"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Perisai Syarikat Islam Doakan Iran dan Palestina di Haul Guru Bangsa

Peringatan Haul Guru Bangsa Syarikat Islam di Menteng

Syarikat Islam menggelar acara Haul Guru Bangsa di Menteng, Jakarta, untuk mengenang peran penting tokoh-tokoh besar pergerakan nasional seperti HOS Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, Abdoel Moeis, Agus Salim, dan lainnya. Acara ini menjadi momen penting dalam menjaga nilai-nilai persatuan, ekonomi kerakyatan, serta semangat kebersamaan yang diwariskan oleh para guru bangsa.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh nasional, termasuk Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, perwakilan Polri, tokoh Islam, serta para keturunan HOS Tjokroaminoto. Selain itu, acara juga diisi dengan doa, tahlil, dan santunan anak yatim sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Peran HOS Tjokroaminoto dalam Perjuangan Nasional

Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menekankan bahwa Syarikat Islam tidak dapat dipisahkan dari sosok HOS Tjokroaminoto. Menurutnya, HOS Tjokroaminoto adalah sosok yang memberikan kontribusi besar dalam membangun ekonomi umat melalui konsep koperasi produsen yang didorongnya sejak awal.

“HOS Tjokroaminoto sudah mengajarkan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong. Konsep koperasi produsen yang beliau dorong adalah fondasi ekonomi rakyat. Ini masih sangat relevan hingga hari ini,” ujar Ferry.

Ia juga menyampaikan bahwa Syarikat Islam awalnya berawal dari Syarikat Dagang Islam (SDI) yang bertujuan untuk memperkuat pedagang pribumi agar mampu bersaing secara mandiri pada masa kolonial.

Momentum Mengingat Jasa Para Tokoh

Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Adhitya Yusma Perdana, menyampaikan bahwa kegiatan haul guru bangsa tahun ini berjalan dengan baik dan menjadi momentum penting untuk mengingat kembali jasa para tokoh pendiri bangsa. Ia menyebutkan bahwa acara ini dihadiri oleh banyak tokoh, termasuk Menteri Koperasi RI, perwakilan Kapolri, dan para keturunan HOS Tjokroaminoto.

Adhitya menjelaskan bahwa acara tersebut diisi dengan buka puasa bersama, santunan anak yatim, doa, dan tahlil bersama untuk para guru bangsa yang telah wafat. Menurutnya, tokoh-tokoh seperti HOS Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, KH Samanhudi, dan KH Agus Salim memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Indonesia.

“Kita tahu HOS Tjokroaminoto adalah guru bangsa dan tokoh pergerakan. Tanpa beliau mungkin tidak ada Indonesia seperti sekarang. Dari perjuangan para tokoh itu kita belajar menjaga persatuan dan kesatuan untuk Indonesia maju,” ujarnya.

Dukungan Terhadap Pemerintah dan Stabilitas Negara

Adhitya juga menyampaikan dukungan kepada pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas negara. Ia menegaskan bahwa pihaknya mendukung Kapolri di bawah kepemimpinan Presiden dan menyerukan agar semua pihak menjaga persatuan bangsa.

“Jangan coba-coba dalam berbangsa dan bernegara, mau pindah sana pindah sini. Yang sudah terbukti, lanjutkan. Jangan mengganggu persatuan bangsa karena sudah ada yang terbukti,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, doa dan tahlil juga dipanjatkan untuk sejumlah tokoh yang telah wafat, termasuk Wakil Ketua Umum Perisai Syarikat Islam Muhammad Husni bin Musadi serta tokoh Islam dunia Ayatollah Ali Khamenei.

Solidaritas dengan Rakyat Palestina

Adhitya menegaskan bahwa Perisai Syarikat Islam menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina dan mengecam berbagai tindakan kekerasan di Timur Tengah. Ia menyatakan bahwa hati mereka ada di Palestina dan mengutuk keras apa yang dilakukan Amerika dan Israel terhadap Iran hingga meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.

“Kami Perisai Syarikat Islam Indonesia, hati kami ada di Palestina. Kami mengutuk keras apa yang dilakukan Amerika dan Israel terhadap Iran hingga meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei. Kami berharap dunia hidup dalam damai dan sejahtera. Untuk itu kami bersama Palestina dan bersama Iran,” katanya.

Peringatan Haul Guru Bangsa Setiap Tahun

Sementara itu, Ketua Serumpun Syarikat Islam, Muhammad Nur Ohoitenan, mengatakan bahwa kegiatan Haul Guru Bangsa hampir setiap tahun digelar untuk mengenang hari wafat HOS Tjokroaminoto. Tahun ini, acara juga memperingati tokoh-tokoh lain seperti A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, KH Samanhudi, dan KH Agus Salim.

Ia menegaskan bahwa kader Syarikat Islam dan Perisai Syarikat Islam harus terus mengingat sejarah perjuangan para guru bangsa. “Dalam acara ini kami menghimbau kader Syarikat Islam dan Perisai Syarikat Islam agar jangan pernah melupakan sejarah dan jasa para guru bangsa, terutama HOS Tjokroaminoto. Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang adalah hasil perjuangan para founding fathers. Tanpa Syarikat Islam belum tentu ada persatuan dan Republik Indonesia,” katanya.

Muhammad Nur juga menyinggung situasi geopolitik internasional. Ia berharap kepada umat Islam di dunia, terutama di Indonesia, untuk mengutuk Presiden Amerika Serikat dan Perdana Menteri Israel atas berbagai tindakan yang menimbulkan penderitaan dan ketidakadilan di dunia.

Penghargaan terhadap Ayatollah Ali Khamenei

Ia menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai sosok yang dinilainya berperan dalam menyuarakan persatuan umat Islam. “Pada momentum Haul Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto ini, kami melihat Ali Khamenei sebagai sosok pemersatu umat Islam di seluruh dunia. Sama seperti HOS Tjokroaminoto dahulu menyatukan Indonesia. Beliau sosok yang luar biasa, selalu menentang kejahatan dan membela orang-orang tertindas,” katanya.

Pesan dari Kapolri

Hal senada disampaikan Brigjen Pol Achmad Ibrahim yang mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menyampaikan pesan bahwa dalam memperingati haul guru besar ke 92 HOS Cokroaminoto, beliau salah satu tokoh yang membangkitkan nasionalisme ekonomi melalui ajaran dan pendidikan Islam.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *