"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Reaksi Pandji Pragiwaksono Dianggap Memecah Bangsa: Terima Kasih Banyak

Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Fitnah

Pandji Pragiwaksono, komika ternama Indonesia, dilaporkan ke polisi oleh seorang aktivis muda yang mengaku sebagai anggota dari organisasi tertentu. Laporan ini terkait dugaan fitnah dalam materi stand-up comedy yang ia bawakan dalam pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix. Materi tersebut menyajikan kritik sosial dan politik dengan gaya komedi satir, termasuk isu tentang konsesi tambang yang diberikan kepada ormas keagamaan.

Pandji menanggapi laporan tersebut dengan santai melalui media sosial. Ia menyampaikan bahwa dirinya baik-baik saja dan berterima kasih atas dukungan publik. Meskipun demikian, ia kini terancam mendekam di penjara setelah dilaporkan oleh seorang aktivis muda NU atas dugaan fitnah.

Sebelumnya, Pandji memang menjadi sorotan publik setelah pertunjukan Mens Rea ditayangkan di Netflix. Dalam pertunjukan itu, ia menyampaikan berbagai kritikan berbalut komedi terhadap kondisi Indonesia. Salah satu topik yang disinggung adalah soal ormas keagamaan yang menerima konsesi tambang dari pemerintah. Pandji menyebutkan bahwa NU dan Muhammadiyah menerima konsesi tambang di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menilai apa yang diterima dua organisasi Islam tersebut sebagai bentuk balas jasa pemerintah. “Politik balas budi, betul. Ada yang ngerti politik balas budi? Gue kasih lu sesuatu, tapi lu kasih gue sesuatu lagi,” ujarnya dalam tayangan Mens Rea. Pandji juga menyatakan bahwa seluruh ormas keagamaan diberi konsesi tambang, namun hanya ormas Islam yang menerima tawaran tersebut.

Sosok yang Melaporkan Pandji

Rizki Abdul Rahman Wahid, sosok yang melaporkan Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada 7 Januari 2026, merupakan aktivis muda yang belakangan menjadi perhatian publik. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang disebut muncul dalam materi pertunjukan Mens Rea yang viral di media sosial.

Rizki menegaskan bahwa langkah hukum itu diambil bukan semata atas nama pribadi, melainkan sebagai respons atas kegaduhan publik dan aspirasi sebagian kelompok masyarakat yang merasa dirugikan. Dalam pernyataannya ke media, Rizki sempat mengklaim dirinya bertindak sebagai bagian dari “Presidium Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah”. Klaim ini kemudian menuai polemik karena sejumlah tokoh dan pihak terkait menyatakan tidak mengenal adanya organisasi resmi bernama Angkatan Muda NU.

Di luar kontroversi tersebut, Rizki Abdul Rahman Wahid diketahui memiliki rekam jejak organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta pada tahun 2021, organisasi kemahasiswaan yang memiliki keterkaitan historis dengan Nahdlatul Ulama.

Pertunjukan Mens Rea Tayang Tanpa Sensor di Netflix

Pertunjukan Mens Rea merupakan bagian dari rangkaian tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar sepanjang tahun 2025 di berbagai kota. Puncak pertunjukan live tersebut berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025. Setelah rangkaian tur selesai, Mens Rea kemudian diadaptasi menjadi tayangan digital dan dirilis sebagai spesial show tanpa sensor di layanan streaming global Netflix.

Tayangan tersebut mulai tersedia pada 27 Desember 2025 dan dengan cepat menarik perhatian publik Indonesia. Sampai berita ini dipublikasikan, Pandji Pragiwaksono belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan yang diajukan kepadanya.

Topik yang Ramai Dibicarakan dalam Mens Rea

Selain isu konsesi tambang, ada enam poin yang menjadi sorotan publik saat Pandji tampil di pertunjukan Mens Rea. Berikut di antaranya:

  • Kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa

    Pandji menyinggung soal penyalahgunaan jabatan tersangka kasus narkoba aparat negara. Bahwa komisi hasil dibagi dua dengan pihak terlibat, sementara beberapa dipakai untuk gimik naik jabatan.

  • Kasus Penembakan PI ke Siswa SMKN di Semarang

    Pandji menyoroti kasus penembakan tersebut karena informasi yang pertama kali keluar, siswa SMKN sedang terlibat tawuran dan P
    **i mencoba melerai namun akhirnya mengeluarkan tembakan. Kasus ini bahkan sempat ditutupi dan terkesan melindungi aparat yang menembak sisa SMK tersebut.

  • Anomali Pagar Laut yang Ada di Tangerang

    Menurut keyakinan Pandji, sebagian orang sekitar yang memasang pagar laut di Tangerang sengaja dibayar demi proyek khusus. Namun tujuannya apa dan siapa dalangnya, Pandji hanya tertawa.

  • Rumah Masalah Kelas Menengah di Kota

    Pandji mengatakan bahwa rumah kelas menengah di negeri ini sudah menjadi bahan investasi, karena kelas menengah paling jarang diperhatikan. Pandji juga menegaskan bahwa kenaikan harga tanah cenderung lebih kencang daripada kenaikan skema UMR.

  • Masalah Opini yang Sempat Naik ‘Orang Bodoh Nggak Usah Ikut Votting’

    Inti ucapan Pandji soal masalah ini adalah bahwa common sense orang kaya, menengah dan bawah itu berbeda jadi nggak bisa disamakan, apalagi kepentingan-kepentingan yang berbeda dari motif politisi untuk dapat simpati dan masih banyak lagi.

  • Kasus Korupsi Pejabat MA Senilai Rp 1 Triliun

    Pandji juga membahas bahwa nilai gratifikasi yang diterima tersangka mencapai Rp915 miliar dan 51 kg emas. Tentu uang ini menjadi masalah karena mempengaruhi keputusan jaksa di Pengadilan. Intinya jelas bahwa hukum di Indonesia bisa di beli.

Selain keenam poin di atas, Pandji juga ramai dikomentari menohok karena mengkritik fisik Wakil Presiden Gibran. Pandji mengkritik fisik Wapres Gibran “Mata Ngantuk”. Kendati demikian, di tengah polemik ucapannya di Mens Rea, Pandji justru sedang asyik berlibur. Ia membagikan momen liburannya di Instagram pribadinya.

Denny Sumargo dan Ahok yang mengetahui soal Pandji asyik berlibur di tengah polemik Mens Rea, justru menanggapinya dengan senang. “Aduh seru Panji udah lari ke New York nih. Gua enggak tahu dia lari apa lagi berlibur ya soalnya di sana ya,” ucap Denny Sumargo, Rabu (7/1/2026). “Dia sudah tinggal sana,” jawab Ahok. “Lu ninggalin masalah nih di Indonesia,” timpal Denny Sumargo. “Oh, enggak enggak masalah dong. Justru itu kan edukasi. Edukasi. Itu yang gua suka dari Panji. Kita perlu mengedukasi supaya masyarakat tuh paham,” pungkas Ahok.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *