"Semarang Hari Ini: Informasi Terkini untuk Anda"

Dua Alasan Fraksi Mulia Dukung Pembangunan PSEL di Antang

Pendukung Pembangunan PSEL di TPA Tamangapa

Anggota DPRD Makassar, Muchlis A Misbah, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. Ia menilai lokasi tersebut sebagai pilihan yang paling efisien dan sesuai dengan kebutuhan kota.

Lokasi TPA Tamangapa telah lama menjadi pusat pembuangan sampah di Kota Makassar. Hal ini membuat penggunaan area tersebut untuk pembangunan PSEL lebih efektif karena tidak memerlukan biaya tambahan untuk pemindahan sampah ke tempat lain. Dengan demikian, anggaran yang sebelumnya dikeluarkan untuk transportasi sampah dapat dialihkan ke sektor lain yang lebih mendesak.

Muchlis menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang membuat Manggala menjadi lokasi ideal untuk PSEL. Pertama, efisiensi dalam pengelolaan sampah. Kedua, dampak terhadap kemacetan lalu lintas. Menurutnya, jika PSEL dibangun di wilayah lain, akan memerlukan pengangkutan sampah dari Manggala ke lokasi baru, yang berpotensi menyebabkan kemacetan di jalan-jalan umum.

“Jika di sana lebih efektif. Ada anggaran kurang lebih Rp20 M/tahun tidak dikeluarkan, kalau di tempat lain itu dikeluarkan,” ujarnya. Selain itu, jumlah mobil yang membawa sampah setiap hari bisa menyebabkan kemacetan di wilayah Tamalanrea.

Kedua, jika penempatan PSEL dipindahkan akan memakan kembali membuat macet di wilayah Tamalanrea. “Berapa banyak mobil yang harus membawa sampah tiap hari bisa bikin macet di jalan,” katanya.

Menurut Muchlis, keberadaan PSEL merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi persoalan sampah di Makassar. Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan efisiensi distribusi sampah serta dampak terhadap kemacetan lalu lintas.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini mendorong akselerasi proyek PSEL di berbagai daerah. Langkah ini merupakan arahan langsung Presiden RI, Prabowo Subianto. “Barusan kita mengikuti rapat koordinasi menyangkut perkembangan dan progres PSEL yang benar-benar di-push untuk akselerasi. Ini adalah perintah langsung Bapak Presiden agar proyek ini bisa berjalan lebih cepat dan lebih masif,” jelas Politisi Golkar ini.

PSEL menjadi solusi strategis bagi kota besar yang menghadapi persoalan sampah, terutama daerah dengan timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari. Makassar termasuk dalam daftar prioritas pengembangan proyek tersebut.

Penempatan PSEL di Manggala dianggap lebih efisien. Sebab, tidak memerlukan pemindahan sampah ke lokasi lain sehingga menghemat biaya operasional. Termasuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Aspek sosial juga jadi pertimbangan. Kawasan tersebut telah lama difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir. Zona di TPA Tamangapa juga mendukung pembangunan fasilitas industri. Dengan begitu, pengembangan PSEL dapat terintegrasi.

“Semoga ini menjadi investasi yang bermanfaat, mampu menyelesaikan persoalan sampah, sekaligus memberikan dampak positif bagi Kota Makassar dan masyarakat,” jelas mantan Bos PSM ini.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *