Penelitian Dokter Tifa Mengungkap Enam Versi Ijazah Joko Widodo
Dokter Tifa, seorang peneliti independen, mengungkapkan bahwa terdapat enam versi ijazah yang diklaim sebagai dokumen resmi Joko Widodo. Penemuan ini dilakukan setelah tiga tahun melakukan kajian mendalam terhadap salinan ijazah yang dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Penelitian ini diumumkan dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan melalui Kompas TV pada Senin (16/2/2026).
Menurut Dokter Tifa, spesimen pertama ijazah Joko Widodo muncul pada 20 Oktober 2022. Dalam bentuk fotokopi ukuran A3, dokumen ini dirilis secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Meskipun ukuran A3 sama dengan format ijazah asli sarjana UGM, ia menekankan bahwa kesamaan ukuran tidak berarti dokumen tersebut berasal dari ijazah asli.
“Kesamaan ukuran tidak serta merta membuktikan bahwa fotokopi tersebut berasal dari ijazah asli,” jelasnya. Menurutnya, detail-detail pada ijazah inilah yang membuatnya tercengang. Ia menyebut adanya dua ciri utama: lipatan pada dokumen dan noktah atau bleberan tinta pada logo UGM.
Awalnya, ia memperkirakan bahwa noktah tersebut mungkin bagian dari elemen gambar seperti tumbuhan kopi atau teh. Namun, setelah membandingkannya dengan ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985 milik almarhum Bambang Rudi Harto, ia menyimpulkan bahwa itu adalah bleberan tinta akibat faktor usia.
Versi Kedua dan Ketiga
Spesimen kedua muncul pada 1 April 2025, dikeluarkan oleh kader PSI bernama Dian Sandi Utama. Dalam versi ini, tidak ditemukan lipatan maupun bleberan tinta pada logo. Namun, ia menemukan ciri hasil cetak printer yang tintanya melebar, yang menurutnya berbeda dengan efek penuaan alami.
Pada 22 Mei 2025, saat presentasi Bareskrim, muncul spesimen ketiga. Dokter Tifa menyebut versi ini memiliki dua kemiripan dengan versi 2022, yakni adanya lipatan dan bleberan tinta. Namun, ia mempertanyakan mengapa yang ditampilkan dalam presentasi adalah fotokopi, bukan dokumen asli, meski disebut telah dilakukan penyitaan.
Ia juga mempertanyakan dokumen mana yang sebenarnya diuji oleh puslabfor, apakah fotokopi atau dokumen yang diklaim sebagai asli.
Versi Keempat dan Kelima
Pada gelar perkara khusus 15 Desember 2025, Dokter Tifa menyatakan timnya diperlihatkan dokumen yang diklaim sebagai ijazah asli Joko Widodo yang disita Polda Metro Jaya. Ia menyebut hanya diberi waktu lima menit untuk melihat tanpa boleh memfoto atau menyentuh.
Menurut keterangan dari pengacara Eggi Sudjana, Eli Danetti, dokumen tersebut memiliki watermark dan embos. Jika benar demikian, maka dokumen itu berbeda dari versi-versi sebelumnya, termasuk yang digunakan dalam pencalonan di KPU 2014 dan 2019 yang menurutnya tidak menunjukkan jejak watermark maupun embos dalam salinannya.
Ia membandingkan dengan ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985 milik Bambang Rudi Harto yang disebut memiliki watermark rapi dan embos cap ceklok. Menurutnya, sekalipun difotokopi berulang kali, jejak watermark dan embos masih terlihat.
Klaim Ada Enam Versi
Berdasarkan perbandingan tersebut, Dokter Tifa menyimpulkan setidaknya terdapat enam versi dokumen yang diklaim sebagai ijazah Joko Widodo. Ia menyatakan masih menunggu dua spesimen tambahan dari KPU Surakarta (2005 dan 2010) serta KPU Jakarta (2012) untuk melengkapi kajian.
Dalam analisisnya dari perspektif neuroscience behavior, ia menyebut adanya fenomena yang ia istilahkan sebagai “ilusi transparansi”, yakni kondisi di mana sesuatu tampak seolah-olah terbuka, tetapi publik diminta menerima semua versi sebagai dokumen asli.
“Jika ada enam versi berbeda, maka secara logika tidak mungkin semuanya identik dengan ijazah asli lulusan Kehutanan UGM tahun 1985,” ujarnya.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











