Latar Belakang Nadiem Makarim
Nama Nadiem Makarim dikenal luas, bahkan sebelum ia menjabat sebagai menteri. Di dunia internasional, ia lebih dikenal sebagai teknopreneur yang sukses. Ia memulai perjalanan karier dengan memanfaatkan sepeda motor sebagai alat transportasi kelas bawah di Indonesia. Pikiran seorang teknopreneur biasanya berada di level langit, tetapi Nadiem justru memikirkan sepeda motor dan pemiliknya.
Awalnya, Nadiem mendapat kritik karena dianggap sebagai “teknopreneur kelas ojek”. Namun, ia berhasil mengubah pandangan tersebut dengan menciptakan aplikasi Go-Jek yang menjadi solusi untuk masalah transportasi di Indonesia. Aplikasi ini memindahkan pangkalan ojek dari bawah pohon ke handphone pengguna, membuatnya meledak dan menjadi gaya hidup baru.
Peran Nadiem dalam Ekonomi dan Sosial
Go-Jek tidak hanya menjadi transportasi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan jembatan pemerataan pendapatan. Kelas atas belanja, sementara kelas bawah mengangkutnya melalui layanan seperti Go-Food dan Go-Cantik. Nadiem pun menjadi orang yang sangat kaya melalui langkahnya ini. Ia menjadi simbol anak muda yang sukses, dan menjadi orang di atas langit dari hasil langkahnya yang membumi.
Keluarga Nadiem Makarim
Nadiem lahir dari keluarga aktivis. Ayahnya, Nono Anwar Makarim, adalah aktivis demokrasi, antikorupsi, dan pembela keadilan. Ia pernah menjadi pemimpin redaksi koran mahasiswa Harian Kami yang radikal dalam membela demokrasi. Istri Nono, Tika, juga aktivis antikorupsi yang tergabung dalam lembaga antikorupsi Mohamad Hatta.
Saat ini, Nono dan Tika masih hidup dan sudah tua. Mereka menjalani kehidupan idealis dengan mendirikan LP3ES, sebuah lembaga penelitian, pendidikan, dan penerangan ekonomi dan sosial. Lembaga ini bukan komersial atau politik, tetapi merupakan pressure group yang intelektual.
Keputusan Nadiem Menjadi Menteri
Meskipun tidak mengenal Nadiem secara langsung, penulis merasa aneh bahwa ia mau-maunya menjadi menteri. Ia pasti tahu bahwa meritokrasi belum bisa ditegaskan di Indonesia. Namun, permintaan dari presiden Republik Indonesia menjadi faktor penggoda. Selain itu, ada faktor ego laki-laki: ingin menunjukkan kesuksesan di bidang lain.
Namun, nasib Nadiem berubah ketika ia menjadi tersangka korupsi. Ini menjadi tantangan besar bagi keluarganya, terutama Nono dan Tika yang aktif dalam antikorupsi. Mereka hadir di pengadilan saat Nadiem mengajukan praperadilan.
Persidangan Nadiem Makarim
Praperadilan Nadiem ditolak, dan kini ia masuk proses peradilan. Tahap pembacaan eksepsi telah dilakukan, dan jaksa akan menjawab eksepsi tersebut. Setelah itu, hakim akan membuat putusan sela: perkara ini ditolak atau sidang diteruskan.
Dalam eksepsi 10 halaman yang dibacakan Nadiem, ia menjelaskan bahwa ia tidak menerima uang sepeser pun. Ia merinci dari mana dan ke mana uang ratusan miliar yang dituduhkan kepadanya. Ia juga menyatakan bahwa ia tidak ikut memutuskan penggunaan Chromebook. Semua keputusan didasarkan pada kajian tim dan pendapat hukum dari instansi penegak hukum serta audit BPKP.
Alasan Penetapan Tersangka
Menurut Nadiem, setelah ia ditetapkan sebagai tersangka, barulah BPKP diminta menghitung kerugian negara. Hasil audit BPKP menyebutkan adanya kerugian negara miliaran rupiah. Nadiem merasa bahwa ia ditetapkan sebagai tersangka sebelum ada bukti kerugian negara.
Dalam eksepsi, Nadiem juga menyebutkan faktor persaingan bisnis. Sistem lama yang digunakan selama bertahun-tahun tidak lagi dipergunakan. Ia berpendapat bahwa Chromebook lebih baik untuk anak sekolah karena dapat mencegah paparan pornografi dan judi online.
Persepsi di Kementerian Pendidikan
Faktor lain yang disebut dalam eksepsi Nadiem adalah sakit hatinya orang-orang di Kementerian Pendidikan yang kehilangan objekan. Ditambah dengan rasa sakit akibat tampilnya anak-anak muda dari luar. Mereka dianggap sombong karena fokus pada pekerjaan tanpa membangun komunikasi.
Versi Nadiem ini dikonfirmasi oleh banyak orang, termasuk aktivis antikorupsi dan mantan pegawai Kementerian Pendidikan. Mereka menyatakan bahwa rasanya Nadiem tidak menerima uang, tetapi tidak tahu tentang hal-hal lain.
Bersih itu baik, bersih dan membersihkan bisa jadi salah.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











