Berita Viral Terpopuler di Tribun Jatim
Berikut adalah berita-berita menarik yang viral dan menjadi perhatian masyarakat pada hari Selasa (16/12/2025). Mulai dari kasus buruh cuci yang merasa dipermalukan hingga gugatan cerai mantan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Buruh Cuci Marah Usai Malu Disuruh Mengembalikan Bansos
Wa Muna, seorang buruh cuci, mengaku marah setelah disuruh mengembalikan bantuan sosial (bansos) yang sudah ia terima. Insiden ini terjadi di Kelurahan Baadia, Kecamatan Murhum Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Wa Muna merasa diperlakukan seperti koruptor hingga malu dengan pandangan tetangga.
Bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng tersebut ditarik dengan alasan ketidaksesuaian data penerima. Selama delapan tahun terakhir, Wa Muna menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, Jafar, terserang stroke dan tak lagi mampu bekerja. Dengan penghasilan harian yang pas-pasan, ia kaget dan malu ketika bantuan pangan yang sudah dibawanya pulang harus dikembalikan.
Dalam video yang viral di media sosial, Wa Muna menjelaskan bahwa awalnya ia dipanggil ke kantor kelurahan untuk mengambil bantuan pangan. Ia menerima beberapa kilogram beras dan empat liter minyok goreng, lalu pulang sesuai arahan petugas. Namun keesokan harinya, ia kembali dipanggil dengan diminta membawa KTP.
“Katanya data yang diinput tidak bisa terkirim. Setelah dicek ulang, disebutkan data saya tidak sesuai dengan penerima bansos Bulog,” ujarnya dalam video tersebut. Karena dianggap tidak cocok dengan data, beras dan minyak goreng yang sudah ia terima diminta kembali.
Wa Muna mempertanyakan proses penyaluran bantuan yang menurutnya tidak sejak awal memeriksa Nomor Induk Kependudukan (NIK) secara teliti. “Kenapa waktu dibagikan tidak dicek dulu NIK-nya? Kita dipanggil, ambil beras, sudah sampai rumah malah diambil lagi,” keluhnya.
Peristiwa itu membuat Wa Muna merasa dipermalukan di hadapan tetangga. Ia bahkan mengaku bersyukur karena beras tersebut belum sempat dimasak, sementara satu bungkus minyak goreng sudah terpakai.
Buruh Cuci di Rumah Sakit
Wa Muna juga mengaku saat bantuan itu diambil kembali, dirinya sedang bekerja sebagai buruh cuci di rumah sakit. Ia merasa diperlakukan seolah-olah melakukan kesalahan besar.
“Saya marah, seperti saya ini koruptor saja. Padahal suami saya sakit stroke dan tidak bisa apa-apa,” ucapnya.
Kisah tersebut menuai simpati publik dan mendorong pihak kelurahan turun tangan. Lurah Baadia, La Ode Baharuddin, bersama petugas kelurahan mendatangi langsung rumah Wa Muna pada Kamis (11/12/2025) untuk menyampaikan permohonan maaf.
“Kami mohon maaf atas kelalaian dalam penyaluran bantuan. Ini murni kesalahan administrasi,” kata Baharuddin.
Atalia Praratya Gugat Cerai Ridwan Kamil
Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini digugat cerai oleh istrinya, Atalia Praratya. Kabar keretakan rumah tangga Ridwan Kamil itu dibenarkan oleh Panitera Pengadilan Agama Bandung, Dede Supriadi.
Gugatan itu diajukan oleh Atalia Praratya melalui kuasa hukumnya. Pendaftaran gugatan cerai itu dibenarkan oleh Dede. Ia menyebut jika gugatan itu sudah masuk. Nantinya sidang cerai akan segera digelar.
“Benar, perkara gugatan cerai tersebut sudah masuk dan akan mulai disidangkan dalam waktu dekat,” ujar Dede, seperti dikutip dari Grid.id. Rencananya, sidang cerai akan dilaksanakan pada pekan ini.
Atalia Praratya dan Ridwan Kamil menikah pada 7 Desember 1996. Keduanya dikaruniai dua anak yakni Emmeril Kahn Mumtadz dan Camillia Laetitia Azzahra.
Gugat Cerai Usai Badai, Lisa Mariana Mengaku Dihamili Ridwan Kamil
Pada tahun 2025, seorang model majalah dewasa bernama Lisa Mariana mengaku dihamili Ridwan Kamil. Kontroversi itu pun menyebar ke mana-mana hingga Ridwan Kamil sempat memberikan klarifikasi.
Kubu Lisa dan Ridwan saling serang hingga melakukan tes DNA. Dalam masa-masa saling lapor melapor di antara keduanya itu, Atalia tak banyak berkomentar sebelum akhirnya menggugat cerai Ridwan Kamil.
Diterpa isu selingkuh
Mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sebelumnya diterpa isu perselingkuhan. Isu tersebut ramai jadi perbincangan gegara pengakuan Lisa Mariana.
