"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Bukan Insiden Kecil, Komisi I Segera Bahas Kematian Prajurit TNI di Lebanon

Komisi I DPR akan Bahas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Komisi I DPR RI akan segera membahas insiden gugurnya prajurit TNI dalam misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Insiden ini terjadi saat prajurit TNI yang bertugas sebagai bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menghadapi serangan yang menyebabkan satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Prajurit TNI yang gugur bernama Praka Farizal Rhomadhon, yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Selain itu, tiga prajurit lainnya yaitu Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka dalam insiden yang terjadi di dekat Kota Adchit al Qusayr, Lebanon selatan, dekat perbatasan Israel.

Selain insiden tersebut, dua prajurit TNI lainnya juga dilaporkan gugur dalam ledakan saat menjalankan misi pengawalan di wilayah Bani Hayyan, Lebanon, pada Senin (30/3/2026). Mereka adalah Kapten Infanteri Zulmi (Grup 2 Kopassus) dan Sersan Satu Ikhwan (Kesdam IX Udayana). Keduanya tidak sempat dievakuasi karena intensitas serangan yang tinggi di area tersebut.

Sementara itu, dua prajurit lainnya, yakni Kapten Infanteri Sulthan dan Prajurit Kepala Deni, mengalami luka-luka dan berhasil dievakuasi menggunakan kendaraan kedua (Ran 2) ke markas Sektor Timur. Setibanya di lokasi, korban luka langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas China Medical di UNP 7-2. Evakuasi lanjutan kemudian dilakukan menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut.

Pada pukul 13.45 waktu setempat, helikopter pertama membawa Praka Deni ke Beirut, disusul Kapten Sulthan sepuluh menit kemudian untuk menjalani perawatan intensif. Adapun tiga personel lainnya yang berada di kendaraan kedua, yakni Praka Ulil Amri, Praka M. Zakariya, dan Pratu Iqbal, dilaporkan dalam kondisi selamat.

Hingga kini, situasi di lokasi kejadian masih belum sepenuhnya kondusif, sehingga proses evakuasi terhadap dua prajurit yang gugur belum dapat dilakukan.

Penjelasan dari Legislator DPR

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyatakan bahwa pihaknya akan segera membahas insiden ini dengan pemerintah. Menurutnya, ini bukan sekadar insiden biasa di area konflik, namun peristiwa yang sangat serius karena menyangkut keselamatan personel perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB.

“Serangan pasukan perdamaian dalam kondisi apapun itu tidak dibenarkan, insiden ini harus ditempatkan sebagai isu strategis nasional,” ujar Amelia dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (31/3/2026).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VII itu menilai jangan sampai serangan seperti ini dibiarkan tanpa akuntabilitas yang jelas, karena bisa menjadi preseden buruk.

“Kami akan meminta penjelasan secara menyeluruh dari pemerintah, utamanya dari TNI dan kementerian terkait mengenai kronologi, penyebab, kondisi prajurit kita di lapangan, serta langkah yang sudah dan akan diambil oleh negara,” ujarnya.

Komisi I tidak hanya berfokus pada insiden yang sudah terjadi, namun juga pada evaluasi sistem perlindungan pasukan. “Ini mencakup pembahasan di Komisi I yang akan kami tanyakan nanti.”

“Kami akan segera pembahasan mendalam terkait insiden ini baik melalui rapat kerja dengan Kemhan dan TNI,” tambahnya.

Kredibilitas Sistem Perdamaian Internasional

Amelia menegaskan bahwa insiden ini tidak hanya menyangkut tanggung jawab negara dalam melindungi prajuritnya, tetapi juga menyentuh kredibilitas sistem perdamaian internasional itu sendiri. Ia menekankan pentingnya menetapkan standar perlindungan yang kuat bagi para prajurit yang bertugas di wilayah konflik.

Selain itu, ia menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan yang ada, agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Situasi di Lokasi Kejadian

Sampai saat ini, situasi di lokasi kejadian masih belum sepenuhnya aman, sehingga proses evakuasi terhadap dua prajurit yang gugur belum dapat dilakukan. Hal ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi dalam operasi penjaga perdamaian di daerah konflik.

Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengonfirmasi bahwa dua personel UNIFIL yang tewas dalam insiden tersebut merupakan warga negara Indonesia.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *