Pengakuan Ratih Puspita Dewi tentang Perawatan Ressa Rizky Rossano
Ratih Puspita Dewi, yang telah merawat putra Denada, Ressa Rizky Rossano sejak bayi, mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mendapatkan hak-hak yang semestinya. Ia mengaku bahwa Ressa dibawa ke rumahnya saat berusia 10 hari pada tahun 2002.
Ratih, yang merupakan istri dari Dino Rossano Hansa dan adik ipar penyanyi senior Emilia Contessa, menjelaskan bahwa saat itu Denada menitipkan Ressa kepada dirinya dan suaminya. Penitipan tersebut disertai janji bahwa kebutuhan bayi, termasuk susu, akan disuplai oleh pihak keluarga Denada. Namun, janji itu tidak pernah terwujud.
Bawa Ressa Saat Usia 10 Hari
“Tahun 2002. Umur sepuluh hari. Sepuluh hari bayi. Waktu itu masih di Bandara Surabaya sebelum ada (Denada),” ujar Ratih dalam wawancara yang dilakukan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (24/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa Ressa dijemput di Bandara Surabaya oleh suaminya bersama seorang asisten rumah tangga. Setelah itu, bayi tersebut dibawa ke hotel sebelum akhirnya diasuh sepenuhnya oleh Ratih dan Dino.
Proses penyerahan bayi itu pun berlangsung tanpa kehadiran Denada.
“Jadi dijemput sama bapaknya Ressa (suami Ratih) dan emak yang biasa masak di rumah. Dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu, kami ambil di hotel,” lanjut Ratih.
“Tapi tanpa Denada. Neneknya Denada yang memberikan. Neneknya, buyutnya Ressa ini,” sambungnya lagi.
Janji Pihak Denada Penuhi Kebutuhan Ressa
Sebelum menerima Ressa, Ratih sempat mendapatkan penjelasan seluruh kebutuhan bayi akan ditanggung oleh pihak keluarga Denada. Bahkan disebutkan akan ada pasokan susu dan perlengkapan bayi secara rutin. Namun, kenyataan tidak sesuai harapan.
“Katanya dulu ‘Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan’, ini itu, tapi enggak ada semua,” tutupnya.
Sebagai informasi, Ratih Puspita Dewi merupakan adik ipar Emilia Contessa, ibu Denada. Ratih menikah dengan Dino Rossano Hansa, adik dari Emilia Contessa. Pasangan inilah yang kemudian dikenal sebagai orang tua Ressa oleh lingkungan sekitar.
Bahkan, seorang mantan asisten rumah tangga keluarga Denada pernah menyebut Dino dan Ratih sebagai orang tua Ressa, mengingat keduanya yang mengasuh dan membesarkan Ressa sejak bayi.
Selama 24 tahun, Ressa Rizky Rosano hidup dalam asuhan Dino dan Ratih, hingga akhirnya mengetahui fakta bahwa dirinya diduga merupakan anak kandung Denada.
Cara Ressa Cari Bukti Dirinya Anak Denada
Kesaksian seorang sopir yang mengaku pernah membawa Ressa Rizky Rossano dari Jakarta ke Banyuwangi menjadi titik penting dalam gugatan perdata dugaan penelantaran anak yang menyeret nama artis Denada.
Kesaksian itu semakin menguatkan keyakinan Ressa bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Ressa Rizky Rossano (24), pemuda asal Banyuwangi, mengungkapkan sopir tersebut membenarkan peristiwa 24 tahun lalu, saat dirinya dibawa dari Jakarta ke Banyuwangi dan diserahkan Denada kepada sebuah keluarga untuk dirawat.
Perkara tersebut kini bergulir di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur. Sidang perdata gugatan penelantaran anak digelar pada Kamis (22/1/2026). Namun dalam persidangan itu, Denada kembali tidak hadir dan hanya diwakili oleh tim kuasa hukum barunya.
Ressa mengaku kecewa atas ketidakhadiran Denada. Ia menegaskan gugatannya bukan tanpa dasar dan dilandasi pencarian panjang tentang asal-usul dirinya.
Keyakinan Ressa bermula sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Kala itu, ia kerap menjadi sasaran perundungan karena dianggap sebagai anak yang tidak jelas asal-usulnya. Tekanan dan rasa malu membuatnya terdorong mencari kebenaran tentang identitas dirinya.
Upaya itu dimulai dengan menelusuri cerita keluarga dekat yang, menurut penuturannya, berada dalam satu mobil bersamanya saat perjalanan dari Jakarta ke Banyuwangi puluhan tahun silam. Namun, tidak satu pun dari mereka yang bersedia memberikan penjelasan.
“Saya tanya semua keluarga yang naik mobil saat itu, tidak ada yang mau bilang,” kata Ressa, dikutip dari Kompas.com pada Sabtu (24/1/2026).
Tekad Ressa untuk mencari kebenaran tak surut. Hingga akhirnya ia menemukan sosok sopir yang mengantarnya dari Jakarta ke Banyuwangi. Sopir tersebut diketahui tinggal di wilayah Kecamatan Licin, Banyuwangi. Dengan diantar dua orang temannya menggunakan sepeda motor, Ressa mendatangi rumah sopir tersebut. Pertemuan itu, menurut Ressa, berlangsung emosional.
“Sampai sana saya ketemu, orangnya kaget, nangis,” kata Ressa.
Dari kesaksian sopir yang kini telah meninggal dunia itu, Ressa meyakini Denada adalah ibu kandungnya. Namun, pengakuan tersebut disimpannya rapat-rapat selama bertahun-tahun.
Panggil Denada ‘Mbak’ Demi Jaga Hubungan
Meski mengetahui fakta tersebut, Ressa mengaku tetap menjaga hubungan dengan Denada sebagaimana saudara sepupu. Ia bahkan memanggil Denada dengan sebutan “Mbak”. Seiring waktu, Ressa akhirnya memberanikan diri meminta pengakuan. Namun permintaan itu ditolak. Denada disebut tetap bersikukuh bahwa Ressa adalah adiknya, bukan anaknya.
Merasa sakit hati dan tidak mendapat pengakuan, Ressa kemudian menempuh jalur hukum. Ia menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi dengan nilai gugatan mencapai Rp 7 miliar.











