Presiden Prabowo Subianto Siap Jadi Juru Damai di Timur Tengah
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan keinginan kuat untuk terlibat dalam upaya mendinginkan situasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini datang setelah eskalasi yang terjadi belakangan ini menarik perhatian dunia internasional, termasuk di Indonesia.
Melalui Kementerian Luar Negeri, Presiden ke-8 RI tersebut menyatakan kesiapan untuk bertindak sebagai juru damai. Bahkan, ia menyatakan kerelaannya untuk melakukan perjalanan ke Teheran guna mewujudkan deeskalasi konflik. Namun, inisiatif ini memicu berbagai tanggapan dari publik, termasuk evaluasi terhadap langkah Prabowo.
Seorang mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, mengungkapkan bahwa kemungkinan besar Iran tidak akan sepenuhnya menerima Indonesia sebagai mediator. Pandangan ini didasari fakta bahwa Indonesia adalah anggota Board of Peace (BoP), sebuah badan internasional yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini berpotensi memengaruhi persepsi Iran terhadap netralitas negara.
Di tengah skeptisisme tersebut, langkah Prabowo justru mendapat apresiasi dari Pakistan. Pemimpin Pakistan bahkan mengajak untuk melakukan kunjungan bersama ke Teheran. Informasi ini disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddique.
Pengakuan Jimly Asshiddique
Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddique, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto dan pemimpin Pakistan akan berkunjung ke Teheran, Iran, untuk meredam eskalasi konflik di Timur Tengah. Ia mengaku mendengar hal tersebut langsung dari Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan ulama, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan organisasi masyarakat Islam, pada Kamis (5/3/2026).
“Saya bersyukur Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden,” kata Jimly di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis malam.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ditelepon langsung oleh pemimpin Pakistan untuk lawatan tersebut. “Pakistan baru menelepon Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan ini ya kan. Nah dia mau sama-sama berdua. Oh itu bagus sekali,” tambah dia.

Langkah yang Menjanjikan
Menurut Jimly, rencana kunjungan ini merupakan langkah bagus agar konflik tidak berlarut. Hal ini juga menandakan bahwa usulan Presiden Prabowo untuk menjadi mediator mendapatkan dukungan dari Pakistan. “Waduh bagus sekali. Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan,” ujar Jimly.
Ia menilai, peran Indonesia dan Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terbesar sangat penting dalam upaya mediasi ini. Meski peluang keberhasilan kecil, Jimly tetap yakin bahwa mediasi perlu dicoba. “Walaupun mungkin peluangnya kecil tapi dicoba. Intinya Indonesia mengambil global player peran sebagai global player. Itu kita dukung.”
Tawaran Mediasi Indonesia
Sebelumnya, Indonesia telah mengajukan diri menjadi mediator menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah. Setelah Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran sejak akhir pekan lalu, tujuan Indonesia adalah untuk memulihkan kondisi keamanan yang kondusif. Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap melakukan perjalanan ke Teheran, Iran, untuk melaksanakan mediasi.
Hingga saat ini, belum ada keputusan tegas dari dua kubu yang berkonflik, yakni Israel-Amerika Serikat dan Iran usai tawaran diberikan. Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, Iran dan AS masih ingin melihat situasi beberapa waktu ke depan. Kepastian ini didapatnya setelah menjalin komunikasi dengan kedua belah pihak setelah Prabowo menyatakan bersedia menjadi mediator.
“Kita tunggu, bagaimana nanti karena mereka mengatakan ya kita lihat dalam beberapa hari, beberapa minggu ke depan ini situasinya,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026) malam.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











