Persiapan Bansos Beras untuk Tahun 2026
Pemerintah Indonesia terus mempersiapkan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) berupa beras dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional dan melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu program utama yang akan dilaksanakan adalah penyaluran bansos beras dengan total persediaan sebesar 720.000 ton. Penugasan ini diberikan secara resmi kepada Perum Bulog sebagai pelaksana utama.
Program bansos beras ini direncanakan berlangsung selama empat bulan dalam satu tahun anggaran, termasuk pada tahun 2026. Meski jumlahnya kemungkinan besar masih akan berada pada angka yang sama seperti tahun lalu, yaitu sekitar 365.000 ton, terdapat sedikit perubahan yang tidak terlalu signifikan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan situasi inflasi dan kondisi ekonomi yang dinamis.
Penyaluran bansos beras juga mencakup berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan lebih dari 365.000 ton beras kepada masyarakat tidak mampu di berbagai wilayah pada periode Oktober hingga November 2025. Dengan demikian, diharapkan penyaluran bansos beras pada tahun 2026 dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Proses Penyaluran Bansos Beras di Kabupaten Garut
Kabupaten Garut menjadi salah satu wilayah di Jawa Barat yang menerima bansos beras. Pada tahun 2025, sekitar 120.000–135.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan tersebut setelah melewati verifikasi data DTKS yang dipublikasikan oleh Kementerian Sosial. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang hanya berkisar antara 120–130 ribu keluarga.
Jika tidak ada perubahan sistem penyaluran baru, jumlah KPM bisa meningkat menjadi sekitar 140.000 pada tahun 2026 akibat inflasi atau bencana. Setiap KPM akan menerima beras dengan berat sekitar 10–15 kg, tergantung harga beras di pasar Garut yang berkisar antara Rp15.000–Rp18.000 per kilogram. Estimasi penyaluran per bulannya mencapai rata-rata 1.440.000–1.950.000 kg beras.
Cara Mengecek Penerima Bansos Beras
Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai besaran bansos yang akan diterima, masyarakat dapat melakukan pemeriksaan nama penerima bansos secara online melalui beberapa cara:
- Melalui Link
- Akses situs resmi di cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah tempat tinggal mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai yang tertera di e-KTP.
- Ketikkan kode huruf (captcha) yang muncul pada kotak di layar.
- Klik tombol “CARI DATA”.
-
Sistem akan menampilkan informasi apakah nama tersebut terdaftar sebagai penerima bantuan, jenis bantuan yang didapat (PKH, BPNT, atau PBI-JK), serta status periode pencairannya.
-
Melalui Aplikasi JMO
- Unduh terlebih dahulu aplikasi Cek Bansos di Appstore atau Play Store.
- Buka aplikasi Cek Bansos
- Masuk menggunakan username dan password
- Jika belum ada akun, lakukan registrasi dengan mengisi data lengkap
- Jika sudah masuk, klik menu “Cek Bansos”
- Masukkan data wilayah tempat tinggal pada form yang muncul
- Masukkan nama penerima bansos sesuai KTP
- Isi kode verifikasi
- Klik “Cari Data”
- Tunggu beberapa saat sampai hasil pencocokan data dengan daftar penerima muncul
Cara Pencairan Bansos Beras 2026
Bagi masyarakat yang berstatus sebagai penerima bansos beras, berikut langkah-langkah pencairannya:
- Tunggu pengumuman pencairan bansos beras
- Siapkan KTP asli, KK fotocopy, surat undangan jika ada
- Datang ke lokasi sesuai jadwal
- Ambil nomor antrian
- Tunjukkan KTP
- Petugas akan cek nama
- Tandatangani berkas penerimaan bansos
- Pastikan beras dalam kondisi baik
- Cek berat beras 10 kg atau tidak
- Bansos beras siap dibawa pulang











