"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Gubernur Dihujat, Buruh Bocorkan Gaji Rp10 Juta dan Diamuk Istri

Aksi Pendemo Buruh yang Viral di Media Sosial

Seorang pendemo buruh bernama Bambang Ari menjadi sorotan setelah video aksinya viral di media sosial. Ia dikenal karena melontarkan kritikan keras terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang tidak hadir dalam aksi unjuk rasa buruh yang berlangsung di Gedung Sate, Kota Bandung.

Pada momen tersebut, Bambang Ari mencari keberadaan Dedi Mulyadi dan mengungkapkan kekecewaannya karena gubernur tersebut tidak hadir meskipun buruh telah berdemo selama beberapa hari. Dalam video yang beredar, ia menyampaikan kritik dengan kata-kata yang dianggap tidak pantas.

“Bapak aing mana guys yang katanya pro rakyat, tai,” ucapnya sambil tertawa. Ia juga mengkritik penundaan penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Jawa Barat 2026. Bambang Ari merasa kecewa karena upaya buruh untuk menuntut hak mereka tidak direspons langsung oleh Dedi Mulyadi.

Ia juga mengingatkan buruh agar tidak terlalu terlena dengan pencitraan Dedi Mulyadi. Menurutnya, kebaikan sang gubernur hanya sebatas tayangan di layar kamera. “Ya blah, buat kalian buruh yang masih terlena dengan pencitraan si Gubernur Konten, mikir, orang mah mikir. Mana ada dia pro rakyat, yang ada tuh cuman pencitraan, cuman buat konten,” ujarnya.

Kedatangan ke Rumah Dedi Mulyadi

Setelah viral, Bambang Ari akhirnya muncul ke publik dengan mengunjungi rumah Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, Jawa Barat. Kedatangannya disaksikan lewat unggahan video di Instagram pribadi Dedi Mulyadi. Dalam video tersebut, Bambang Ari tampak berbeda dari sebelumnya. Ia datang dengan wajah semringah dan canggung, namun ternyata untuk meminta maaf.

Bambang Ari mengaku kesalahannya atas ucapan yang tidak sopan terhadap Dedi Mulyadi. Permintaan maaf ini disambut baik oleh gubernur. Di tengah percakapan, Bambang Ari terungkap sebagai anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Ia menjelaskan bahwa aksi demo tersebut dilakukan atas amanat organisasi.

Dedi Mulyadi mengaku memahami alasan Bambang Ari melakukan demo. Ia bahkan menegaskan bahwa dirinya sendiri pernah aktif sebagai anggota organisasi buruh. “Mas Bambang Ari ternyata sudah memiliki upah Rp10 juta per bulan. Ikut berdemo karena amanat organisasi. Saya sangat maklum karena saya pun alumni aktivis buruh,” ujar Dedi Mulyadi.

Kekerasan Istri dan Permintaan Maaf

Di balik aksi Bambang Ari, ternyata ada cerita tak terduga. Saat pulang ke rumah, ia justru diamuk oleh istrinya. Istrinya marah karena Bambang Ari mencaci Dedi Mulyadi di depan kamera. Akibatnya, Bambang Ari tidak ditemani tidur dan diberi makan selama dua hari dua malam. Ia bahkan sampai tidak bisa tidur dan makan karena desakan istri.

“Dua hari dua malam enggak makan enggak tidur, istri saya juga garis keras KDM,” ujar Bambang Ari. Istrinya yang merupakan penggemar Dedi Mulyadi memaksa suaminya untuk meminta maaf. Ia takut jika keluarganya akan mendapat konsekuensi dari gubernur.

Akhirnya, Bambang Ari membawa istrinya ke rumah Dedi Mulyadi untuk meminta maaf. Istri Bambang Ari langsung memohon maaf kepada Dedi Mulyadi. “Iya bapak maafin kemarin bapak, minta maaf saya,” ujarnya. Ia merasa bersalah karena suaminya mencaci gubernur saat demo.

Penjelasan Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kritikan yang disampaikan saat demo adalah hak setiap orang. Ia juga menenangkan istri Bambang Ari yang merasa takut akan konsekuensi. Ia menegaskan bahwa semua warga Jawa Barat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat.

Istri Bambang Ari mengaku baru mengetahui suaminya viral setelah mengetahui kabar dari keponakannya. Awalnya, ia tidak mengetahui apa yang terjadi. Namun, setelah mengetahui, ia langsung marah dan memaksa suaminya untuk meminta maaf. “Ya Allah gusti, ayah minta maaf, bapak itu baik, bapak aing teh bageur (orang baik), saya bilang begitu ke dia (suami),” ujarnya.


Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *