KEBUMEN — Pemerintah Kabupaten Kebumen menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan dukungan kepada keluarga korban tragedi yang terjadi di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan. Tragedi ini mengguncang masyarakat setelah seorang ibu dan balitanya ditemukan tergantung di dalam rumah. Anak sulung dari keluarga tersebut berhasil selamat dan kini mendapatkan pendampingan intensif.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani telah mengunjungi lokasi kejadian dan memastikan bahwa pendampingan terhadap anak korban yang selamat dilakukan secara maksimal. Dalam pernyataannya, Bupati menyampaikan bahwa negara tidak boleh absen ketika warganya menghadapi situasi sulit. Pemkab Kebumen berkomitmen untuk memberikan dukungan menyeluruh, mulai dari bantuan darurat hingga jaminan pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan anak korban.
“Pemerintah hadir untuk memastikan keluarga yang ditinggalkan tidak berjalan sendiri. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, serta pembebasan biaya visum. Yang terpenting, anak yang selamat harus mendapatkan rasa aman dan masa depan yang baik,” ujar Bupati Lilis dalam keterangan resminya.
Selain itu, Bupati juga menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ (8), anak almarhumah yang berhasil menyelamatkan diri. Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Kebumen menawarkan kesempatan kerja kepada paman dan bibi AZ agar memiliki penghasilan tetap dan dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak dalam lingkungan yang aman dan stabil.
Pemkab juga akan melakukan pemetaan ulang warga pra-sejahtera guna memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran, terutama bagi keluarga dengan kerentanan ekonomi dan sosial.
Pendampingan Psikososial
Sejalan dengan arahan Bupati, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kebumen telah melakukan pendampingan psikososial sejak Rabu (7/1/2026). Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi Lestari, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan dengan pendekatan ramah anak melalui komunikasi ringan dan permainan.
“Anak menunjukkan tanda-tanda trauma, seperti ketakutan terhadap orang asing. Kami juga membekali keluarga besar agar tidak mengulang cerita peristiwa di depan anak demi menjaga kondisi psikologisnya,” jelas Arum.
Dugaan Penyebab Tragedi
Sementara itu, Kapolsek Buayan Iptu Walali Saebani membenarkan adanya peristiwa meninggalnya seorang ibu dan anak balitanya di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil penelusuran awal, peristiwa itu diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama.
“Informasi yang kami peroleh, korban telah ditinggal suami selama kurang lebih dua tahun. Anak sulungnya berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian tersebut kepada kerabat,” ujar Iptu Walali.
Ia juga mengklarifikasi bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah korban meninggal dunia lebih dari dua orang adalah tidak benar. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi demi menjaga perasaan keluarga korban.
Kontak Bantuan
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:
https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/











