Mutasi dan Rotasi Pejabat Kejaksaan di Bengkulu
Beberapa pejabat di lingkungan Korps Adhyaksa kembali mengalami mutasi dan rotasi. Salah satunya adalah Bagus Nur Jakfar Adi Saputro yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Belitung, Bangka Belitung, kini dimutasi menjadi Kajari Kepahiang, Bengkulu. Perubahan ini tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Hendro Dewanto pada 24 Desember 2025.
Diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan rotasi dan mutasi terhadap 68 pejabat di lingkungan kejaksaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) berganti jabatan, termasuk dua di antaranya berada di Bengkulu, yaitu Kajari Seluma dan Kajari Kepahiang.
Profil Sosok Bagus Nur Jakfar Adi Saputro
Bagus Nur Jakfar Adi Saputro dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Saat menjabat sebagai Kasi Intel di Kejari Banyuwangi, ia sangat akrab dengan warga setempat. Bahkan, saat pindah tugas, warga melakukan pawai melepasnya.
Riwayat jabatannya cukup beragam, antara lain:
* Kepala Kejaksaan Negeri Belitung (2024 – Desember 2025)
* Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Situbondo
* Kepala Seksi Intelijen di Kejari Banyuwangi 2018
* Jaksa di Kejari Bontang 2013
* Kepala Subbidang Analisis Data dan Statistik Kriminal di Kejagung 2019–2022
* Koordinator di Kejati DKI pada 2023
Prestasi yang diraihnya juga tidak bisa dipandang remeh. Ia meraih predikat Jaksa Terbaik 1 Kejaksaan Agung pada tahun 2018. Selain itu, ia mempelopori sistem akuntabilitas penanganan kasus pidana dan korupsi terintegrasi di Kejari Situbondo hingga meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Ia juga merupakan penggagas program “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS) untuk mendekatkan hukum kepada masyarakat.
Laporan Harta Kekayaan
Bagus Nur Jakfar Adi Saputro terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 10 Februari 2025. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tersedia di situs https://elhkpn.kpk.go.id/, total harta kekayaannya mencapai Rp. 1.269.487.932.
Berikut rincian harta kekayaannya:
* Tanah dan Bangunan: Rp. 1.265.000.000
* Tanah seluas 200 m² di KAB/KOTA Kutai Kartanegara, hasil sendiri: Rp. 15.000.000
* Tanah seluas 258 m² di KAB/KOTA Situbondo: Rp. 200.000.000
* Tanah dan bangunan seluas 16 m²/15 m² di KAB/KOTA Kutai Kartanegara, hasil sendiri: Rp. 100.000.000
* Tanah dan bangunan seluas 168 m²/126 m² di KAB/KOTA Banyuwangi, hasil sendiri: Rp. 350.000.000
* Tanah dan bangunan seluas 200 m²/200 m² di KAB/KOTA Banyuwangi, hasil sendiri: Rp. 400.000.000
* Tanah dan bangunan seluas 15 m²/20 m² di KAB/KOTA Kutai Kartanegara, hasil sendiri: Rp. 200.000.000
* Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 935.000.000
* Motor Honda SPM Solo tahun 2019, hasil sendiri: Rp. 15.000.000
* Mobil Honda Minibus tahun 2021, hasil sendiri: Rp. 200.000.000
* Motor Honda Matic tahun 2024, hasil sendiri: Rp. 20.000.000
* Mobil Honda Minibus tahun 2024, hasil sendiri: Rp. 700.000.000
* Harta Bergerak Lainnya: Rp. —-
* Surat Berharga: Rp. —-
* Kas dan Setara Kas: Rp. 569.487.932
* Harta Lainnya: Rp. —-
* Sub Total: Rp. 2.769.487.932
* Hutang: Rp. 1.500.000.000
* Total Harta Kekayaan (II-III): Rp. 1.269.487.932
Pengganti Kajari Kepahiang
Sebelumnya, Kajari Kepahiang, Asvera Primadona, digeser menjadi Kajari Prabumulih, Sumatera Selatan. Ia digantikan oleh Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Belitung, Bangka Belitung.
Asvera Primadona secara resmi memulai tugasnya sebagai Kajari Kepahiang menggantikan Ika Mauluddhina pada 9 Agustus 2024 lalu. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Koordinator di Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat sebelum kembali dimutasi jadi Kajari Prabumulih.
Selain Kajari Kepahiang, beberapa jabatan di lingkungan Kejati Bengkulu juga mendapatkan mutasi. Misalnya, Koordinator pada Kejati Bengkulu, Rozano Yudhistira, mendapatkan promosi jadi Kajari Aceh Selatan, Aceh. Kajari Seluma, Eka Nugraha, digeser untuk jabatan baru Kajari Pelalawan, Riau. Sebagai pengganti Eka Nugraha, ada Janu Arsianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator di Kajati Nusa Tenggara Timur.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."









