Persiapan Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara
Pada Senin, 2 Maret 2026, Recky H Langie, Ketua Panitia Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Utara, menjadi narasumber dalam acara podcast Tribun Manado. Acara ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Jumadi Mappanganro. Topik utama yang dibahas adalah persiapan pelaksanaan Paskah Nasional 2026 di wilayah Sulut.
Recky Langie juga menjabat sebagai staf khusus Gubernur Sulawesi Utara. Dalam wawancara tersebut, ia menjelaskan berbagai aspek persiapan acara yang akan diadakan di Sulawesi Utara. Acara ini digagas oleh Hashim Djojohadikusumo, yang memiliki inisiatif dan kepekaan sosial terhadap kegiatan-kegiatan kerohanian yang mampu membangun kebersamaan.
Persiapan Awal dan Dukungan dari Denominasi
Dalam rapat perdana, sekitar 40 denominasi hadir dan memberikan dukungan luar biasa. Saat ini, terdapat lebih dari seratus denominasi di Sulut, dan semua unsur ini dilibatkan dalam penyelenggaraan acara. Recky Langie mengajak seluruh denominasi untuk bekerja sama dan memberikan ide-ide yang dapat menciptakan kegiatan yang berkualitas.
Awalnya, Sulawesi Utara ditunjuk sebagai tuan rumah karena inisiatif dari Hashim Djojohadikusumo. Ia mengusulkan agar acara ini diadakan di Sulut, dan hal ini diterima dengan keyakinan bahwa acara ini akan sukses. Respons positif juga datang dari Ketua Sinode GMIM dan para pengusaha.
Rapat Perdana dan Koordinasi dengan Pemerintah
Setelah bertemu dengan Hashim Djojohadikusumo, Recky Langie bersama dengan Ketua Sinode GMIM, Pdt Adolf Katuuk Wenas, melaporkan rencana acara kepada Gubernur Sulut. Gubernur merespons dengan menyampaikan pentingnya koordinasi agar acara bisa berjalan baik.
Rapat perdana diadakan di bawah fasilitasi Pemerintah Kota Manado. Sekitar 30 denominasi hadir dan menyampaikan dukungan terhadap kepercayaan yang diberikan kepada Sulawesi Utara. Dalam rapat tersebut, fokus pada komposisi kepanitiaan dan kebersamaan dalam menyelenggarakan acara.
Lokasi dan Kesiapan Fasilitas
Setelah terbentuknya kepanitiaan, langkah-langkah persiapan hari H dimulai. Recky Langie menekankan bahwa utusan dari setiap denominasi harus memiliki kemampuan profesional. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan acara secara maksimal.
Lokasi yang dipilih adalah Kawasan Megamas, khususnya daerah Pohon Kasih. Alasan pemilihan lokasi ini adalah karena ruang parkir yang besar dan kemudahan akses. Selain itu, ada hotel-hotel bintang 4 ke atas di sekitar area tersebut, yang menjadi pertimbangan penting.
Atraksi Budaya dan Hiburan
Dalam desain acara, Recky Langie menekankan adanya nuansa pariwisata dan atraksi budaya dari tiga etnis: Minahasa, Sangihe, dan Bolmong. Selain itu, atraksi dari berbagai denominasi seperti Katolik, GPdI, Bethel, dan Bethany juga akan ditampilkan.
Acara ini akan dilengkapi dengan drama kolosal, orkestra, dan panggung choir dari berbagai denominasi. Di pintu masuk selatan dan utara, panggung choir akan bergantian tampil dengan lagu-lagu nuansa paskah.
Pengamanan dan Fasilitas Darurat
Untuk pengamanan, sistem VVIP akan diterapkan. Penanganan darurat juga telah disiapkan, termasuk klinik darurat, toilet umum, dan ambulans. Recky Langie juga menyebutkan bahwa pos-pos minuman gratis akan disediakan untuk pengunjung.
Partisipasi Tokoh Nasional dan Artis
Beberapa tokoh nasional, seperti Hashim Djojohadikusumo, Presiden, dan Menteri Agama, telah terkonfirmasi akan hadir. Selain itu, artis seperti Judika juga akan tampil dalam acara ini. Recky Langie menyebutkan bahwa beberapa tokoh dunia akan memberikan ucapan melalui videotron.
Anggaran dan Dukungan Dana
Dana yang diperoleh berasal dari berbagai sumber, termasuk Hashim Djojohadikusumo dan tim media. Bantuan juga datang dari Menteri Maruarar Sirait. Semua dana akan dipantau oleh denominasi dan pengusaha untuk memastikan transparansi.
Estimasi Peserta dan Kendala
Recky Langie memperkirakan jumlah peserta minimal sebesar 50 ribu orang, bisa meningkat hingga 100 ribu. Sampai saat ini, tidak ada kendala signifikan dalam persiapan. Puji Tuhan, segala sesuatu berjalan lancar.
Pesan Akhir dan Harapan
Recky Langie berharap acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen kebersamaan yang menunjukkan bahwa Sulawesi Utara adalah tempat damai. Ia juga menekankan pentingnya seruan perdamaian dunia dalam acara ini.