Mendadak
Lisa Mariana
menuntut hak anaknya, kepada politisi berinisial RK. Pasalnya, anak tersebut diduga hasil hubungan gelapnya dengan sang politisi, namun RK tak mau bertanggung jawab.
Sosok RK ini ramai dikaitkan warganet alias netizen dengan sosok Ridwan Kamil. Di tengah isu miring tersebut, lika-liku asmara Ridwan Kamil dan sang istri, Atalia Praratya, kembali jadi sorotan.
Cinta pandangan pertama
Berawal dari cinta pandangan pertama, perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, penuh tantangan, pengorbanan, hingga akhirnya berbuah manis dalam bahtera rumah tangga yang harmonis.
Istilah ‘jodoh tidak ke mana’ sangat tepat menggambarkan bagaimana takdir mempertemukan Ridwan Kamil dan Atalia Praratya di sebuah pameran di Bandung pada tahun 1994. Kala itu, Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil, tengah menawarkan jasanya sebagai arsitek.
Dalam keadaan ragu-ragu antara langsung pulang atau kembali ke dalam pameran, takdir justru mempertemukannya dengan sosok perempuan yang langsung mencuri perhatiannya.
Akhir Pengabdian Guru Honorer Selama 16 Tahun
Selama 16 tahun mengajar, Zunaidi (bukan nama asli) mengaku tidak pernah membayangkan harus tiba-tiba mengakhiri pengabdiannya sebagai guru honorer. Guru berusia 39 tahun tersebut telah mengabdi sejak tahun 2009 di salah satu SMA Negeri (SMAN) di Kabupaten Pati.
Namun, kini Zunaidi harus rela menghentikan aktivitas mengajarnya mulai awal tahun 2026. Ia terpaksa menerima kenyataan pahit untuk berhenti mengajar.
“Saya terpaksa pensiun dini,” ucapnya saat ditemui Kompas.com pada Sabtu (13/12/2025). Ia menceritakan bahwa beberapa waktu lalu, dirinya dipanggil oleh kepala sekolah. Bukan untuk membahas kegiatan belajar mengajar atau perkembangan siswa, melainkan untuk menyampaikan keputusan yang mengacu langsung pada surat edaran.
Pihak sekolah menyatakan tidak lagi bisa memberikan jam mengajar maupun menggaji dirinya karena terikat aturan. “Karena tidak ada jam mengajar dan tidak dianggarkan gaji, artinya saya harus keluar,” tutur Zunaidi, yang merupakan seorang ayah dari tiga anak.
Bagi Zunaidi, kebijakan ini terasa sangat berat. Ia mengaku telah mencurahkan sebagian besar hidupnya untuk dunia pendidikan. Bahkan, hingga akhir masa tugasnya, ia masih mengemban amanah sebagai wali kelas.
Ia juga menyayangkan bahwa berbagai hal yang telah ia capai selama bertahun-tahun, mulai dari data yang tercatat valid di Dapodik, kepemilikan Sertifikat Pendidik (Serdik), hingga prestasi tingkat nasional yang pernah diraih, seolah tidak memiliki arti lagi.
Yang bikin lebih berat lagi buat Zunaidi, tak ada pesangon untuknya. “Saya menghormati upaya pemerintah menyelesaikan persoalan tenaga non-ASN. Tapi seharusnya penyelesaian tidak harus diartikan dengan memberhentikan guru yang sudah lama mengabdi,” terang dia.
Zunaidi menilai, kebijakan penataan pegawai telah mengabaikan rasa keadilan. Menurutnya, penataan seharusnya memperbaiki sistem, bukan justru mengorbankan mereka yang telah lama berada di dalamnya.
“Menata itu mestinya merapikan yang belum tertata, bukan membongkar yang sudah berjalan. Pengalaman 16 tahun, puluhan prestasi, semuanya hilang begitu saja,” keluhnya.
Meski demikian, Zunaidi memilih untuk tidak terus terpuruk. Ia menyadari keputusan telah ditetapkan dan hidup harus tetap berjalan. Ke depan, ia berencana meninggalkan pendidikan formal dan mencari peluang di bidang lain.
Termasuk mendalami fotografi, yang selama ini juga menjadi minat dan keahliannya. “Mungkin akan fokus ke fotografi dulu sambil belajar keterampilan lain,” pungkasnya.
Diketahui, nasib yang menimpa Zunaidi juga dialami sejumlah guru di Kabupaten Pati. Hal ini disebabkan oleh ketidaklulusan mereka dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Mereka yang tidak lulus seleksi hanya diperbolehkan bekerja hingga 31 Desember 2025 berdasarkan Surat Edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Nomor S/800/1616/2025 tentang Penegasan Status Tenaga Non-ASN Pasca Pelaksanaan Pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara Tahun Anggaran 2024.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











