Pengukuhan Ketua Harian dan Ketua Umum MES dalam Munas VII
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono resmi ditetapkan sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dalam Musyawarah Nasional (Munas) VII yang digelar di Ballroom Menara BRILian, Jakarta, pada Minggu (11/1/2026). Keputusan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran MES sebagai organisasi nirlaba yang berkomitmen membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan sesuai prinsip syariah.
MES didirikan sejak 1 Muharram 1422 Hijriah (H) atau 26 Maret 2001. Sejak awal berdirinya, organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi syariah dengan cara yang inklusif dan mandiri. MES tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun politik, tetapi berperan sebagai wadah yang mampu menghimpun sumber daya dari berbagai kalangan untuk membangun ekonomi syariah yang lebih kuat.
Ferry Juliantono menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi antara koperasi dan MES, terutama dalam memperkuat peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa saat ini sudah banyak contoh koperasi berbasis syariah yang berhasil mengembangkan ekosistem bisnisnya. Contohnya adalah Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, yang sukses membangun ekosistem bisnis di sektor pertanian.
Selain itu, Ferry juga menyebutkan bahwa koperasi pondok pesantren akan menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tujuannya adalah untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik dan efektif.
Hadirnya Tokoh Penting dalam Munas VII
Munas VII dihadiri oleh beberapa tokoh penting seperti Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Dewan Pembina MES Ma’ruf Amin, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Muliaman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyala Mataliti. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya Munas VII sebagai momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan baru dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Ferry berharap, terbentuknya kepengurusan MES yang baru dapat semakin memajukan organisasi tersebut ke depan. Ia menilai bahwa keberadaan para tokoh tersebut menjadi tanda bahwa komitmen terhadap ekonomi syariah sangat kuat.
Peran Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES
Selain Ferry Juliantono, Munas VII juga menetapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES. Dalam sambutannya, Rosan menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga menyoroti inisiatif pembangunan Kampung Haji yang digagas bersama pemerintah. Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah haji Indonesia dapat berjalan lebih baik. “Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini (2026) di kuartal IV akan kami mulai pembangunannya,” ujarnya.
Rosan menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi. Ia berharap adanya sinergi dan dukungan dari berbagai pihak agar program strategis pemerintah maupun MES dapat terlaksana dengan baik.
Refleksi Perjalanan Ekonomi Syariah Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Dewan Pembina MES Ma’ruf Amin menyampaikan refleksi mengenai perjalanan ekonomi syariah di Indonesia. Sejak berdiri, MES memiliki dua target utama, yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.
“Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan, posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor tiga dari sebelumnya di posisi 18,” ungkap Ma’ruf.
Namun, ia menekankan bahwa meskipun ekonomi syariah telah berhasil dimasyarakatkan, hingga kini belum mampu mensyariahkan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, target MES ke depan adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50 persen.
Ma’ruf optimistis bahwa ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus amal saleh bagi seluruh insan yang terlibat di dalamnya. Ia berharap, keberadaan MES dapat benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional. “Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” ucap Ma’ruf.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











