Penetapan I Komang Koheri sebagai Plt Bupati Lampung Tengah
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Lampung, Binarti Bintang, memastikan bahwa I Komang Koheri secara otomatis menjadi Penjabat (Plt) Bupati Lampung Tengah (Lamteng), pasca penetapan Ardito Wijaya sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Ya, wakil bupati secara otomatis melaksanakan tugas dan wewenang sebagai bupati sampai ada keputusan lebih lanjut,” kata Binarti dikutip dari sumber berita lokal, Jumat (12/12/2025).
Binarti menyebutkan bahwa surat keputusan penunjukan Komang Koheri sebagai Plt Bupati Lamteng sudah ada di meja Sekretariat Provinsi Lampung. “Surat sudah naik. Menunggu dari Setda Gubernur. Kalau sudah selesai, secepatnya akan diserahkan ke Plt Bupati Lampung Tengah,” tambahnya.
Komang Koheri untuk sementara waktu bakal melaksanakan tugas dan wewenang sebagai Bupati Lamteng. Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan membenarkan SK Plt Bupati Lamteng masih diproses. “Terkait hal ini bisa langsung ditanyakan kepada Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Karena mereka yang menanganinya,” ujar Marindo Jumat.
Ardito Wijaya dan Komang Koheri dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Sementara Komang Koheri belum memberi tanggapan, dirinya bakal menjadi Plt Bupati Lamteng. Namun yang pasti, kata Komang Koheri, pemerintahan di kabupaten masih tetap berjalan meski sang Bupati, Ardito Wijaya, ditangkap KPK.
“Ya, tetap (berjalan),” kata Komang saat berada di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/12/2025). Jika nanti ditetapkan menjadi Bupati Lampung Tengah, maka Komang Koheri akan tercatat sebagai putra Bali pertama yang sukses menjadi bupati di luar Bali pada era reformasi.
“Komang Koheri menjadi bupati pertama suku Bali di luar Bali di era reformasi. Saat Orde Baru, Wayan Dirpa jadi Bupati Lampung Barat ditunjuk Presiden Soeharto,” sebut pengamat politik I Gusti Putu Artha.
Perjalanan Karir Komang Koheri
Dari Pedagang Beras Jadi Anggota Dewan & Bupati
Komang Koheri merintis karirnya sejak ia duduk di bangku kuliah. Lewat profil Komang Koheri diketahui jika ia sempat mengawali karirnya sebagai pedagang beras. Ia lahir di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputihraman, Lamteng, tanggal 25 November 1972. Komang Koheri juga dibesarkan di Kampung Rama Dewa.
Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih, pasutri transmigran asal Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali. Di kampung halamannya, Komang Koheri dikenal sebagai pengusaha sukses. Menurut Koheri sapaan akrabnya, dirinya menekuni dunia usaha sejak duduk di bangku perguruan tinggi.
Sambil kuliah di Jurusan Managemen STIE Lampung, Koheri berdagang beras. Sebagai pedagang, tentu saja dia pernah mengalami pahit dan getirnya berbisnis. Dia sadar kemampuan akademiknya tidak terlalu bagus, sehingga tak berniat melamar pekerjaan di perusahaan. Sebab bila melamar pekerjaan, pasti yang dilihat nilai akademik dulu ketimbang skill.
Nah, dengan nilai akademik yang tidak bagus, Koheri kemudian pilih berwiraswasta. Selain menjual beras, dia juga menjual hasil perkebunan seperti sawit dan karet, serta merambah ke properti dan kontraktor. Koheri selanjutnya mendirikan Koperasi Tri Darma, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tara tahun 1999.
Nama BPR Tara dia ambil dari singkatan nama panggilan kedua anaknya, Luh Tasya Saraswati alias Tasya dan Komang Raja Seva Mayday alias Raja. Menurut Koheri, dirinya mendirikan BPR Tara demi membantu masyarakat agar tidak terjerat rentenir. Melalui BPR Tara yang didirikannya, Koheri ingin membangun daerah kelahirannya.
Gagal ke Senayan, Menang di Pilkada
Setelah sukses menjadi pengusaha, Komang Koheri terjun ke dunia politik dengan menjadi kader PDIP. Alasannya, agar bisa berkontribusi lebih luas lagi dalam membangun daerahnya. Dia mengawali kiprahnya sebagai Ketua DPC PNI Marhaenisme Lampung Tengah, lantaran senang dengan ajaran Marhaen dan Tri Sakti Bung Karno.
Setelah dua kali periode duduk di DPRD Lampung (2009-2014 dan 2014-2019), Komang Koheri ditugasi PDIP maju berebut kursi DPR RI Dapil Lampung II dalam Pileg 2019. Suami dari Ni Ketut Dewi Nadi ini merupakan satu-satunya krama Bali perantauan di Lampung yang maju berebut kursi DPR RI dalam Pileg 2019.
Hasilnya, Komang Koheri terpilih sehingga naik kelas menjadi anggota DPR RI 2019-2024. Pada Pileg 2024, Komang Koheri gagal kembali ke Senayan. Namun, dia kemudian digaet oleh Ardito Wijaya menjadi calon wakil bupati pada Pilkada Lampung Tengah, dan pasangan ini akhirnya menang dengan suara mutlak.
Profil Komang Koheri
Nama: I Komang Koheri, SE
Tempat Lahir: Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah
Tanggal Lahir: 25 November 1972
Nama Orangtua: I Made Linteb dan Ni Made Sasih
Nama Istri: Ni Ketut Dewi Nadi
Riwayat Pendidikan
SD Negeri 1 Rama Dewa (1979–1985)
SMP Negeri 1 Seputih Raman (1985–1988)
SMA Negeri 1 Kotagajah (1988–1991)
S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lampung (1992–1996)
Riwayat Organisasi
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Tengah
Sekretaris Taruna Merah Putih Kabupaten Lampung Tengah
Ketua Paguyuban Bali Lampung
Ketua Gannas
Karier Politik
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung (2009–2014, 2014–2019)
Anggota DPR-RI, Komisi VIII (2019–2024)
* Wakil Bupati Lampung Tengah (2025-2030)
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."









