipasi ASN rendah karena sejumlah responden tidak menjawab atau tidak aktif.
Tantangan dan Harapan
Meski penurunan skor masih berada dalam kategori normal, para pemimpin daerah menilai hal ini menjadi alarm untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka berharap agar penilaian benar-benar mencerminkan kinerja pemerintahannya pada tahun berikutnya. Dengan peningkatan pelayanan publik dan sistem manajemen yang lebih efektif, diharapkan skor SPI dapat meningkat secara signifikan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











