"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Gubernur Pramono Putuskan Anggaran 15 Miliar untuk Revitalisasi Museum Husni Thamrin

Revitalisasi Museum Mohammad Husni Thamrin dengan Anggaran Rp15 Miliar

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, telah mengumumkan rencana revitalisasi Museum Mohammad Husni Thamrin yang terletak di Jalan Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Dengan anggaran sebesar Rp15 miliar, revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bangunan serta memperkuat fungsi edukasi museum tersebut.

Revitalisasi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas peran besar Mohammad Husni Thamrin dalam sejarah Jakarta dan perjuangannya membela masyarakat Betawi. Pramono menegaskan bahwa sosok MH Thamrin memiliki kontribusi signifikan dalam perkembangan kota Jakarta, sehingga layak mendapatkan penghargaan yang lebih baik.

Peran Besar Mohammad Husni Thamrin dalam Sejarah Jakarta

Dalam rapat minggu lalu, Pramono menyatakan bahwa ia sudah memutuskan untuk merevitalisasi Museum Husni Thamrin. Ia menjelaskan bahwa rencana ini muncul setelah melakukan kunjungan langsung ke museum tersebut beberapa waktu lalu.

“Begitu melihat Museum Husni Thamrin, yang ada dalam pikiran saya bagaimana tokoh yang sudah membesarkan Jakarta, yang sudah membesarkan Batavia ini, yang sudah membesarkan kaum Betawi, kita tidak memberikan penghormatan yang wajar,” ujar Pramono.

Pramono berharap revitalisasi tidak hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga meningkatkan fungsi edukasi bagi masyarakat, khususnya pelajar yang berkunjung ke Jakarta. Ia ingin agar destinasi sejarah di Jakarta tidak hanya berpusat pada Monumen Nasional, Taman Impian Jaya Ancol, maupun Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sosok Mohammad Husni Thamrin

Mohammad Husni Thamrin lahir di Sawah Besar, Jakarta, pada 16 Februari 1894. Ayahnya bernama Wedana Tabri Thamrin, sedangkan ibunya bernama Nurhana. Sang ayah meninggal saat MH Thamrin masih kecil, sehingga ia dirawat oleh paman dari pihak ibu.

MH Thamrin memiliki enam saudara sekandung, lima orang laki-laki dan satu perempuan. Ia diketahui memiliki darah Belanda dari kakeknya. MH Thamrin dikenal sebagai anak yang cerdas dan suka bergaul dengan masyarakat dari berbagai kalangan.

Setelah lulus sekolah, Husni Thamrin bekerja di kantor kepatihan, lalu di kantor Residen, dan kemudian di perusahaan pelayaran Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM). Beranjak dewasa, ia menyaksikan perkembangan kota kelahirannya dan membuatnya ingin berjuang untuk rakyat Jakarta.

Masalah banjir di Jakarta menjadi salah satu isu yang ia tuntaskan melalui diskusi dengan Daan van der Zee (sekretaris Dewan Kota). Solusi mereka adalah pembangunan kanal banjir agar dapat meredam air bah pada musim hujan.

Perjuangan dan Kehidupan Politik

Pada tahun 1919, MH Thamrin terpilih menjadi Dewan Kota Jakarta berkat pengaruh van der Zee. Sidang pertamanya berlangsung pada 17 Oktober 1919 saat masih berusia 25 tahun. Sebagai anggota termuda Dewan Kota Jakarta, MH Thamrin memprakarsai program perbaikan perkampungan orang-orang pribumi di Jakarta.

Ia mengusulkan penganggaran dana 100.000 Gulden yang ditolak oleh Walikota Jakarta A. Meyroos. Pada 16 Mei 1927, Husni Thamrin akhirnya dilantik menjadi anggota Dewan Rakyat. Perjuangannya sebagai anggota Dewan Rakyat semakin besar.

Salah satu pencapaian terbesar MH Thamrin adalah penghapusan Poenale Sanctie, undang-undang mengenai kuli yang muncul pada 1880. Dalam undang-undang tersebut, pemerintah memberi wewenang pada perusahaan perkebunan untuk menghukum kuli yang melanggar kontrak tanpa proses peradilan.

Selain itu, MH Thamrin juga berhasil membatalkan Ordonansi Sekolah Liar yang dikeluarkan pada 27 September 1933. Ia dianggap sosok yang sangat anti-Belanda dan pernah dicurigai sebagai mata-mata Jepang. Akibatnya, ia menjadi tahanan rumah oleh polisi Belanda.

Penghargaan dan Warisan

Mohammad Husni Thamrin meninggal pada 11 Januari 1941 dan dimakamkan di Karet. Masyarakat Jakarta mengenang jasa-jasanya dengan menjulukinya sebagai abang Betawi, atau sekarang disebut Abang Jakarta. Namanya juga diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Jakarta dan proyek perbaikan perkampungan Jakarta untuk kepentingan rakyat.

Berdasarkan SK Presiden R.I. No. 175 tahun 1960 tertanggal 28 Juli 1960, Mohamad Husni Thamrin dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *