Wali Kota Madiun Maidi Terjaring OTT KPK, Dugaan Keterlibatan dalam Korupsi Proyek dan Dana CSR
Wali Kota Madiun, Maidi, terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026). OTT ini diduga terkait dengan praktik korupsi yang melibatkan proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun. Peristiwa ini menarik perhatian publik, baik karena keterlibatan Maidi dalam kasus tersebut maupun laporan harta kekayaannya yang turun dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Maidi pada 2025 tercatat sebesar Rp16,9 miliar. Angka ini mengalami penurunan sekitar Rp1,4 miliar dibandingkan laporan tahun sebelumnya yang mencapai Rp18,4 miliar. Meskipun ada penurunan, harta kekayaan Maidi tetap tergolong besar, terutama dari tanah dan bangunan yang ia miliki di berbagai wilayah di Jawa Timur.
Rincian Harta Kekayaan Maidi
Dalam LHKPN terbaru, harta terbanyak Maidi berasal dari tanah dan bangunan, yaitu sebesar Rp16,074 miliar. Berikut rincian detailnya:
- Tanah dan Bangunan
- Tanah dan Bangunan Seluas 140 m2/126 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI: Rp. 235.000.000
- Tanah Seluas 481 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI: Rp. 1.200.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 280 m2/54 m2 di KAB / KOTA MADIUN, HASIL SENDIRI: Rp. 450.000.000
-
… (lanjut hingga item ke-19)
-
Alat Transportasi dan Mesin: Total Rp647 juta
- MOTOR, TOSSA TSZ200-2 Tahun 2013, HASIL SENDIRI: Rp. 12.000.000
- MOBIL, NISSAN GRAND LIVINA XV AT Tahun 2011, HASIL SENDIRI: Rp. 110.000.000
-
… (lanjut hingga item ke-7)
-
Harta Bergerak Lainnya: Rp95,825 juta
- Surat Berharga: Kosong
- Kas dan Setara Kas: Rp1,408,588,959
- Harta Lainnya: Kosong
Total keseluruhan harta kekayaan Maidi adalah Rp18,225.413.959, sedangkan utangnya mencapai Rp1,299.284.440. Sehingga total harta kekayaan bersihnya menjadi Rp16,926.129.519.
Profil Wali Kota Madiun Maidi
Maidi lahir di Magetan, Jawa Timur, pada 12 Mei 1961. Ia memiliki istri bernama Yuni Sulistyowati dan dua anak, yaitu Hendra Saktiwan dan Hendriani Curtinawati. Maidi adalah lulusan S1 Sarjana Hukum dari Universitas Merdeka Madiun, serta telah menyelesaikan program pascasarjana di Universitas Satyagama dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Ia juga menyandang gelar Doktor Administrasi Publik dari Universitas Terbuka.
Sebelum menjabat sebagai Wali Kota Madiun, Maidi pernah menjabat sebagai guru Geografi di SMAN 1 Madiun dari 1989 hingga 2002. Setelah itu, ia naik jabatan menjadi Kepala Sekolah SMAN 2 Madiun pada 2002. Pada 2002, ia dimutasi menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun. Pada 2005, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Madiun, dan pada 2006 hingga 2009, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.
Pada 2009, Maidi diangkat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun dan menjalankan jabatan tersebut hingga 2018. Setelah itu, ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Madiun dan terpilih pada Pilkada 2019 hingga 2024. Pada Pilkada 2024, ia kembali terpilih sebagai orang nomor satu di Kota Madiun untuk periode 2025 hingga 2030.
Jejak Karier dan Peran dalam Pemerintahan
Maidi memulai karier sebagai guru sebelum bergeser ke dunia birokrasi. Ia juga aktif dalam politik sebagai anggota Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Saat ini, ia bekerja sama dengan Wakil Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun. Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025.
Selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Madiun, Maidi fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pelayanan publik. Namun, kasus OTT yang menimpanya kini membawa pertanyaan tentang transparansi dan integritas dalam pengelolaan dana publik.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











