"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Presiden Ukraina Kewalahan Hadapi Ancaman Drone Iran

Pengalaman Ukraina dalam Menghadapi Drone Shahed Menarik Perhatian Banyak Negara

Sebanyak 11 negara dilaporkan meminta bantuan Ukraina untuk menghadapi ancaman drone Shahed buatan Iran. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya konflik regional dan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa pengalaman negaranya dalam menghadapi serangan drone Rusia sejak invasi besar-besaran pada 2022 kini menjadi perhatian banyak negara.

Peningkatan Permintaan Bantuan dari Berbagai Negara

Zelensky mengungkapkan bahwa pemerintah di Kyiv menerima berbagai permintaan kerja sama terkait sistem pertahanan udara, teknologi pencegat drone, serta pelatihan militer. Ia menjelaskan bahwa minat dari negara-negara tersebut terhadap pengalaman Ukraina dalam melindungi nyawa warga, pengembangan pencegat drone, sistem perang elektronik, dan pelatihan militer sangat jelas.

Negara-negara yang meminta bantuan mencakup negara tetangga Iran, negara-negara Eropa, dan Amerika Serikat. Hingga saat ini, terdapat 11 permintaan bantuan dari berbagai negara. Meski begitu, Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak akan memberikan bantuan kepada semua pihak. Kyiv akan memprioritaskan dukungan kepada negara yang juga membantu Ukraina dalam mempertahankan kedaulatan dan keselamatan warganya.

Prioritas Pertahanan Udara Ukraina

Selain mempertimbangkan faktor politik dan kerja sama, Kyiv juga memastikan bahwa kemampuan pertahanan udaranya sendiri tetap kuat sebelum memberikan bantuan ke negara lain. Zelensky menekankan bahwa Ukraina telah lama mendorong mitra internasional untuk memperkuat sistem pertahanan bersama, khususnya dalam menghadapi ancaman drone dan rudal.

Salah satu contoh kerja sama yang sudah dilakukan adalah pengiriman tim spesialis Ukraina untuk membantu melindungi pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania. Langkah ini dilakukan setelah Washington mengajukan permintaan resmi, dan Kyiv langsung menyetujui permintaan tersebut serta mengirimkan tim drone pencegat serta tenaga ahli keesokan harinya.

Kerja Sama Militer Iran dan Rusia yang Semakin Erat

Iran diketahui menjadi salah satu sekutu utama Rusia sejak Moskwa melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada 2022. Teheran awalnya memasok drone tipe Shahed kepada Rusia untuk menyerang wilayah Ukraina. Belakangan, Iran juga berbagi teknologi drone tersebut sehingga Rusia dapat memproduksinya secara mandiri di dalam negeri.

Zelensky menyatakan bahwa setiap fasilitas produksi drone Shahed kini telah diketahui oleh Ukraina. Ia juga menuduh Rusia kini membantu Iran dengan memasok komponen UAV buatan dalam negeri. “Rezim Iran dan Rusia saling mendukung, dan semakin banyak informasi muncul tentang komponen Rusia dalam drone Shahed yang menyerang negara-negara tetangga Iran,” ujarnya.

Kritik terhadap Kurangnya Bantuan Senjata dari Amerika Serikat

Sementara itu, lembaga think tank Institute for the Study of War (ISW) menyebut bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini menargetkan fasilitas produksi drone dan rudal di Iran. Menurut ISW, langkah tersebut sebenarnya serupa dengan strategi yang selama ini diinginkan Ukraina untuk menghadapi Rusia. Namun Kyiv dinilai belum memperoleh senjata yang diperlukan untuk melakukan serangan serupa terhadap fasilitas militer Rusia.

ISW menyoroti bahwa Ukraina sebelumnya telah meminta rudal Tomahawk buatan AS, tetapi permintaan itu ditolak Washington pada musim gugur 2025. Para analis menilai, jika Ukraina memperoleh sejumlah kecil rudal Tomahawk, senjata tersebut berpotensi menghancurkan fasilitas produksi drone dan rudal Rusia yang berada jauh di belakang garis pertahanan.

Tanpa Tomahawk, Ukraina saat ini hanya mengandalkan drone jarak jauh dan rudal buatan sendiri. ISW menilai kemampuan drone tersebut masih memiliki keterbatasan daya ledak sehingga sulit menghancurkan fasilitas militer yang diperkuat atau berukuran besar. Menurut ISW, penggunaan rudal Tomahawk kemungkinan dapat secara signifikan mengurangi serangan drone dan rudal Rusia terhadap infrastruktur energi serta fasilitas sipil Ukraina, terutama selama musim dingin.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *