"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Profil dan Kekayaan Bupati Pati Sudewo yang Dulu Didemo Pajak Kini Kena OTT KPK



JAKARTA – Bupati Pati Sudewo menjadi tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan pemerintah Kabupaten Pati. Selain itu, Sudewo juga menjadi tersangka dalam dugaan korupsi proyek rel kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

Dugaan korupsi proyek rel kereta itu sebelumnya disampaikan oleh Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, di mana Sudewo diduga menerima aliran dana Rp720 juta terkait korupsi DJKA di Jawa Tengah. Kemudian kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan pemerintah Kabupaten Pati, Sudewo disebut meminta calon perangkat desa untuk membayar uang pendaftaran hingga Rp225 juta.

Rekam Jejak Sudewo

Sudewo merupakan politisi dari Partai Gerindra yang terpilih menjadi Bupati Pati periode 2025-2030. Namanya disorot publik setelah masyarakat melakukan demo besar-besaran pada Agustus 2025. Saat itu, masyarakat mengkritisi kebijakan Sudewo yang akan menaikkan PBB hingga 250%. Masyarakat pun mendesak politisi tersebut untuk mundur dari jabatannya.

Sebelum menjadi Bupati Pati, Sudewo sudah terjun ke politik pada 2002. Di mana saat itu ia maju dalam pemilihan Bupati Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono. Meski kalah, pengalaman itu justru membuatnya kian tertarik dengan dunia politik. Empat tahun kemudian, dia resmi mengundurkan diri dari PNS dan bergabung dengan Partai Gerindra.

“Saya belum beruntung, saya kalah. Kemudian dari situ kayaknya semakin asik dalam kegiatan politik. Pada akhirnya di tahun 2006, mengundurkan diri sebagai pegawai negeri dan masuk di Partai Politik,” katanya dikutip melalui laman TVR Parlemen “Profil Wakil Rakyat”.

Pada 2009 menjadi tonggak penting saat dia terpilih sebagai Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III. Di periode berikutnya, 2014, dia gagal kembali ke Senayan, tetapi berhasil pada akhirnya saat mengikuti Pemilu 2019.

Selama di DPR, dia duduk di Komisi V yang membidangi infrastruktur, bermitra dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, BMKG, hingga Basarnas.

Bagi Sudewo, kebanggaan terbesar sebagai wakil rakyat adalah ketika perjuangannya menghadirkan program rumah swadaya bagi warga miskin yang tinggal di rumah tak layak huni.

“Melihat mereka akhirnya bisa tinggal di rumah yang layak itu merupakan kepuasan yang luar biasa,” ujarnya.

Visi politik Sudewo menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Dia kerap mengingatkan kepala daerah agar tidak hanya fokus membangun infrastruktur, melainkan juga meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing warga.

“Saya selalu memberikan masukan kepada para Bupati, Anda jangan hanya berpikir tentang infrastruktur. Kalau membangun infrastruktur relatif mudah, ada duitnya, itu bisa terwujud. Tetapi tolong Anda juga fokus terhadap pengembangan sumber daya manusia,” pungkas Sudewo.

Harta Kekayaan Sudewo

Harta kekayaan miliknya kemudian ikut menjadi sorotan, setelah demo besar yang dilakukan oleh masyarakat Pati untuk mendesaknya mundur dari jabatan. Sudewo memiliki total harta kekayaan fantastis yang nilainya mencapai Rp31,5 miliar.

Berdasarkan data situs laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Sudewo melaporkan hartanya saat awal menjabat pada 11 April 2025. Adapun harta kekayaan Sudewo mayoritas berasal dari aset tanah dan bangunan sebesar Rp17 miliar. Aset itu tersebar di Pati, Surakarta, Yogyakarta, Bogor, Depok, Blora hingga Tuban. Total, aset tanah dan bangunan milik Sudewo mencapai 31 aset.

Kemudian, aset transportasi dan mesin Sudewo total mencapai Rp6,3 miliar. Dalam membantu mobilitasnya, dia memiliki enam mobil seperti Toyota Alphard (2024) Rp1,7 miliar, Toyota Land Cruiser (2019) Rp1,9 miliar. Selanjutnya, Toyota Harrier (2014) Rp400 juta, BMW X5 (2023) Rp1,9 miliar, Mitsubishi Pajero (2019) dan Toyota Innova (2013) Rp120 juta. Selain mobil, Sudewo juga memiliki dua motor Honda Beat Rp4 juta dan Suzuki TS125 Rp25 juta.

Selain kedua aset itu, Sudewo juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp795 juta, surat berharga Rp5,3 miliar dan harta kas setara kas Rp1,9 miliar. Tercatat, Sudewo juga tidak memiliki utang.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *