"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Trump pertimbangkan pengiriman pasukan AS ke Iran jika diperlukan

Presiden AS Donald Trump Tegaskan Operasi Militer Berjalan Lebih Cepat

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tetap membuka peluang untuk mengerahkan pasukan darat ke Iran jika situasi membutuhkan. Pernyataan ini disampaikan setelah operasi militer yang diberi nama Operation Epic Fury dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) melalui rangkaian serangan udara besar yang melibatkan rudal dan bom.

Dalam 24 jam pertama, operasi tersebut diklaim menewaskan 49 tokoh senior militer dan politik Iran. Angka ini jauh lebih cepat dari perkiraan awal yang mengharapkan target serupa tercapai dalam waktu sedikitnya empat minggu. Trump memberikan pernyataan tegas kepada CNN bahwa serangan yang lebih dahsyat masih akan digelar.

“Kami bahkan belum mulai menghantam mereka dengan keras. Gelombang besar itu belum terjadi. Yang besar itu akan datang segera,” katanya, dikutip dari CNA.

Trump Tegaskan Operasi Militer Berjalan Lebih Cepat

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump menjelaskan sikapnya terkait kemungkinan pengerahan pasukan darat dan menegaskan ia tak ingin terikat pada pernyataan penolakan mutlak seperti yang kerap disampaikan presiden sebelumnya. Ia menyatakan tidak pernah mengatakan tidak akan ada “boots on the ground” (pengerahan langsung pasukan militer ke wilayah konflik), melainkan hanya menyebut kemungkinan itu bisa saja tak diperlukan atau dilakukan bila memang dibutuhkan.

Ia juga menyoroti percepatan jalannya operasi dibanding perhitungan awal.

“Ini akan berjalan cukup cepat. Kami tepat pada jadwal, jauh di depan jadwal dalam hal kepemimpinan — 49 tewas — dan itu, Anda tahu, akan memakan waktu, kami perkirakan, setidaknya empat minggu, dan kami melakukannya dalam satu hari,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai potensi serangan balasan Iran berupa aksi teror di wilayah AS, Trump memberikan jawaban tegas.

“Kami akan menghabisinya. Apa pun itu. Sama seperti segala hal lainnya, kami akan menghabisinya,” jawabnya.

Pentagon Pastikan Belum Ada Pasukan Masuk Iran

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon menyampaikan bahwa hingga kini belum ada prajurit AS yang dikerahkan ke dalam wilayah Iran. Ia menekankan komitmen pemerintah untuk bertindak sejauh yang diperlukan tanpa mengulangi keterlibatan militer jangka panjang seperti masa lalu.

“Presiden Trump memastikan musuh kami memahami bahwa kami akan melangkah sejauh yang diperlukan untuk memajukan kepentingan Amerika. Tapi kami tidak bodoh soal ini. Anda tidak perlu mengirim 200 ribu orang ke sana dan tinggal selama 20 tahun,” tambahnya.

Trump Sebut Serangan Didahului Koordinasi Israel

Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah berkoordinasi dengan Israel dan diputuskan menyusul kegagalan perundingan serius di Jenewa yang tak membuahkan hasil. Selain itu, intelijen terbaru menemukan Iran kembali menjalankan aktivitas pengayaan nuklir secara diam-diam di lokasi baru setelah fasilitas sebelumnya dihancurkan.

Trump memaparkan bahwa negosiasi yang berlangsung sangat serius sempat mencapai tahap tertentu, akan tetapi pihak Iran kembali mundur seperti yang menurutnya kerap terjadi dalam proses kesepakatan. Trump menyebut pola tersebut membuat kesepakatan sulit tercapai karena pada akhirnya mereka akan kembali menarik diri, dan ia menilai Iran ingin membuat senjata nuklir sehingga AS memutuskan untuk menghancurkan mereka sepenuhnya.

Dilansir New York Post, Trump menyebut temuan intelijen mengenai lokasi baru tersebut menjadi pertimbangan lanjutan.

“Dia menambahkan bahwa kami menemukan mereka berada di lokasi yang benar-benar berbeda — benar-benar berbeda — karena lokasi yang kami hancurkan sudah [hancur]. Mereka mencoba menggunakannya, tapi mereka benar-benar, seperti yang saya katakan dengan benar sebelumnya, dihancurkan total, benar? Jadi kemudian kami menemukan mereka bekerja di area yang benar-benar berbeda, lokasi yang benar-benar berbeda, untuk membuat senjata nuklir melalui pengayaan — jadi sudah waktunya. Saya bilang, ‘Ayo kita lakukan,’” katanya.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *