Empat Jenderal Asal Makassar yang Berkontribusi Besar dalam Kepemimpinan Polri
Empat putra terbaik asal Makassar, Sulawesi Selatan, kini menapaki karier cemerlang di jajaran pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mereka sukses meraih pangkat jenderal dan dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di tingkat nasional. Dari empat jenderal tersebut, dua di antaranya merupakan angkatan yang sama dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sementara satu lainnya dikenal sebagai perwira polisi berlatar belakang dokter.
Keempat jenderal ini adalah Komjen Pol Muhammad Fadil Imran, Irjen Pol Andi Rian Djajadi, Brigjen Pol Dr Awal Chairuddin, dan Brigjen Pol Dr dr Farid Amansyah. Karier mereka menjadi bukti kiprah putra daerah Sulsel dalam percaturan kepemimpinan institusi kepolisian.
Komjen Pol Muhammad Fadil Imran: Pemimpin di Bidang Operasi
Komjen Pol Muhammad Fadil Imran saat ini menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) sejak Agustus 2025. Posisi tersebut merupakan jabatan strategis di Mabes Polri karena berkaitan langsung dengan perencanaan, pengendalian, dan pelaksanaan operasi kepolisian skala nasional.
Perwira lulusan Akpol 1991 ini dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse. Ia pernah menjabat Kapolda Jawa Timur dan kemudian dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, salah satu wilayah kepolisian paling kompleks di Indonesia. Saat menjabat Kapolda Jatim, Fadil Imran dikenal menginisiasi program Kampung Tangguh, yang dinilai efektif menekan penyebaran pandemi Covid-19 melalui pendekatan kolaboratif dengan masyarakat.
Sebelum menduduki jabatan Astamaops, ia juga pernah menjabat Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Di luar struktur kepolisian, Fadil Imran dipercaya memimpin Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia sebagai Ketua Umum periode 2024–2028.
Irjen Pol Andi Rian Djajadi: Pengembangan Sumber Daya Manusia
Jenderal kelahiran Makassar berikutnya adalah Irjen Pol Andi Rian Djajadi. Lulusan Akpol 1991 ini kini menjabat Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri, berdasarkan mutasi yang tertuang dalam surat telegram Kapolri awal 2026.
Jabatan tersebut menempatkan Andi Rian sebagai figur penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia Polri, mulai dari pendidikan pembentukan hingga peningkatan kompetensi personel. Sepanjang kariernya, Andi Rian telah menempati sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat Kapolda Kalimantan Selatan. Kemudian dipercaya memimpin Polda Sulawesi Selatan, serta berkiprah di Bareskrim Polri sebagai Direktur Tindak Pidana Umum.
Pengalamannya menangani berbagai kasus besar di tingkat nasional turut mengukuhkan reputasinya sebagai perwira penyidik yang mumpuni.
Brigjen Pol Dr Awal Chairuddin: Kombinasi Pengalaman Operasional dan Akademik
Nama berikutnya adalah Brigjen Pol Dr Awal Chairuddin, alumnus Akpol 1994 yang dikenal sebagai perwira pertama di angkatannya yang meraih pangkat brigadir jenderal. Perwira kelahiran Makassar ini memiliki rekam jejak karier yang beragam, mulai dari penugasan di Korps Brimob, jabatan strategis di Polda Metro Jaya, hingga pernah dipercaya sebagai ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.
Awal Chairuddin juga dikenal memiliki latar belakang akademik kuat. Ia berhasil meraih gelar doktor di bidang administrasi publik setelah mempertahankan disertasi terkait optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dalam membangun kepercayaan publik. Selain karier kepolisian, ia aktif dalam organisasi olahraga dengan menjabat Ketua Umum Persatuan Soft Tennis Indonesia.
Kiprahnya dinilai mencerminkan kombinasi pengalaman operasional, manajerial, dan akademik.
Brigjen Pol Dr dr Farid Amansyah: Peran Penting dalam Kesehatan Kepolisian
Sosok terakhir adalah Brigjen Pol Dr dr Farid Amansyah, Sp.PD., FINASIM, yang dikenal sebagai jenderal polisi berlatar belakang dokter asal Sulawesi Selatan. Saat ini ia menjabat Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri, posisi penting yang berperan dalam perencanaan, administrasi, serta koordinasi layanan kesehatan bagi anggota Polri.
Farid Amansyah menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Hasanuddin dan kemudian melanjutkan spesialis penyakit dalam. Dalam kariernya di kepolisian, ia pernah menjabat Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar serta aktif dalam berbagai misi pelayanan kesehatan kepolisian.
Promosi pangkat brigadir jenderal yang diterimanya pada 2022 menjadikannya salah satu figur penting dalam penguatan sektor kedokteran kepolisian di tingkat nasional.
Karier gemilang empat jenderal asal Makassar tersebut menunjukkan kontribusi besar putra daerah Sulawesi Selatan dalam memperkuat kepemimpinan dan profesionalisme institusi Polri di tingkat pusat.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











