Ketegaran Istri Prajurit TNI Saat Melepas Suami Bertugas ke Lebanon
Di Bondowoso, Jawa Timur, para istri prajurit TNI Yonif 514 Raider menunjukkan ketegaran luar biasa saat melepas suami mereka untuk bertugas di Lebanon. Upacara pelepasan Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-T/UNIFIL digelar di lapangan Yonif 514, Curahdami, pada Sabtu (4/4/2026) pagi. Meski suasana diselimuti isak tangis keluarga, para istri tetap menunjukkan keikhlasan dan doa terbaik agar pasukan kembali dalam keadaan sehat dan selamat.
Situasi Keamanan yang Dinamis di Lebanon
Penugasan ke Lebanon kali ini terasa lebih berat bagi keluarga pra-jujit karena situasi keamanan yang dinamis di wilayah Timur Tengah tersebut. Apriliana Setyawan, salah satu istri prajurit, mengaku harus menjaga kesehatan mentalnya dengan menghindari berita-berita mencemaskan demi fokus mengasuh kedua buah hatinya. Ini bukan pertama kalinya ia ditinggal suaminya bertugas. Sejak 2016, suaminya pernah bertugas ke Atambua, Ambon, Papua (dua kali), dan kini ke Lebanon.
Apriliana menyadari bahwa keberangkatan kali ini diiringi rasa khawatir yang lebih besar karena informasi mengenai meningkatnya ketegangan di Lebanon. Terlebih lagi, saat ini kedua orang tua maupun mertuanya telah meninggal dunia. Praktis, mereka hanya memiliki satu sama lain sebagai keluarga inti.
Latihan Pra-Tugas di Bogor Sebelum Bertolak ke Lebanon
Para prajurit tidak langsung menuju Lebanon hari ini, karena mereka masih akan mengikuti Pre-Deployment Training (PDT) di Bogor sebelum menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB. Meski begitu, air mata keluarga hingga pelukan hangat anak-anak para prajurit mewarnai jalannya pelepasan. Ada yang berpelukan dalam linangan air mata, ada pula yang berswafoto bersama keluarga.
Apriliana duduk bersama kedua anaknya sambil menyaksikan suaminya dari jauh yang sedang mengikuti upacara pelepasan. Anak keduanya yang berusia dua tahun sedang tidur pulas, sementara anak pertamanya yang berusia lima tahun duduk di sampingnya sembari sesekali bertanya, “Mana Papa, Ma?” tuturnya.
Ikhtiar Menjaga Mental dan Doa Keselamatan
Apriliana menceritakan bahwa sebelum berangkat, telah dilaksanakan doa bersama seluruh prajurit dan keluarga. Wanita yang akrab disapa Bu Yuli itu yakin suaminya akan selamat dan selalu sehat. “Doa saya, semoga saya dikuatkan dan dia disehatkan,” jelasnya haru.
Menurutnya, tidak ada istri yang benar-benar terbiasa hidup berjauhan dengan suami. Apalagi, putra dan putrinya baru saja pulang dari perawatan rumah sakit pasca-operasi amandel dan infeksi pencernaan. Namun, sekali lagi Yuli dengan tegar mengatakan suaminya adalah seorang prajurit. Oleh karena itu, selama suami bertugas, Yuli akan tetap beraktivitas dan berusaha menghindari membaca berita-berita yang mencemaskan. Hal itu dilakukan Yuli demi menjaga kesehatan mental saat mengasuh kedua buah hatinya.
Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu
Beruntung, di Batalyon para istri prajurit memiliki banyak kegiatan untuk mengisi waktu. “Kami ada kegiatan jadi tidak bosan. Ada olahraga dan juga pengajian,” pungkasnya.











