Persib Bandung Kembali Kalah, Thom Haye Soroti Tantangan yang Dihadapi
Persib Bandung kembali mengalami kekalahan dalam laga lanjutan Super League Indonesia. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Kei Raha, Ternate, tim asal Kota Bandung tersebut kalah dengan skor 0-2 dari Malut United. Hasil ini menambah daftar kekalahan yang dialami oleh Persib dalam beberapa pertandingan terakhir.
Thom Haye, gelandang Persib, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bobotoh yang selalu memberikan dukungan tanpa henti. Ia menilai semangat suporter selalu menjadi energi tambahan bagi tim. Namun, ia juga mengakui bahwa kondisi perjalanan yang padat dan minimnya waktu istirahat menjadi tantangan besar bagi timnya.
“Seperti ketika beberapa hari lalu di kandang sendiri saat kami lolos ke babak berikutnya di ACL-2. Seperti pelatih katakan, kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi ini sangat sulit, baru kemarin pagi kami tiba (di Ternate) pukul 07.00,” ujar Thom, setelah laga.
Menurut Thom, situasi perjalanan yang padat membuat timnya tidak memiliki waktu istirahat yang ideal. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpengaruh besar terhadap kesiapan fisik para pemain di lapangan. Ia menyebutkan bahwa skuad Persib bahkan tidak mendapatkan kesempatan tidur selama dua malam penuh sebelum pertandingan digelar. Kondisi ini membuat persiapan berjalan jauh dari kata optimal.
“Saya masih berpikiran kami bisa meraih hasil yang lebih baik hari ini, tetapi bagi saya pemain profesional, sulit untuk melakukan itu saat kami memiliki waktu persiapan yang seperti ini. Kepada Bobotoh, berikutnya kami akan bermain di kandang dan tetap dukung kami,” kata Thom.
Thom juga mengungkapkan bahwa ada hal lain yang ingin ia sampaikan. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi pada satu pertandingan saja, melainkan sudah menjadi seperti gambaran umum sepanjang kompetisi liga.
“Sebagai contoh, hari ini bisa Anda lihat berapa lama waktu injury time. Di babak kedua, berapa lama pertandingan ini terhenti, seperti tim yang unggul di laga ini beberapa kali tergeletak di lapangan dan membuang-buang waktu,” ujar dia.
Ia memperkirakan Persib kehilangan cukup banyak waktu efektif selama pertandingan berlangsung. Menurut perhitungannya, waktu yang terbuang mencapai puluhan menit.
“Mungkin, kami kehilangan sekitar 20 menit di lapangan,” lanjut Thom.
Thom menegaskan bahwa setiap pemain tentu ingin memainkan sepak bola yang berkualitas dan menghibur. Namun, ia menyayangkan adanya praktik-praktik yang justru merusak ritme permainan di lapangan, tidak hanya di laga tersebut, tetapi juga di pertandingan lain.
“Sebagai pemain, semua ingin bermain sepak bola, memainkan permainan yang bagus. Namun sekarang, bukan hanya di sini, tapi di pertandingan lain, seperti merusak permainan,” kata Thom.
Ia berharap seluruh elemen sepak bola bisa berbenah demi perkembangan kompetisi. Menurutnya, wasit juga memiliki peran penting, termasuk dalam mengatur durasi pertandingan aktif dan penambahan waktu di akhir laga.
“Sebagai pemain, semuanya ingin bermain dan tidak mungkin bermain seperti ini,” ucapnya.
Performa Tim Malut United Dinilai Sangat Solid
Sementara itu, dari kubu Malut United, Gustavo Franca mengaku puas dengan performa timnya. Ia menilai seluruh pemain tampil solid dan menjalankan rencana permainan dengan baik.
“Kami bekerja keras untuk itu, seperti yang saya katakan kemarin. Pertama, saya berjanji kepada pelatih kepala untuk memberikan tiga poin sebagai hadiah ulang tahunnya,” kata Gustavo.
Gustavo menyebut kemenangan tersebut menjadi momen yang membahagiakan bagi dirinya dan tim. Ia melihat Malut United mampu menunjukkan karakter kuat serta sikap rendah hati sepanjang pertandingan.
“Hari ini kami sangat rendah hati, berlari bersama, berjuang bersama, dan membawa tiga poin ini untuk Malut United. Inilah penampilan yang saya butuhkan dalam pertandingan seperti ini, pertandingan besar, seperti yang saya katakan kemarin, kami cukup bagus untuk menghadapi tim mana pun di liga,” ucapnya.
Ketika ditanya mengenai perasaannya menghadapi Persib sebagai mantan pemain, Gustavo menegaskan bahwa klub tersebut memiliki arti khusus dalam perjalanan kariernya. Ia menyebut Persib sebagai bagian penting dalam hidupnya dan keluarganya.
“Persib telah memberi saya begitu banyak hal, Persib membuka pintu untuk saya. Namun sekarang fokus saya hanya untuk Malut,” tuturnya.
Gustavo juga mengungkapkan kebanggaannya melihat Persib mampu melangkah jauh di kompetisi Asia. Menurutnya, pencapaian tersebut sangat layak dan turut mengharumkan nama Indonesia di level internasional.
“Jadi saya mendoakan yang terbaik untuk Persib. Seperti yang saya katakan, sekarang di liga, fokus saya bersama Malut adalah mengalahkan semua lawan dan mencapai target Malut,” ujar pemain yang musim lalu mengantarkan Persib juara ini.
Terkait strategi bermainnya pada laga tersebut, Gustavo menjelaskan bahwa dirinya berusaha tampil disiplin. Ia mengaku memilih bermain bersih tanpa melakukan pelanggaran yang tidak perlu.
“Saya berusaha membersihkan bola, ketika saya mendapat kartu kuning, saya tidak bisa menyentuhnya lagi, ini sepak bola, hal seperti ini bisa terjadi. Tapi tidak apa-apa. Apa yang terjadi di lapangan, biarlah tetap di lapangan,” ucapnya.
















