"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Kakek, Anak, Cucu Berkarir di TNI, Letda Kinan Fabiayyi Generasi Ketiga Calon Jenderal Try Sutrisno

Profil Keluarga yang Berkarir di TNI

Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki banyak keluarga yang berkontribusi dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Salah satu contohnya adalah keluarga Try Sutrisno, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, dan Letda Inf Kinan Fabiayyi Imadditya. Ketiganya memiliki latar belakang militer yang kuat dan kiprah yang mencerminkan dedikasi serta pengabdian terhadap bangsa dan negara.

Try Sutrisno: Sang Tokoh Militer dengan Jejak Panjang

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia adalah anak ketiga dari pasangan Soebandi dan Mardiyah. Awal karier militer Try Sutrisno dimulai pada usia 21 tahun, tepatnya pada tahun 1956, saat ia diterima menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Dalam waktu singkat, ia langsung terlibat dalam perang melawan Pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Pada tahun 1962, Try Sutrisno terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat. Di sana, ia mengenal Soeharto, yang saat itu masih berpangkat Mayor Jenderal. Hubungan dekat antara Try Sutrisno dan Soeharto memperkuat jalan karier militernya. Setelah Soeharto menjadi Presiden pada 1968, Try Sutrisno dipilih sebagai ajudannya pada 1974.

Karier Try Sutrisno semakin meroket. Pada 1978, ia menjabat sebagai Kepala Komando Daerah Staf di Kodam XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia menjadi Panglima Daerah Kodam IV/Sriwijaya. Empat tahun berikutnya, ia diangkat menjadi Panglima Daerah Kodam V/Jaya di Jakarta. Pada Agustus 1985, pangkatnya dinaikkan menjadi Letnan Jenderal (Letjen), dan pada Juni 1986, ia menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) mendampingi KSAD Jenderal TNI Rudhini. Tak sampai setahun, dia naik jabatan ke tingkat tertinggi menjadi Jenderal.

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo: Pengabdi di TNI

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo merupakan putra dari Try Sutrisno dan ayah dari Letda Inf Kinan Fabiayyi Imadditya. Ia lahir pada 15 Maret 1971 di Malang, Jawa Timur. Kunto lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1992 dengan kecabangan Infanteri. Karier militernya telah membawanya ke berbagai posisi penting.

Kunto menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkokagbwilhan) I sejak 7 Januari 2025. Setelah itu, ia dimutasi menjadi Staf Khusus KSAD pada 29 April 2025. Selama kariernya, ia pernah menjabat beberapa posisi strategis seperti Wakil Komandan Kodiklat TNI-AD, Pangdam III/Siliwangi, dan Panglima Divisi Infanteri 3/Kostrad.

Kunto juga memiliki berbagai penghargaan, termasuk Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, serta sertifikat Freefall Parachutist Badge dan Air Assault Badge dari Amerika Serikat.

Letda Inf Kinan Fabiayyi Imadditya: Generasi Ketiga yang Mengikuti Jejak Ayah dan Kakek

Letda Inf Kinan Fabiayyi Imadditya adalah generasi ketiga dari keluarga Try Sutrisno yang berkarier di TNI. Ia lahir sebagai putra dari Letjen TNI Kunto Arief Wibowo. Kinan lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 2023 dan saat ini berpangkat Letnan Dua Infanteri.

Kinan kini menjabat sebagai Komandan Pleton atau Danton II/B Yonif 502/UY Brigif 18/Trisula Kostrad. Ia bertugas di Papua dan memimpin langsung prajurit dalam berbagai operasi pengamanan daerah rawan. Kinan memiliki latar belakang pendidikan militer dan spesialisasi di bidang intelijen tempur. Ia berasal dari divisi infanteri yang bertugas untuk melakukan pertempuran jarak dekat, serangan, pertahanan, dan pembersihan area.

Kinan juga pernah kembali ke Lembah Tidar dalam rangka berbagi pengalaman bertugas kepada adik-adik Taruna. Pengalamannya dinilai sangat relevan untuk dibagikan kepada para Taruna Akmil.

Kesimpulan

Keluarga Try Sutrisno, Kunto Arief Wibowo, dan Kinan Fabiayyi Imadditya memberikan kontribusi besar bagi TNI. Mereka mewarisi dedikasi dan pengabdian yang kuat, serta melanjutkan tradisi keluarga yang telah terbentuk selama bertahun-tahun. Dengan kiprah masing-masing, mereka menjadi teladan bagi generasi muda yang ingin berkarier di dunia militer.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *