Prabowo Subianto Tetap Konsisten dengan Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk tetap melanjutkan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun menghadapi kenaikan harga minyak dunia akibat perang di Timur Tengah. Menurutnya, lebih baik dana besar tersebut digunakan untuk kebutuhan rakyat daripada disalahgunakan.
“Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujar Prabowo saat berdiskusi dalam program ‘Prabowo Menjawab’ di Hambalang, Bogor.
Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk terus melanjutkan MBG dipicu oleh temuan kondisi anak-anak yang mengalami stunting. Prabowo pernah bertemu dengan seorang anak berusia 11 tahun yang tingginya seperti anak usia 4 tahun.
“Saya yakin berada di jalan yang benar (dengan melanjutkan program MBG)! Uang kita ada,” tegas dia.
Namun, keputusan Prabowo ini mendapat kritik dari publik. Serangan militer Israel dan AS ke Iran menyebabkan harga minyak dunia melonjak. Hal ini membuat subsidi energi meningkat drastis. Belum lagi pemerintah membeli minyak mentah dengan kurs mata uang Dollar AS. Nilai rupiah saat ini sudah melebihi Rp16 ribu per dollar AS.
Prabowo Siap Pertaruhkan Kepemimpinan di 2029 demi Kelanjutan MBG
Prabowo mengatakan siap mempertaruhkan peluangnya maju kembali di 2029 dengan tetap melanjutkan program MBG. Menurutnya, pilihannya untuk tetap melanjutkan MBG tidak keliru.
Di sisi lain, Prabowo menyinggung program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.
“MBG nanti di puncaknya, kita akan punya 31 ribu dapur. Katakan lah untuk gampangnya hitung 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu saja sudah (tercipta) 1,5 juta (lapangan) kerja,” katanya.
Ia mengatakan, tiap dapur menciptakan pemasok bagi vendor-vendor yang berkisar antara 5-10 vendor tiap dapur.
“Mereka ini yang jual telur, wortel, hingga sayur. Tiap vendor ini empiris sudah mempekerjakan sekitar lima petani. Jadi, itu saja sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” tutur dia.
Prabowo Klaim Sudah Lebih dari 1.000 Dapur MBG Ditutup

Di forum itu, Prabowo turut memutarkan video yang menggambarkan kebahagiaan anak-anak saat memperoleh MBG. Hal itu meyakinkan Prabowo bahwa keputusannya untuk mempertahankan program MBG tak keliru.
Meski begitu, Prabowo mengaku tidak menutup mata terhadap sejumlah pelanggaran dalam distribusi MBG di lapangan. Ia menegaskan sudah menindak dapur yang melanggar aturan.
“Sudah lebih dari 1.000 (dapur SPPG) yang kita tutup. Anda lihat ini (reaksi anak-anak saat dapat MBG) dan di banyak daerah di luar Jawa, mereka tuh sangat membutuhkan (MBG),” kata Prabowo.
Ia mengatakan, lebih terharu ketika melihat anak-anak membungkus MBG untuk dibawa pulang dan dibagikan ke keluarga.
“Tapi, pelanggaran tetap kita kejar,” ucapnya.
Penghentian MBG Sementara Waktu Bisa Sumbang untuk Subsidi Rp1,2 Triliun Per Hari

Dalam pandangan Direktur Ekonomi Digital Centre of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, pemerintah seharusnya segera merealokasi anggaran MBG maupun pos lainnya untuk subsidi energi yang dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Berdasarkan penghitungan Celios, apabila harga minyak berdasarkan acuan Means of Platts Singapore (MOPS) sudah mencapai 120 dolar AS dan 144 dolar AS per barel, maka harga Pertalite bisa mencapai Rp17.400 per liter dan Rp18.200 per liter.
Huda mengatakan, pemerintah harus menambah subsidi sebesar Rp145 triliun bila harga minyak menembus 92 dolar AS per barel. Apabila harga minyak mentah berdasarkan MOPS menembus USD$120 per barel maka defisit APBN bisa Rp838 triliun atau 3,25 persen dari PDB.
“Ini sudah melebihi dari ambang batas yang ditetapkan,” ujar Huda pada Kamis (12/3/2026) di Jakarta.
Di sisi lain, seandainya pemerintah bisa mempertimbangkan untuk menghentikan MBG selama Ramadan dan libur sekolah, maka anggaran MBG Rp1,2 triliun per hari bisa menutupi subsidi bahan bakar.
“Ini bisa mengurangi beban tambahan subsidi ketika terjadi kenaikan harga minyak mentah secara masif,” katanya.











