Penjelasan Rismon Sinaipar tentang Kesalahan Analisis Ijazah Jokowi
Rismon Sinaipar, seorang peneliti yang sebelumnya menyatakan bahwa ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) palsu, kini mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada Jokowi. Ia juga menantang Roy Suryo dan dokter Tifa untuk melakukan uji metodologi terbuka agar bisa membuktikan kebenaran hasil analisis mereka.
Sebelumnya, Rismon bersama dengan Roy Suryo dan dokter Tifa menyatakan bahwa ijazah Jokowi tidak asli. Namun, setelah melakukan rekonstruksi selama tiga bulan terakhir, ia menemukan bukti otentik yang menunjukkan bahwa ijazah tersebut asli. Rismon menjelaskan bahwa kesalahan analisis sebelumnya disebabkan oleh faktor pencahayaan yang membuat fitur pengaman dokumen tidak terlihat.
“Ketika saya melakukan pencahayaan dengan sudut tertentu, warna tertentu bisa menghilangkan fitur pengaman. Ini berdampak pada analisis kromatik atau nilai integer dekat dengan warna lain,” jelas Rismon.
Ia juga menegaskan bahwa ijazah Jokowi memiliki emboss di pojok kiri bawah, watermark, dan fitur yang konsisten dengan apa yang di-upload oleh Dian Sandi Utama. “Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” tegasnya.
Permintaan Maaf ke Jokowi dan Uji Metodologi Terbuka
Setelah menemukan bukti-bukti tersebut, Rismon langsung mendatangi rumah Jokowi di Solo untuk meminta maaf. Ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan menegaskan bahwa ijazah Jokowi asli.
“Saya undang Pak Roy Suryo atau yang lainnya, ayo kita secara terbuka undang wartawan, saya akan demonstrasikan metode saya bagaimana pencahayaan dengan sudut tertentu bisa menghilangkan warna tertentu yang secara kromatik atau nilai integer dekat dengan warna lain,” ujar Rismon.
Ia juga meminta agar Roy Suryo dan dokter Tifa tidak bersembunyi. “Jangan sembunyikanlah, ayolah. Meskipun awalnya kalian akan dianggap pengkhianat, itu akan lebih ringan daripada kalian sembunyikan. Enggak ada watermarks, halo? Tidak ada emboss, halo?” kata Rismon menirukan narasi yang selama ini beredar.
Tanggapan Jokowi atas Permintaan Maaf Rismon
Jokowi menerima permintaan maaf Rismon secara langsung. Kedatangan Rismon didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, pada Kamis (12/3/2026). Tujuan kedatangan tersebut adalah untuk mengklarifikasi hasil penelitiannya terkait buku berjudul Jokowi’s White Paper sekaligus memohon maaf secara langsung.
“Ya, kemarin telah datang Pak Rismon Sianipar ke sini, ke kediaman saya. Dan saya menerima permohonan maaf Pak Rismon,” kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).
Terkait upaya hukum berupa pengajuan restorative justice yang diinginkan pihak Rismon, Jokowi menyatakan tidak akan mencampuri urusan teknis tersebut. Ia memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada tim penasihat hukumnya.
Jokowi menegaskan, keputusan akhir mengenai penghentian perkara melalui keadilan restoratif merupakan ranah penyidik kepolisian. Menurutnya, proses tersebut harus mengikuti prosedur yang berlaku di instansi terkait.
“Nanti untuk urusan restorative justice-nya saya serahkan kepada penasihat hukum saya karena itu kewenangan dari Polda Metro, kewenangan penyidik yang ada di Polda Metro Jaya,” ungkap Jokowi.
Tanggapan Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden Indonesia, turut angkat bicara terkait kasus ijazah Jokowi. Ia merespons permintaan maaf yang dilakukan Rismon terhadap sang ayah.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan,” ucap Gibran dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026). Dalam pernyataannya, Wapres Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaan meninjau kembali pernyataannya. Menurut Gibran, langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Pengakuan Rismon Sinaipar Usai Bertemu Jokowi
Pengakuan Rismon Sinaipar usai bertemu Jokowi di Solo, Rabu (12/3/2026), menunjukkan bahwa dirinya membuat kesalahan dalam penelitiannya soal ijazah Jokowi. Salah satu kesalahan itu adalah soal emboss di ijazah Jokowi.
Bahkan Rismon mengatakan jika ia merasa tersakiti terhadap temuannya itu yang berkaitan dengan ijazah Jokowi.
“Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,” katanya.
Terakhir, Rismon mengatakan jika dia akan dicerca atas hasil penelitiannya yang salah itu.
“(Saya) Bakal dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Tapi penelitian adalah penelitian,” kata Rismon.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











